Dr. Mangku Pastika, M.M.: Peluang Usaha Kuliner Menjanjikan

Lama bekerja di kapal pesiar akhirnya I Gusti Bagus Alit Arta Jonary Casanova bersama istri Puput Henny Wahyurina memutuskan pulang kampung, berwirausaha di bidang kuliner. Kini pasangan muda ini menekuni bisnis ayam betutu panggang yang banyak penggemarnya.

(Baliekbis.com), Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. mengaku sebagai penggemar kuliner, melihat bisnis makanan ke depannya akan memberi peluang usaha yang menjanjikan. Sebab semua orang butuh makan.

“Yang penting jaga kualitas dan kebersihannya.
Saya suka kuliner, bahkan saya rela mencari betutu sampai ke Gilimanuk.  Ini istimewa dengan bumbu dan olahan yang khas. Rasa enak, pegawainya juga keren-keren. Ini jadi kebanggaan,” ujar Mangku Pastika, Senin (8/5) saat mengunjungi Warung Ayam Betutu Panggang Biang Koripan 7 di Jalan Diponegoro No. 37 Tabanan.

Dalam kegiatan penyerapan aspirasi dengan tema “Ayam Betutu: Kuliner Lokal sebagai Penguat Ekonomi Rakyat”, Mangku Pastika didampingi Tim Ahli Nyoman Bhaskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja.

IGB Alit Arta Jonary bersama istri

Mantan Gubernur Bali dua periode ini mengatakan wirausaha perlu terus digelorakan di kalangan generasi muda. Dengan banyaknya pelaku usaha maka bisa mempercepat peningkatan pendapatan masyarakat.

Diingatkan selain dari sisi rasa dengan kekhasan yang dimiliki, pelayanan dan faktor posisi (tempat) juga sangat mendukung perkembangan usaha.

Sementara itu Alit Arta Jonary mengatakan ketika pulang kampung, ia memutuskan untuk buka usaha bersama istri yang sebelumnya sama-sama bekerja di kapal pesiar. Pasangan dengan tiga anak ini mencoba merintis sejumlah usaha hingga penyewaan kendaraan.

Namun tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. “Di tahun 2014, saya memutuskan bikin usaha ayam betutu panggang dengan modal 2 meja. Ternyata respons masyarakat sangat bagus,” ujarnya.

Dan kini, ayam betutu panggang yang dikelolanya terus bertumbuh dan warungnya tersebar hingga Denpasar dan Gianyar dengan mempekerjakan 68 karyawan. “Seharinya bisa menghabiskan ayam betutu sekitar 150-200 ekor,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan usaha ayam betutu panggang tidak terlepas dari resep yang didapat dari ibunya, Ida Ayu Putu Surya Manik. Dengan racikan bumbu dan aroma olahan ayam yang dipanggang lebih dulu, produknya banyak diminati.

Namun diakui, ia masih belum bisa menembus toko besar (pasar modern berjaringan) untuk memasarkan ayam betutu-nya karena terbentur sejumlah persyaratan.

“Pesanan ayam betutu cukup banyak. Saya juga siapkan paket ayam betutu yang utuh lengkap dengan sayur dan kuah,” ujarnya seraya menambahkan kini ia juga mengembangkan usaha properti. “Masih kecil-kecilan, baru merintis bikin kaplingan tanah,” ujarnya. (bas)