BaliSpirit Festival 2026 Kembali Digelar di Ubud, Bawa Pesan “Ingatkan Jati Diri”
Didirikan pada tahun 2008, BaliSpirit Festival merupakan perayaan global yang memadukan yoga, musik, tari, dan healing arts, berakar pada filosofi Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Festival ini terus berkembang sebagai ruang inspirasi, transformasi, dan kolaborasi lintas budaya.
(Baliekbis.com), BaliSpirit Festival 2026 yang mengusung tema “Welcome Home” kembali digelar pada 15–19 April 2026 di Puri Pad Hotel dan The Yoga Barn, Ubud. Festival edisi ke-17 ini membawa pesan untuk mengingatkan kita kembali pada jati diri di tengah berbagai perubahan yang terjadi.
“Festival tahun ini mengajak para peserta dari berbagai belahan dunia untuk kembali terhubung dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan esensi Bali yang penuh makna,” ungkap Co-Founder BaliSpirit Festival, I Made Gunarta, dalam temu media, Sabtu (4/4/2026) di TAT Ambengan, Denpasar. Hadir pula Perwakilan TAT Ambengan, I.B. Gede Puja Atmaja, dan narasumber lainnya.
Selama lebih dari satu dekade, BaliSpirit Festival yang merupakan salah satu festival yoga, wellness, dan musik sadar terkemuka di dunia telah menjadi ruang bertemunya para praktisi, seniman, fasilitator, dan individu yang mencari pertumbuhan diri.
Misi BaliSpirit Festival ini memperkenalkan nilai luhur Tri Hita Karana kepada komunitas global—kehidupan yang harmonis dalam tataran spiritual, sosial, dan lingkungan—melalui yoga, musik, tari, dan penyembuhan.

“Tahun ini, festival kembali menghadirkan rangkaian program yang beragam, mulai dari workshop siang hari hingga konser malam, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyeluruh—baik secara fisik, emosional, maupun spiritual,” tambah Gunarta.
Berbagai kegiatan digelar dalam festival kali ini. Peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan, antara lain sound healing, breathwork, bodywork, dan dharma talk.
Setiap malam, BaliSpirit Festival menghadirkan pertunjukan musik dari musisi lokal dan internasional, menciptakan ruang perayaan yang hidup sekaligus penuh makna.
“BaliSpirit Festival tidak hanya menghadirkan pengalaman personal, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Gunarta.
Seperti program Ayo! Kita Bicara HIV & AIDS. Program ini telah menjangkau 169 sekolah dan lebih dari 7.500 siswa di berbagai wilayah Indonesia.
Bali Conference, platform berbasis komunitas yang mengangkat seni, musik, dan pertukaran budaya sebagai sarana pembelajaran dan kolaborasi.
Wellness Conference, kolaborasi bersama institusi akademik dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan sektor wellness tourism di Indonesia secara berkelanjutan.
Bali ReGreen, program pelestarian lingkungan melalui penanaman bambu, dengan lebih dari 11.000 bibit telah ditanam sejak 2011 sebagai bagian dari upaya regenerasi alam.
Melalui berbagai inisiatif ini, BaliSpirit Festival terus memperluas dampaknya—tidak hanya sebagai sebuah acara, tetapi sebagai bagian dari gerakan yang mendukung keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam.
Gunarta juga memaparkan dampak ekonomi festival yang nyata. Terjadi perputaran uang yang cukup tinggi dari ribuan pengunjung yang datang. Estimasi dampak ekonomi langsung festival di antaranya akomodasi Rp6,6 miliar, makan Rp5,1 miliar, transport Rp1,377 miliar, entertainment Rp5,5 miliar, dan lain-lain Rp3,4 miliar. Estimasi dampak ekonomi tidak langsung (di luar festival) mencapai Rp31 miliar.
Sementara itu, Founder The Ambengan Tenten (TAT), I.B. Gede Puja Atmaja, mengatakan BaliSpirit Festival merupakan bagian dari gerakan komunitas yang menghubungkan komunitas kreatif, seni, dan wellness sekaligus berkontribusi pada pariwisata berbasis komunitas.
Dengan ekspansi ke Eropa dan penguatan program komunitas, BaliSpirit Festival 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berbasis wellness, budaya, dan komunitas di tingkat global. Ia juga berharap BaliSpirit Festival 2026 dapat mendorong pariwisata berkualitas serta memperkuat posisi Bali sebagai pusat wellness dan spiritualitas global. (ist)

