Selama 3 Bulan, Sudamala Resorts Sanur bersama Timboel Art Gallery Gelar Pameran Patung “Inner Landscapes” di Sudakara ArtSpace

(Baliekbis.com), Sudamala Resorts Sanur bersama Timboel Art Gallery menggelar Pameran Patung bertema “Inner Landscapes” di Sudakara ArtSpace, Rabu (15/4/2026) malam.

Hadir dalam pembukaan pameran Chief Operating Officer Sudamala Resorts Ricky Putra, Creative Director PT Timboel Magistyo Tahun Emas Raharjo, Budayawan Putu Suasta yang juga Komut Sudamala Resorts serta puluhan undangan.

Sedikitnya 30 patung berbagai ukuran dengan bahan logam dan kayu akan dipamerkan hingga 30 Juni 2026. Ini akan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati koleksi karya. Pameran terbuka untuk umum, setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 Wita.

Creative Director PT Timboel Magistyo Tahun Emas Raharjo mengatakan setiap karya patung diekspresikan melalui pose, tekstur, distorsi, dan gestur yang menggambarkan kesendirian, keheningan, kelembutan dan ketegangan.

Seperti karya Alone Woman merepresentasikan kesendirian bukan sebagai kehilangan, melainkan sebagai ruang untuk mengenal diri dan refleksi.

Angel Hold Face yang menggambarkan ketegangan halus antara kelembutan dan beban emosional. Dan Mummy mengeksplorasi tema keterikatan, pelindungan serta jejak luka emosional yang membentuk identitas.

Magistyo menjelaskan karya-karyanya fokus padaaluminium stainless steel dan berbentuk hewan seperti kuda mencerminkan rasa kecantikan, kejantanan -strong. “Ini karena tempat kami berada di Yogya di mana kuda menjadi simbolik sangat kuat. Kami berasal dari sana,” jelas Magis sapaan Magistyo.

Dalam berkreasi, Magis mengatakan tidak menunggu observasi. “Saat jalan-jalan dan melihat galeri, apa yang kira-kira kami sukai dan yang cocok lalu kami buat saja,” jelas putra Prof. Dr. Timbul Raharjo (alm).

Terkait pasar, diakui situasi perang di Timur Tengah ada mempengaruhi pesanan tetapi dampaknya tidak terlalu besar. Penjualan ke luar negeri, dua tahun terakhir ia menggarap pasar Amerika, Eropa, Jerman, Prancis dan Spanyol termasuk market dalam negeri.

Sementara itu
Chief Operating Officer Sudamala Resorts, Ricky Putra mengatakan pameran ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan ruang seni yang inklusif sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya di Bali.

“Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga memberikan pengalaman reflektif bagi pengunjung,” ujar Ricky.

Menurutnya dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program seni yang digelar Sudamala.
“Kami mengapresiasi rekan-rekan media dan komunitas seni yang selalu mendukung setiap eksibisi kami, baik di Bali maupun di Senggigi,” katanya.

Pameran Inner Landscapes mengangkat tema perjalanan batin manusia melalui karya patung yang mengeksplorasi emosi, psikologi, hingga pengalaman hidup.

Menurut Ricky, kehadiran pameran ini juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya tarik wisata berbasis seni dan budaya.

“Ke depan, kami ingin terus menghadirkan program seni yang bisa dinikmati publik luas dan menjadi bagian dari pengalaman wisata di Bali,” ujarnya.

“Harapannya tentu ini akan memberikan nilai tambah bukan saja kepada Sudamala tapi juga kepada karya seni secara keseluruhan. Dengan adanya variasi dari eksibisi bisa memberikan motivasi sehingga kita memiliki semua kesempatan dan terbuka ruang dan space seniman sendiri dan nasional. Ini sudah menjadi visi misi owner kami Pak Ben Subrata,” jelasnya.

Ditambahkan Ricky, Sudamala Resorts saat ini tengah menyiapkan pengembangan properti baru di Ubud. “Kami mohon doa restunya agar Sudamala Resort Ubud sebagai properti keenam bisa segera beroperasi dan ke depannya juga menjadi ruang bagi kegiatan seni,” tambahnya. (ist)