Rayakan Hari Ibu, Pendopo dan HIPPI Bali Hadirkan “Karya Untuk Ibu” sebagai Ruang Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Perempuan

(Baliekbis.com), Peran ibu tidak hanya hadir dalam keluarga, tetapi juga tercermin dalam berkarya yang dijalani dengan ketelatenan dan konsistensi. Dalam rangka merayakan Hari Ibu, Pendopo bersama dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Bali menghadirkan gelaran bertajuk “Karya Untuk Ibu”. Berlangsung pada 22–31 Desember 2025 di Living World Denpasar, gelaran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah dengan membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha perempuan yang turut berperan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Putu Laura, Head of Pendopo, menyampaikan bahwa, “Melalui ‘Karya Untuk Ibu’, kami menghadirkan 19 UMKM unggulan yang memiliki produk berkualitas dan cerita di balik setiap karyanya. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pendopo dalam memperkuat ekosistem UMKM, khususnya daerah, dengan meningkatkan visibilitas merek lokal ke pasar yang lebih luas, serta menciptakan ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara pelaku usaha, komunitas, dan publik. Kami berharap ruang penuh karya ini dapat menjadi tempat yang menghubungkan pengunjung dengan cerita di balik setiap produk, sekaligus membuka jalan bagi pelaku UMKM perempuan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,”

Melalui gelaran ini, Pendopo menghadirkan 19 UMKM yang seluruhnya dikelola oleh pelaku usaha perempuan, menampilkan ragam produk kriya dan fesyen dengan karakter dan cerita yang beragam. UMKM yang berpartisipasi antara lain Kuwera Ja By Noa, Lapak Teten, RNR Garment, Seraya Mekar, Sri Widi, Tiny Tropic, Uwaisgen, Dewata, Fairme, Kaori, RY Kitchen, SMKN 1 Mas Ubud, Adole, Andi Sokasi, Etukart, Ikabana, Mawar Bangli, The Bless Shop, dan Wraspaty. Kehadiran para pelaku usaha perempuan ini merepresentasikan peran ibu dan perempuan sebagai kreator sekaligus penggerak ekonomi yang berangkat dari nilai budaya, ketekunan, dan keberlanjutan usaha.

Bekerja sama dengan HIPPI Bali, Dr. AAA. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H., Ketua Umum HIPPI Bali, turut menambahkan, “HIPPI Bali menyambut kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendorong pengusaha UMKM, khususnya pengusaha perempuan, agar semakin berdaya saing dan bertumbuh secara berkelanjutan. Melalui sinergi dengan Pendopo, kami melihat ‘Karya Untuk Ibu’ sebagai ruang strategis untuk memperluas jejaring, meningkatkan produktivitas usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha perempuan. Kolaborasi seperti ini menjadi dorongan penting untuk menumbuhkan ekonomi lokal dan berakar pada kekuatan komunitas.”

Gelaran “Karya Untuk Ibu” dibuka dengan fashion show oleh Jegeg Bagus Bangli, yang menampilkan karya fesyen lokal dengan interpretasi modern, serta sesi bincang santai yang dikemas dalam format Podcast bersama Head of Pendopo Putu Laura, Ketua Umum HIPPI Bali Made Aryandi, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali, dan SMKN 1 Mas Ubud. Diskusi ini mengangkat peran UMKM, termasuk pelaku usaha perempuan, dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, sekaligus menjadi ruang berbagi inspirasi, pengalaman, dan tantangan dalam membangun usaha yang berkelanjutan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Dr. Dra. Dewa Ayu Laksmi, MPar., Asisten Deputi bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Wilayah III, yang turut hadir pun menyampaikan bahwa, “Pembangunan yang berkelanjutan berawal dari manusia, keluarga, dan komunitas yang tumbuh bersama nilai budayanya. Melalui ruang kolaboratif seperti ‘Karya Untuk Ibu’, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga peningkatan produktivitas, networking, dan kepercayaan diri untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, menjadi kunci dalam menciptakan dampak positif dalam pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal.”

Tak berhenti di situ, pameran ini berlanjut pada tanggal 28 Desember 2025 dengan menghadirkan fashion show ibu dan anak berkebaya, serta fashion show yang menampilkan kain endek sebagai simbol kedekatan, keberlanjutan, dan peran keluarga, khususnya ibu, dalam menjaga nilai budaya. Momen ini menjadi refleksi semangat “Karya Untuk Ibu” yang tidak hanya merayakan peran ibu dalam hidup kita, tetapi juga proses, ketekunan, dan cinta yang tertuang dalam setiap karya.

Sebagai penutup rangkaian acara pada 31 Desember 2025, “Karya Untuk Ibu” juga menyuguhkan aktivitas seru dan interaktif seperti Nge-Wiru Batik yang mengajak pengunjung mempelajari keterampilan melipat kain batik, sekaligus memahami filosofi di balik setiap motif serta tata cara berbatik sebagai upaya melestarikan budaya. Kemudian hasil karya peserta akan ditampilkan di parade kain batik, serta fashion show koleksi Jegeg Bagus UNDIKNAS yang merepresentasikan semangat generasi muda dalam merawat dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.

“Sebagaimana para perajin dan pelaku UMKM perempuan merupakan salah satu penggerak dari ekonomi nasional, kami berharap Pendopo dapat terus menjadi wadah yang mendukung usaha lokal untuk naik kelas, memperluas jangkauan pasar, serta membangun rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kolaborasi dengan HIPPI Bali menjadi bukti bahwa sinergi antara pelaku usaha, komunitas, dan ekosistem ritel mampu menciptakan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif yang berakar pada nilai budaya.” tutup Putu Laura. (ist)