Tahan Sampah Terbawa Aliran Sungai, Mahasiswa KKN Unwar dan Karang Taruna Desa Angantaka Pasang ‘Trash Barrier’ di Sungai Subak Pedahanan
(Baliekbis.com), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) bersama Karang Taruna Desa Angantaka melakukan pembersihan dan pemasangan trash barrier di Sungai Subak Pedahanan, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada 26–27 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menahan sampah yang terbawa aliran sungai sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di sekitar aliran sungai.
Sampah yang terbawa aliran sungai menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani di Desa Angantaka. Selain mengganggu kebersihan sungai, penumpukan sampah berpotensi menghambat aliran air dan terbawa hingga ke wilayah hilir. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Unwar bersama Karang Taruna Desa Angantaka melakukan pembersihan sungai sekaligus memasang trash barrier sebagai penghalang sampah yang terbawa arus.
Sebelum menentukan lokasi pemasangan, tim melakukan survei terhadap tiga aliran sungai yang berada di Desa Angantaka. Berdasarkan hasil survei, Sungai Subak Pedahanan dipilih sebagai lokasi pemasangan karena berada berdekatan dengan TPS 3R.

Dengan demikian, sampah yang tertahan dapat lebih mudah dikumpulkan dan ditindaklanjuti melalui pengelolaan sampah yang tersedia di desa.
Kegiatan diawali pada Rabu (26/8) dengan pembersihan Sungai Subak Pedahanan yang melibatkan mahasiswa KKN dan anggota Karang Taruna. Sampah yang ditemukan di sekitar dan sepanjang aliran sungai diangkat, kemudian dipilah berdasarkan jenisnya, yakni sampah organik, anorganik, dan residu, sebelum dibawa ke TPS 3R.
Selanjutnya, pada Kamis (27/8), kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan trash barrier. Sebelum pemasangan, Desika selaku Ketua Pelaksana Kegiatan memberikan arahan dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat.
Trash barrier kemudian dipasang dan diikat pada titik yang telah ditentukan. Untuk memperkuat konstruksi, bagian pengikat dibor sehingga pemasangan lebih kuat dan tidak mudah terlepas.
Kegiatan pada 27 Agustus tersebut melibatkan 34 orang, terdiri atas 17 mahasiswa KKN, satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pekaseh Subak Pedahanan, Pekaseh Subak Padedekan, empat staf Desa Angantaka, serta 10 anggota Karang Taruna. Pemasangan trash barrier ditujukan untuk menahan sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu agar tidak langsung terbawa ke bagian hilir.

“Kami memilih lokasi ini karena aliran sungai berhubungan langsung dengan area pertanian masyarakat. Sampah yang terbawa arus tidak hanya mengganggu kebersihan sungai, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air dan masuk ke area persawahan,” ujar Desika.
Menurut Desika, keberadaan trash barrier juga membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat. Sampah yang tertahan nantinya diharapkan dapat dikumpulkan dan dikelola melalui TPS 3R yang berada di sekitar lokasi.
“Harapannya, Karang Taruna sebagai agent of change di masyarakat dapat bersinergi dengan TPS 3R untuk mengelola trash barrier ini secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, Kaur Umum Desa Angantaka, Ni Luh Putu Surasni berharap pemasangan trash barrier dapat membantu mengantisipasi sampah yang terbawa dari wilayah hulu sungai.
“Semoga dengan pemasangan trash barrier ini, kita dapat mengantisipasi sampah kiriman dari hulu sungai agar tidak terus terbawa ke wilayah hilir. Kami berharap upaya ini tidak hanya menjadi solusi dalam menangani sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai,” ujar Ni Luh Putu Surasni.
Pemasangan trash barrier menjadi salah satu langkah awal dalam upaya menahan sampah yang terbawa arus sungai. Agar fungsinya tetap berjalan, sampah yang tertahan perlu dipantau dan dibersihkan secara berkala. Keberlanjutan pengelolaan juga diharapkan melibatkan Karang Taruna, TPS 3R, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
Selain menangani sampah yang telah terbawa ke aliran sungai, upaya menjaga kebersihan sungai juga perlu disertai kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke badan sungai.
Dengan sinergi berbagai pihak, kebersihan Sungai Subak Pedahanan diharapkan dapat terus terjaga sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih dan aliran air yang lebih baik. (ist)

