Sumut-Aceh Klaim 10 Dukungan, Bali Tak Gentar

(Baliekbis.com), Meski dua pesaingnya seperti Sumtera Utara (Sumut)-Aceh yang mengajukan tuan rumah bersama, mengklaim sudah mendapat 10 dukungan dari KONI-KONI provinsi, ternyata tidak membuat Bali gentar. Justru klaim yang diungkapkan itu, semakin membuat KONI Bali makin tertantang untuk memenangkan tuan rumah PON XXI Tahun 2024. Sebagaimana diketahui, sampai batas akhir pendaftaran bidding PON 2024 pada 30 November lalu, tercatat tiga calon mendaftar. Selain Sumut-Aceh, juga Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Bali-NTB (tuan rumah bersama). ”Intinya harus kerja keras sedini dan secepat mungkin. Ya, selain mempersiapkan segala sesuatu secara maksimal seperti kesiapan venue-venue (tempat pertandingan), kami juga akan gencarkan pendekatan mencari dukungan kepada KONI-KONI provinsi termasuk PP atau PB cabor yang punya hak suara, tentunya dengan harapan mau mendukung Bali-NTB jadi tuan rumah bersama PON XXI,” kata Binpres KONI Bali, Nyoman Yamadhiputra, Rabu (06/12/2017).
Diakui Yamadhiputra, sejumlah provinsi seperti Jawa Timur (Jatim) dan Papua siap mendukung Bali, tetapi itu baru secara lisan. Hanya diakuinya, Bali belum melakukan pendekaan secara langsung dengan melakukan road show ke sejumlah provinsi di Indonesia, lantaran anggaran bantuan yang diterima masih kalah banyak jika dibandingkan Sumut-Aceh maupun Kalsel. “Artinya anggaran mereka berlipat dibanding Bali, sehingga bisa langsung melakukan road show, sosialisasi sekaligus meminta dukungan. Tapi kami (Bali-NTB), tetap akan kerja keras untuk bisa menang dalam bidding nanti,” tandas Yamadhiputra.

Kemungkinan besar nantinya, pendekatan dan sosialisasi yang bakal dilakukan KONI Bali paling efektif dilakukan saat Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang memang khusus membahas atau menentukan soal hasil bidding. Ditanya klaim Sumut-Aceh yang kabarnya telah mengantongi 10 dukungan dari sejumlah provinsi? Yamadhiputra menjelaskan hal itu wajar, apalagi dari 10 provinsi yang mendukungnya itu, letak geografisnya di pulau Sumatera. ”Sah-sah saja soal klaim mengklaim itu, terpenting kami akan melakukan pendekatan untuk mencari dukungan. Soal teknik dan taktiknya, bakal kami susun dan akan kami bahas bersama dengan NTB,” pungkasnya. (ibg)