Wisuda Engineering XXXIII, Tinggi Permintaan Industri terhadap Lulusan BPLE Tiara Course
(Baliekbis.com), Permintaan industri terhadap tenaga terampil siap kerja sangat tinggi. Hampir semua lulusan BPLE (Balai Pendidikan dan Latihan Engineering) Tiara Course terserap di dunia kerja. Bahkan belakangan ini ada yang bekerja di luar negeri.
“99 persen lulusan telah terserap di dunia kerja dan satu persen lagi masih menjalani proses dengan sejumlah perusahaan. Ada lulusan yang bekerja di luar negeri seperti Bulgaria karena pendapatannya lebih besar,” ujar Direktur Utama BPLE Tiara Course, Made Ernita Kurniawati, BBA, MBA saat acara wisuda, Rabu (12/8) di Aston Denpasar Hotel & Convention Center.
Panitia wisuda Kadek Adi Darmayasa melaporkan sejak berdiri BPLE telah menamatkan 4204 orang dan 68 orang diwisuda saat ini. Untuk program Ahli Muda atau program satu tahun, peserta dari jurusan Mekanikal dan Elektrikal sebanyak 41 orang dan Engineering Otomotif sebanyak 17 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 siswa Mekanikal dan Elektrikal serta 16 siswa Engineering Otomotif dinyatakan lulus.
Untuk program Ahli Madya (2 tahun) ada enam peserta dari jurusan Mekanikal dan Elektrikal dan sembilan peserta Engineering Otomotif. Sebanyak lima siswa Mekanikal dan Elektrikal serta delapan siswa Engineering Otomotif dinyatakan lulus.
Dalam acara wisuda yang dihadiri banyak perusahaan itu dilakukan Penganugerahan Mahasiswa Berprestasi, Penyerahan Sertifikat Kompetensi, Serah Terima Tenaga Kerja ke Industri dan Penandatangan MoU BPLE Tiara Course dengan belasan perusahaan yang hadir.

“Kita mendidik tenaga terampil siap kerja. Dengan keterampilan tersebut mereka banyak terserap di dunia kerja. Bahkan yang keluar negeri gajinya lebih besar karena didukung keterampilan,” tambah Ernita.
Ernita mengatakan tingginya permintaan lulusan menjadi salah satu kebanggaan BPLE Tiara Course. “Kebutuhan tenaga kerja dari sejumlah perusahaan disebut telah melampaui jumlah lulusan yang tersedia. Kondisi ini mendorong BPLE Tiara Course untuk menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan lulusan maupun mahasiswa baru,” ujarnya.
Adapun dua program yang saat ini paling banyak diminati sekaligus memiliki peluang kerja besar adalah Engineering Otomotif serta Mekanikal dan Elektrikal. Program Engineering Otomotif dinilai memiliki prospek yang kuat seiring perkembangan industri kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan listrik. Perubahan teknologi kendaraan tersebut turut menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis sesuai perkembangan industri.
Sementara bidang Mekanikal dan Elektrikal memiliki peluang kerja yang luas, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri. “Kalau dari mekanikal dan elektrikal, peluang kerjanya lebih besar, dari sisi penghasilan juga menarik, dan kesempatan untuk bekerja ke luar negeri saat ini cukup terbuka,” jelasnya.
Kembangkan Pendidikan Sarjana
BPLE Tiara Course juga mengembangkan jalur pendidikan lanjutan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Program tersebut memanfaatkan skema Recognition of Prior Learning (RPL) atau rekognisi pembelajaran lampau, sehingga lulusan dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus mengulang seluruh proses dari awal.
Melalui skema tersebut, lulusan dapat melanjutkan pendidikan sarjana dengan masa tempuh sekitar tiga setengah tahun menggunakan sistem perkuliahan blended dimana dua tahun pertama lebih banyak diarahkan pada pembelajaran tatap muka dan penguatan keterampilan di BPLE Tiara Course.
Selanjutnya, sekitar satu setengah tahun berikutnya dilaksanakan secara daring. “Konsepnya, sejak tahun pertama mereka kami persiapkan keterampilannya agar bisa masuk dunia kerja lebih cepat. Setelah ditempatkan di dunia kerja, mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan sarjananya,” ungkap Ernita.
Made Ernita menegaskan, keberhasilan lulusan terserap dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. BPLE Tiara Course juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter dan kedisiplinan. Menurutnya, disiplin merupakan kebiasaan yang harus dibangun melalui proses yang konsisten, bukan sesuatu yang dapat dibentuk hanya dalam waktu singkat. “Disiplin itu sama dengan kebiasaan. Tidak bisa dipelajari dalam satu atau dua hari. Harus dibiasakan, dilatih dan diterapkan setiap hari,” ujarnya. Penerapan kedisiplinan tersebut dimulai sejak siswa mengikuti pendidikan agar siswa terbiasa dengan budaya kerja yang nantinya mereka hadapi ketika masuk ke perusahaan.
Dengan pendekatan tersebut, BPLE Tiara Course tidak hanya berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga tenaga kerja yang memiliki etos kerja, disiplin dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri. (ist)


Leave a Reply