Workshop SOHIB Berkelas Bali: Menegaskan Komitmen Pemerintah Membangun Komunikasi Publik yang Menarik dan Tepat Sasaran

(Baliekbis.com),Kehadiran Workshop SOHIB Berkelas (Sobat Hebat Indonesia Baik Berkegiatan di Kelas) ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan tepat sasaran di era digital.

Demikian terungkap pada pembukaan workshop, Kamis (2/10) di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar. Acara yang diikuti 136  peserta  ini dihadiri Ketua Tim Pengelola Media Sosial Direktorat Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM) Kemkomdigi Andre Finaka dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfos Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Bagus Aryana,SE.,M.Si.

Workshop mengangkat tema 1.Mobile Journalism “A to z, Cara Mudah Bikin Konten Grafis”: Produksi konten audio visual dalam rangka sosialisasi Inpres No. 08 Tahun 2025 tentang Landasan kebijakan Sekolah Rakyat;

  1. Data Journalism “Ngonten Pake HP Ala Gen Z”: Produksi konten infografis dalam rangka sosialisasi Inpres No. 08 Tahun 2025 tentang Landasan kebijakan Sekolah Rakyat.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Bagus Ariana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemkomdigi. Ia menekankan Workshop SOHIB Berkelas merupakan sarana vital untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kehumasan, khususnya dalam merancang dan memproduksi konten untuk media sosial pemerintah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM kehumasan di bidang produksi konten media sosial, agar mampu merancang, memproduksi, dan mendistribusikan konten komunikasi publik yang informatif, menarik, dan tepat sasaran,” ujar Aryana.

Lebih lanjut, ia menjelaskan momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sosialisasi program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan konten yang efektif, diharapkan program seperti Sekolah Menengah Rakyat Pertama (SMRP) di Tabanan yang telah beroperasi dapat lebih dikenal dan didukung oleh masyarakat luas.

Kegiatan ini sangat berkelas untuk memastikan para konten kreator, terutama di pemerintahan bisa bersama-sama menggaungkan program pemerintah pusat. Sekarang ada pelatihan untuk para staf yang memang akan membuat konten di media sosial. Mungkin itu tujuan besarnya.

Di Pemprov ada bidang humas, dan sekarang humas sudah berdiri sendiri menjadi biro. Pemberitaan terkait kepemimpinan dan kebijakan khususnya ada di Biro Humas. Sementara di Dinas Kominfo ada bidang IKP bersama teman-teman kabupaten/kota.

“Saya rasa ini sudah cukup baik, tetapi seperti yang dikatakan tadi, penting memastikan ada transfer knowledge. Artinya kita saling mendukung agar teman-teman di Bali yang belum tahu bisa mendapat ilmu,” ujar Aryana.

Harapannya konten yang dibuat bisa lebih membumi. “Selama ini kita punya banyak media sosial, baik YouTube, Instagram, maupun Facebook. Namun setiap kali kita mengeluarkan berita, yang memberi like, love, atau share tidak banyak. Artinya, konten kita mungkin kurang menyentuh masyarakat atau kurang menarik,” ungkapnya.

Sekarang ini anak muda lebih senang menonton YouTube Shorts atau Reels. Harapannya, konten Pemprov juga bisa terlihat lebih menarik, agar lebih banyak disukai masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan publik. Tantangan sebagai media pemerintah adalah bagaimana cara mengemas konten agar lebih halus dan mudah dipahami. Jadi tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga mengkomunikasikan dengan gaya bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat. Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga lebih mudah diterima.

Sementara itu Ketua Tim Pengelola Media Sosial Direktorat Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM) Kemkomdigi Andre Finaka, menegaskan SOHIB Berkelas bukanlah bentuk pengajaran satu arah, melainkan sebuah ruang berbagi pengalaman dan wawasan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kami tidak mengajar, tapi berbagi pengalaman dan wawasan tentang bagaimana mengelola media sosial pemerintah mulai dari meneliti isu, membuat konten, hingga mendistribusikan pesan-pesan program pemerintah secara menarik kepada masyarakat,” jelas Andre.

Ia menambahkan workshop seri Bali ini secara spesifik mengangkat program Sekolah Rakyat sebagai tema utama, yang merupakan bagian dari program prioritas nasional.

Sinergi yang erat antara Kemkomdigi, pemerintah daerah, dan para pengelola media sosial di tingkat OPD dinilai krusial agar pesan-pesan strategis nasional dapat disampaikan dengan cara yang kreatif, mudah dicerna, dan akhirnya berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Workshop yang menghadirkan narasumber kompeten dari platform indonesiabaik.id dan indonesia.go.id itu diharapkan dapat melahirkan para kreator konten pemerintah yang andal.

Melalui pendekatan yang edukatif dan inspiratif, Kemkomdigi terus mendorong terciptanya ekosistem komunikasi publik yang dinamis, di mana setiap insan humas daerah dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarkan informasi positif dan program-program pembangunan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Kegiatan yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Indonesia.go.id dan Indonesiabaik.id tersebut menjadi bukti nyata upaya pemerintah membangun tata kelola komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan publik. (ist)