Rai Mantra Minta Seniman Maksimalkan Penampilan Saat PKB

(Baliekbis.com), Guna mempersiapkan Gong Kebyar Dewasa Duta Kota Denpasar dalam dalam memaksimalkan penampilan pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XL (40) pada bulan Juni tahun 2018 mendatang, Sekaa Gong Arsa Winangun, Desa Pakraman Pohgading, Denpasar Utara yang merupakan Duta Kota Denpasar terus melaksanakan pelatihan untuk memantapkan gerakan dan kekompakannya. Dimana pelaksanaan latihan yang diawali dengan kegiatan ‘Nuasen’  pada Selasa, (6/2) di Balai Banjar Anyar Anyar, Desa Pakraman Pohgading.  Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra dan instansi terkait lainya.

Walikota Rai Mantra dalam arahannya mengatakan, dalam persiapan menjelang PKB ke 40 ini, Duta Kota Denpasar khususnya gong kebyar agar terus memantapkan kesiapan, kekompakan gerakan, tarian dan semua yang akan ditampikan pada PKB mendatang. Tidak hanya kesiapan pertunjukan, para duta kota Denpasar juga harus mempersiapkan kesehatan fisik maupun rohani, agar semua berjalan dengan lancar nantinya. “Para Duta Kota Denpasar masih mempunyai waktu kurang lebih lima bulan kedepan sebelum kegiatan PKB dimulai pada bulan Juni 2018 mendatang, untuk itu apa yang nanti akan ditampilkan haruslah matang dan masih bisa diperbaiki kekurangan-kekurangan yang yang dianggap belum sesuai selama waktu pelatihan ini, serta yang paling utama adalah kesiapan mental agar siap dan terlatih”, ungkapnya. Dimana pelatihan-pelatihan kesenian ini jangan hanya dilaksanakan untuk kegiatan PKB saja, melainkan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, sebab ini merupakan sebuah kebudayaan seni yang harus selalu di pertahankan dan di kembangkan terus.

Koordinator Sekaa Gong Arsa Winangun, I Komang Gede Satria Wibawa mengatakaan, sebagai Duta Gong Kebyar Dewasa, Sekaa Gong Arsa Winangun akan membawakan empat materi. Yakni Kebyar Terompong yang akan dibawakan dengan tiga penari, tabuh lelambatan kreasi, tari kreasi dan fragmentari. “Jadi ada empat materi yang akan dibawakan, dan keseluruhanya disesuaikan dengan tema PKB ke-XL yakni ‘Teja Dharmaning Kahuripan’ yang bermakna api sebagai sepirit penciptaan,” ungkapnya.

Sementara, Perwakilan Tim Kesenian, I Nyoman Suarsa mengatakan, Sekaa penabuh Arsa Winangun Pahgading ini sebenarnya sudah dimulai dari anak-anak dalam kegiatan PKB, dan sampai saat ini masih berlanjut. Ini berarti pembinaan di denpasar ini tidak berhenti begitu saja, dan terus berlanjut sampai sekarang kembali mewakil Denpasar dalam ajang PKB. “Kami membina para seniman denpasar bukan hanya untuk PKB saja, melainkan agar bisa terur berlanjut dan bisa digunakan didalam kegiatan seni budaya maupun agama di desa pakraman itu sendiri,” pungkasnya.

Kendati demikian, ada beberepa hal yang perlu dimaksimalkan, yakni pada kebyar duduk yang sekarang ini dilakukan oleh tiga orang yang biasanya dilakukan oleh satu orang, jadi ketiga penari harus kompak selain gerakan yang sudah bagus dan tinggal dipoles sedikit saja. Dan untuk para penabuh, agar selalu siap dan serius dalam kondisi apapun walau jarak pentas masih lama, seperti kata bapak Walikota, mental benar-benar harus disiapkan. (ays)