Elizabeth International School Gathering 2026: Kolaborasi Erat Kampus dan Sekolah Mampu Lahirkan Talenta Hospitality Bersinar di Kancah Global

(Baliekbis.com), Elizabeth International menorehkan sejarah baru dengan menyelenggarakan Elizabeth International School Gathering 2026, Rabu (5/8) di Ballroom Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Gathering perdana yang dihadiri 280 Kepala Sekolah dan Guru SMA dan SMK se-Bali ini mengangkat tema “Collaboration Synergy in Hospitality Education” ini bertepatan dengan perayaan hari jadi Elizabeth International School yang ke-17.

Director of Elizabeth International Putu Sri Budani, A.M.Par.,S.M.,HTS didampingi Ketua Panitia Ni Kadek Suparheni,S.M. menjelaskan tujuan utama pertemuan ini sebagai bentuk apresiasi mendalam dari Elizabeth International kepada pihak sekolah yang selama ini setia mengirimkan lulusan-lulusan terbaiknya. “Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi wadah kolaborasi strategis untuk memajukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di industri hospitality,” ujar Sri Budani.

Rangkaian kegiatan dirancang sangat interaktif, mulai dari pemaparan program kampus, workshop khusus untuk para guru pendamping, pengumpulan umpan balik, hingga sesi testimoni emosional dari para alumni yang menceritakan perjalanan karier sukses mereka.

Dijelaskan, komitmen Elizabeth International tidak hanya sebatas acara seremonial di dalam kampus. Sebagai bentuk kolaborasi nyata, mereka rutin menjemput bola dengan turun langsung ke sekolah-sekolah, seperti kunjungan tahunan ke SMK 3 dan Nusa Penida.

Dalam kunjungan tersebut, pihak kampus membawa langsung peralatan industri—seperti mesin kopi profesional dan alat masak—untuk memberikan pelatihan singkat di bidang Food & Beverage, Culinary, Front Office, dan Housekeeping.

Menyadari tantangan rendahnya kemampuan bahasa Inggris dasar di kalangan siswa, kampus juga menyediakan kelas Business to Consumer (B2C) agar para calon tenaga kerja ini siap bersaing di pasar global.

Di tengah tingginya minat pendaftar, Elizabeth International secara tegas memilih untuk memprioritaskan kualitas di atas kuantitas. Tahun ini, penerimaan dibatasi hanya untuk 1.400 mahasiswa pada program dua tahun, melengkapi 7 pilihan jurusan program satu tahun yang sudah ada.

Sri Budani menegaskan kualitas pendidikan dijaga ketat melalui tenaga pengajar yang murni merupakan praktisi industri, serta kuliah tamu rutin dari para ahli mancanegara seperti General Manager dan direktur HRD. Kampus ini menjalin kemitraan global dengan AHLEI (American Hotel & Lodging Educational Institute) di Amerika Serikat, yang memastikan seluruh 1.400 mahasiswa tahun ini lulus dengan mengantongi sertifikasi berstandar internasional.

Berkat dedikasi pada peningkatan keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude), hasil dari kurikulum ini sangat nyata. Saat ini, tingkat serapan kerja lulusan Elizabeth International begitu luar biasa, di mana hampir semua tamatan diterima bekerja di industri bahkan sebelum mereka mengenakan toga wisuda.

“Sebagian besar dari mereka langsung terserap sebagai staf penuh di berbagai hotel bergengsi dunia, seperti Hyatt dan Andaz, membuktikan bahwa kolaborasi erat antara pihak kampus dan sekolah benar-benar mampu melahirkan talenta hospitality yang siap bersinar di kancah global,” jelasnya.

Elizabeth International berdiri sejak tahun 2009, dan di tahun 2026 ini, tepatnya pada tanggal 16 Agustus nanti, genap 17 tahun telah mengabdi di dunia pelatihan dan pendidikan vokasi hospitality. Menurutnya, penyelenggaraan gathering ini bukan kebetulan. Ini langkah yang sengaja diambil
untuk memberikan apresiasi kepada dunia pendidikan di Bali, khususnya bagi SMA dan SMK.

“Kami percaya selama 17 perjalanan Elizabeth
International, sudah saatnya kami melangkah lebih jauh lagi, bersinergi dan
membangun kolaborasi yang lebih luas dan lebih bermakna bersama dunia pendidikan di Bali,” ungkapnya.

Kolaborasi dan Sinergi

Gathering 2026 ini lahir dari sebuah refleksi atas tantangan yang dihadapi sekaligus harapan yang dirasakan sebagai bagian dari industri pelatihan dan pendidikan vokasi hospitality di Bali. Sri Budani menjelaskan dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak untuk mempersiapkan talenta-talenta yang kompeten dan dapat diterima oleh Industri.

Bagi kebanyakan Lulusan SMK mungkin sudah disiapkan lebih awal untuk bisa bekerja ataupun berwirausaha. Namun tidak sedikit juga lulusan SMK yang memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya. Pun lulusan SMA yang akhirnya tertarik untuk menantang diri mereka untuk memulai perjalanan di Industri
Hospitality.

Elizabeth International sebagai sebuah Lembaga Pelatihan Kerja hadir
untuk mendukung dalam proses ini. Lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ditahap selanjutnya dapat mengikuti pelatihan kerja sebelum masuk ke industri hospitality, dimana tujuannya agar mereka memiliki
keterampilan teknis yang spesifik, standar mental dan sikap profesional, serta
sertifikasi kompetensi resmi.

Elizabeth International menyediakan ekosistem yang
lengkap, mulai dari pelatihan dan Pendidikan, penempatan magang, sertifikasi
kompetensi dan juga membantu para lulusan dalam menemukan karir impiannya. Bahkan sejak Tahun Ajaran 2026, Elizabeth International menjadi satu-satunya LPK yang memberikan International Sertification bagi seluruh mahasiswa-mahasiswinya dengan menggandeng AHLEI (American Hotel Lodging Education Institute) dari USA,
dimana Elizabeth International sudah menjadi Global Academic Partner dari AHLEI sejak tahun 2020.

Lulusan Elziabeth International di Tahun Ajaran 2026 berhak untuk mencatumkan sertifikasi keahlian dibelakang nama mereka. Mulai dari Certified
Restaurant Server, Certified Front Desk Assistant, Certified Guest Room Attendant,
Certified Kitchen Cook sampai dengan Certified Gold Service Professional.

Berbicara mengenai sinergi, pihaknya menyadari sekolah, Lembaga Pelatihan Kerja seperti Elizabeth International membutuhkan industri untuk memahami standard kerja yang sesungguhnya, sementara industri juga menyiapkan talenta yang siap pakai. “Sinergi yang kita bicarakan hari ini bukan hanya sinergi dua arah antara sekolah dan
industri, melainkan sinergi tiga arah: SMA dan SMK, Elizabeth International, dan
industri hospitality,” ungkapnya.

Dari gathering ini, diharapkan tercipta ruang diskusi yang terbuka. “Kami ingin mendengar langsung tantangan apa yang dihadapi sekolah dalam menyiapkan siswa untuk dunia kerja, kebutuhan seperti apa yang sekolah harapkan dari mitra industri, dan peluang kolaborasi apa yang bisa kita bangun bersama ke depannya, baik dalam bentuk program magang, kunjungan industri, pelatihan guru, maupun program sertifikasi,” pungkasnya. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar