EYTHO 2026 Kembali Digelar: Ajang Kompetisi Bergengsi Siapkan Profesional Masa Depan di Bidang Pariwisata dan Perhotelan
(Baliekbis.com), Kampus Elizabeth International sebagai salah satu kampus perhotelan terbaik di Bali kembali menggelar Ezzy Youth Tourism & Hospitality Olympics (EYTHO) 2026, Senin (26/1/2026), bertempat di Ezzy Smart Resort, Jl. Hayam Wuruk No. 199, Denpasar, Bali.
EYTHO 2026 yang diikuti 225 peserta siswa SMA/SMK se-Bali serta dari kalangan hotelier ini dibuka oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ir. I.B. Setiawan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Elizabeth International, Putu Sri Budani, A.M.Par., S.M., HTS., serta undangan dari pihak terkait.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ir. I.B. Setiawan, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, untuk menunjukkan hasil belajar yang baik diperlukan dukungan berbagai event. “Kegiatan ini akan memberi kesempatan dan wahana untuk menunjukkan hasil belajar. Ini menjadi edukasi sekaligus peluang agar ke depan lulusan dapat terserap di dunia kerja,” ujar Setiawan.
Direktur Elizabeth International, Putu Sri Budani, A.M.Par., S.M., HTS., dalam sambutannya mengatakan bahwa EYTHO yang telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya sejak 2024 ini telah menjadi ajang kompetisi bergengsi bagi generasi muda di bidang pariwisata dan perhotelan.

Acara ini dirancang sebagai ruang pengembangan keterampilan, kreativitas, dan daya saing peserta agar siap memasuki dunia industri hospitality dan tourism. Kompetisi ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk bersinar dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam persaingan yang sehat dan profesional.
Lebih dari sekadar kompetisi, EYTHO 2026 juga menjadi wadah strategis yang mempertemukan dunia pendidikan dengan industri. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperluas jejaring profesional, bertukar wawasan, sekaligus memahami secara langsung standar kerja di sektor pariwisata dan perhotelan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta menghadapi tantangan di tingkat nasional maupun global.
“Pada penyelenggaraan EYTHO 2026, kami memiliki impian besar bahwa EYTHO tidak hanya menjadi ajang kompetisi biasa, tetapi juga berkembang sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk berbagi ide, menumbuhkan inovasi, dan membangun karakter profesional sejak dini,” ujarnya.
“Elizabeth International berkomitmen untuk terus memotivasi, mendampingi, dan membuka ruang bagi generasi muda agar mampu menjalankan peran penting di masing-masing bidang, khususnya di sektor tourism dan hospitality, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tambah Sri Budani.
Lebih jauh, ia berharap EYTHO 2027 dapat melangkah ke tingkat yang lebih luas, tidak hanya diikuti oleh siswa SMA/SMK se-Bali, tetapi juga melibatkan peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. “Harapan ini sejalan dengan fakta bahwa hampir 30 persen peserta latih Elizabeth International berasal dari luar Pulau Bali, yang mencerminkan kepercayaan nasional terhadap pendidikan hospitality yang kami kembangkan,” ucap Putu Sri Budani, A.M.Par., S.M., HTS., Direktur Elizabeth International.
Melalui penyelenggaraan EYTHO 2026, Elizabeth International menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik dan kesiapan kerja peserta didik secara menyeluruh.
EYTHO 2026 menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan talenta profesional di bidang tourism dan hospitality, sekaligus memperkuat ekosistem industri pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.
Ketua Panitia EYTHO 2026, Tio Praditya, melaporkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari, dari 26–30 Januari 2026, bertempat di Ezzy Smart Resort, Jl. Hayam Wuruk No. 199, Denpasar. Kompetisi ini menyediakan total hadiah senilai Rp680 juta berupa uang tunai dan beasiswa.
EYTHO 2026 menghadirkan berbagai kategori lomba yang mencakup perhotelan, kuliner, layanan pariwisata, bahasa, teknologi informasi, hingga kreativitas dan digital marketing. Tiap kompetisi dirancang tidak hanya untuk menguji kemampuan teknis peserta, tetapi juga membentuk sikap profesional, ketepatan kerja, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap standar industri.
Beberapa kategori lomba yang dipertandingkan antara lain kompetisi Food & Beverage (Barista, Best Waiter, Mixoflair & Accuration), Front Office & Tour Guiding, Culinary Arts (Dessert, Main Course, Fruit Carving, Black Box), Speech Bahasa Inggris, IT (WebCraft, TypeRush), Creative & Digital Marketing (TikTok Video, Live Design), Room Division (Creative Making Bed, Creative Towel Art), serta Business Plan Competition.
Peserta dari beragam latar belakang pendidikan, mulai dari SMA/SMK hingga pelaku profesional industri (hotelier/umum), memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensi dan inovasi mereka dalam setiap bidang lomba yang tersedia. (ist)

