FIFGROUP, OJK dan BPKN Ajak Konsumen Bijak Menyelaraskan Kebutuhan dan Kemampuan Keuangan

(Baliekbis.com), PT Federal International Finance (FIFGROUP), sebagai anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, telah mengadakan Monthly Business Clinic (MOBIC) dengan tema “Literasi Keuangan, Optimalkan Pembiayaan Dengan Cerdas dan Bijak”. Acara ini melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sebagai narasumber. MOBIC diadakan dalam format hybrid, dengan lokasi fisik di Menara FIF, Tb Simatupang, Jakarta Selatan, dan juga secara virtual melalui platform Zoom pada Jumat (15/9).

Tujuan dari kegiatan MOBIC ini adalah untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik tentang literasi keuangan dan pentingnya pengelolaan pembiayaan yang cerdas bagi masyarakat. Acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk media nasional dan daerah dari Aceh sampai Papua, mitra hukum, dan lebih dari 800 karyawan internal perusahaan.

Dalam acara tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjadi keynote speaker. Dia menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

Friderica menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tantangan besar dalam meningkatkan literasi keuangan. Meskipun jumlah penduduk mencapai lebih dari 270 juta orang yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau, namun indeks literasi masih di bawah 50% pada tahun 2022. Masalah ini semakin kompleks dengan pesatnya perkembangan era digital, di mana pengguna internet di Indonesia sudah mencapai lebih dari 200 juta orang, tetapi literasi digital masih rendah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyoroti rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan masyarakat Indonesia, sementara tingkat inklusi keuangan terbilang tinggi. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat pembelian, tetapi disayangkan bahwa tingkat literasi keuangan tidak sebanding dengan kondisi keuangan individu.

Kepala Departemen Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan OJK, Bernard Widjaja, mengungkapkan perhatiannya terkait masalah. “Masyarakat mengambil pinjaman tetapi tanpa pemahaman keuangan yang memadai, ini mengakibatkan kredit macet,” ungkapnya. Dia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan dan kemampuannya dalam mengelola keuangan. Lebih lanjut, Bernard menyarankan bahwa ketika seseorang memutuskan untuk mengambil kredit, mereka harus memastikan bahwa itu adalah untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan, bukan hanya keinginan semata. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa pengeluaran sesuai dengan kemampuan finansial individu.

CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, menegaskan bahwa kehadiran narasumber yang kompeten dalam acara tersebut adalah bukti komitmen serius dari regulator, seperti OJK, dan para pemangku kepentingan serta pelaku usaha jasa keuangan seperti FIFGROUP dalam mendukung peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia.

FIFGROUP juga menggelar lomba jurnalistik sebagai upaya untuk menyampaikan literasi keuangan kepada masyarakat dan merayakan HUT ke-34 tahun FIFGROUP. Lomba ini terbuka untuk media cetak dan online, di mana tulisan atau foto yang dikirimkan harus mencakup kegiatan HUT ke-34 Tahun FIFGROUP dan muatan-muatan literasi keuangan.

Pada akhirnya, penting bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang literasi keuangan agar mereka dapat mengambil keputusan finansial yang bijak dan memahami hak serta kewajiban mereka sebagai konsumen di sektor jasa keuangan. (ist)