Waketum DPP Partai Hanura: Berpartai Itu Bukan Ikut-ikutan, tapi Harus Bikin Perubahan
(Baliekbis.com), Waketum DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella menegaskan berpartai itu bukan ikut-ikutan, tetapi harus bikin perubahan. “Kalau sudah empat periode di legislatif, harus berani berpikir maju ke eksekutif. Syaratnya, Hanura harus menang dahulu,” ujar Rio Capella dalam pengarahannya saat Tim Task Force DPP Partai Hanura menyambangi Bali, Rabu (2/9) di Kuta Badung.
Kedatangan Tim untuk memotivasi sekaligus memanaskan mesin partai menjelang Pemilu 2029. Ini merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional Hanura guna memperkuat struktur organisasi dari tingkat daerah hingga ke akar rumput.
Selain menyelaraskan koordinasi antara DPP dan pengurus daerah, kedatangan Tim Task Force bertujuan mengevaluasi kesiapan infrastruktur partai di tingkat kecamatan hingga desa.
Rio Capella menekankan mengelola partai politik membutuhkan komitmen dan kepemimpinan yang kuat, bukan sekadar pelengkap struktur.
Ia mengingatkan, rekam jejak Partai Hanura yang tercatat dua periode melaju ke Senayan dan dua periode absen. Menurutnya, pemetaan politik pada Pemilu 2029 mendatang sangat bergantung pada kerja keras para kader di lapangan.

Menurutnya kebangkitan Hanura tidak bisa hanya mengandalkan retorika, melainkan harus dibuktikan dengan kesiapan pasukan dari tingkat Ranting, PAC, DPC, DPD, hingga DPP.
Saat ini, Hanura masih memiliki modal besar dengan hadirnya lebih dari 500 kader yang duduk di anggota DPRD di seluruh Indonesia. Menurut Rio Capella, cara bikin partai besar itu simpel, kadernya harus banyak dan pengurusnya lengkap.
“Strategi cepat membentuk ranting adalah dengan melibatkan bakal calon legislatif (bacaleg) untuk membangun basis di wilayahnya masing-masing, lalu DPC yang menerbitkan SK. Ketua DPC harus pintar mengatur strategi ini,” ucap Rio Capella.
Terkait peta politik di Bali yang selama ini didominasi oleh banteng alias PDI Perjuangan, Rio Capella menegaskan agar kader Hanura tidak berkecil hati dan tetap berani mengambil peran perubahan.
Pada kesempatan tersebut, Rio Capella secara khusus menyoroti kinerja pengurus DPC Partai Hanura Gianyar yang dinilai kurang responsif. Ia meminta Ketua DPC Hanura Gianyar untuk tidak ragu melakukan perombakan kepengurusan jika ditemukan pengurus yang pasif.
“Contoh di Gianyar, kalau pengurus diundang saja susah, ganti saja. Seribu singa dipimpin domba pasti kalah, tetapi seribu domba dipimpin singa pasti jadi petarung. Jangan jadi domba, yang hadir di sini adalah singa-singa milik Bali,” ujarnya.
Rio Capella menegaskan DPP tidak akan ragu mengganti pengurus daerah yang dinilai lambat dan tak mampu mengikuti ritme kerja partai.
Ketika ada pengurus yang lambat, langsung diganti.
Pergantian pengurus yang lambat telah diterapkan di sejumlah wilayah. Ia mencontohkan kasus di DPC Pandeglang dan Kota Serang di Banten, yang terbukti langsung mempercepat pembentukan 35 PAC. Secara nasional, Hanura menargetkan konsolidasi tingkat DPC rampung awal Oktober 2026.
“Dari 514 DPC, sekitar 470-an sudah terbentuk, sisanya dalam proses penetapan SK. Target kami awal Oktober 100 persen DPC tuntas, dilanjutkan pembentukan pengurus di 7.300 kecamatan,” kata Rio Capella.
Menurutnya, setelah konsolidasi DPC dan PAC selesai, Hanura akan membuka penjaringan bakal calon legislatif (bacaleg) tahun depan untuk persiapan Pemilu 2029, berbarengan dengan pemetaan survei nasional.
Dalam strategi pembentukan ranting, bacaleg diwajibkan ikut memfasilitasi pembentukan pengurus ranting di wilayah dapil masing-masing.
Di depan kader Hanura Bali, Rio Capella menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh di tengah dominasi peta politik lokal. Memimpin partai butuh keikhlasan dan ketegasan.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur dan pemasangan plang logo baru Hanura di seluruh tingkat sekretariat atau rumah pengurus menjadi prioritas utama agar partai masuk dalam top-of-mind masyarakat.
Ketua DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna menyambut positif pengawasan langsung dari Tim Task Force DPP.
Pihaknya optimistis mampu menyelesaikan seluruh kelengkapan instrumen kelolosan partai sesuai standar KPU dalam waktu singkat.
“Kami sangat mengapresiasi arahan dan semangat dari Tim Task Force DPP. Arahan ini menjadi pemacu bagi kami jajaran pengurus di Bali untuk sesegera mungkin menyelesaikan seluruh target kelengkapan instrumen partai,” ujar Wirajaya Wisna. (ist)


Leave a Reply