PT Restu Mulya Mandiri Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas, Bahaya Narkotika dan Antisipasi Kebakaran kepada Sopir dan Kru Bus

(Baliekbis.com), PT Restu Mulya Mandiri menggelar sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas bagi sopir dan kru, bahaya penggunaan narkotika, serta peningkatan kewaspadaan dan keselamatan kerja dalam mengantisipasi bencana kebakaran di lingkungan perusahaan.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini berlangsung di Kantor PT Restu Mulya Mandiri, Jalan Pulau Kawe, Denpasar, Jumat (22/8) dan diikuti puluhan sopir serta kru bus.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan pemahaman dan kesadaran kru terhadap aspek keselamatan, baik dalam menjalankan tugas di jalan raya maupun saat berada di lingkungan kerja.

Owner Transport Restu Mulya, Ketut Edi Dharma Putra mengatakan keselamatan menjadi perhatian penting seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan transportasi.

Menurutnya, perkembangan infrastruktur jalan, termasuk keberadaan jalan tol, turut mendorong peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi bus antarkota.

“Mobilitas orang terus berputar. Dengan perputaran mobilitas ini artinya pertumbuhan transportasi itu pasti ada. Sekarang banyak sekali PO baru bermunculan dan potensi peningkatan penumpang memang ada kecenderungan,” ujar Edi yang juga Direktur Utama Trans Metro Dewata.

Ia mencontohkan perjalanan menuju Yogyakarta yang kini menjadi lebih cepat berkat keberadaan jalan tol. Kondisi tersebut memberikan kenyamanan bagi penumpang karena waktu perjalanan lebih singkat sehingga mereka dapat beristirahat dan melanjutkan aktivitas keesokan harinya. Kendati demikian, menurutnya, perjalanan menuju Jawa masih menghadapi kendala pada penyeberangan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, khususnya saat gelombang laut tinggi.

Terkait keselamatan, Edi menegaskan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK), termasuk memberikan edukasi kepada seluruh kru mengenai tertib berlalu lintas dan bahaya narkotika. Ia menilai penggunaan narkotika oleh kru bus dapat membahayakan keselamatan pengemudi, penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

“Jangan sampai kru kita terkena narkoba. Kalau orang sudah kena narkoba, pulihnya sulit dan belum tentu tuntas, padahal masih ada peluang untuk mengulangi. Makanya, saya akan mengadakan tes urine untuk seluruh kru, sekitar 60 orang, untuk mencegah hal ini,” tegasnya.

Selain narkotika, perusahaan juga memberikan perhatian terhadap penggunaan minuman beralkohol oleh kru, khususnya saat berada di lingkungan garasi. Pengawasan dilakukan melalui CCTV dan petugas keamanan untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar dalam sosialisasi diarahkan pada peningkatan kemampuan kru dalam mengantisipasi dan menangani kebakaran sejak dini. Edi mengatakan kejadian kendaraan terbakar dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk penggunaan perangkat pengisi daya yang tidak aman.

“Sekarang banyak sekali kejadian mobil terbakar. Salah satunya karena charging di mobil. Kalau mengecas HP saja tidak apa-apa, tetapi yang sering menyebabkan ledakan dan kebakaran itu power bank,” jelasnya.

Menurut Edi, setiap bus telah dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, keberadaan APAR harus dibarengi dengan pengetahuan dan keterampilan kru dalam menggunakannya. Karena itu, edukasi dari petugas pemadam kebakaran dinilai penting agar kru tidak panik ketika menghadapi percikan api atau kejadian kebakaran.

“Jangan panik, kalau panik tidak akan menyelesaikan masalah. Setiap bus sudah kita lengkapi APAR. Walaupun kecil, fungsi awalnya bisa kita pakai. Sayangnya, kadang kalau terjadi insiden, kru panik dan tidak tahu cara menggunakannya. Inilah edukasi yang diberikan oleh pihak Damkar,” ujarnya.

Di sisi lain, Edi menyampaikan perkembangan usaha transportasi Restu Mulya yang telah beroperasi sejak 1984. Saat ini, rute dengan peminat tinggi masih didominasi perjalanan menuju Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan otobus lain untuk menghubungkan perjalanan penumpang menuju sejumlah kota di Pulau Jawa.

“PO Restu ini mulai beroperasi sejak tahun 1984. Sudah puluhan tahun, jadi wajar jika harus ada regenerasi. Namun, saya tetap harus turun tangan agar tetap ada aktivitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyoroti pentingnya pengembangan transportasi umum yang terintegrasi di Bali, khususnya melalui penyediaan angkutan pengumpan atau feeder yang terkoneksi dengan Trans Metro Dewata. Menurutnya, keberadaan feeder diperlukan agar masyarakat yang berada di luar koridor utama tetap memiliki akses menuju layanan transportasi umum.

“Perlu kiranya pemerintah daerah, kabupaten, kota membuat feeder, trayek pengumpan. Sehingga ada istilah bahwa trayek utama disuplai oleh trayek cabang maupun trayek ranting. Begitu pula sebaliknya. Jadi terintegrasi angkutan ini,” jelas Edi.

Menurutnya, pengguna Trans Metro Dewata sebenarnya memiliki tren yang terus meningkat. Karena itu, evaluasi terhadap rute dan titik bangkitan penumpang perlu dilakukan secara berkala agar layanan dapat semakin efektif. Saat masih didanai melalui APBN, jumlah armada mencapai 105 unit. Setelah pengelolaan beralih ke APBD, jumlah armada disesuaikan menjadi 75 unit.

Dari enam koridor yang saat ini beroperasi, Koridor 1 dengan rute Tabanan menuju Sentral Parkir disebut memiliki tingkat okupansi yang cukup baik. Pada jam sibuk pagi hari, armada di koridor tersebut bahkan kerap terisi penuh hingga penumpang harus berdiri.

Edi menilai keberadaan transportasi umum sangat penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Jika Trans Metro Dewata mampu mengangkut sekitar satu juta penumpang dalam setahun, maka jumlah tersebut berpotensi mengurangi sekitar 500 ribu pergerakan sepeda motor dengan asumsi satu sepeda motor digunakan dua orang. Kondisi ini dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas dan penggunaan bahan bakar di Bali.

Ia juga menekankan perlunya kepastian dalam pengelolaan angkutan umum agar operator memiliki keberanian melakukan investasi. Salah satu skema yang dinilai dapat mendukung keberlanjutan layanan adalah kontrak multiyears melalui mekanisme buy the service, sehingga operator memiliki kepastian dalam menjalankan layanan.

Selain integrasi trayek, Edi menilai keberadaan halte dan terminal juga perlu diperkuat. Saat ini, fasilitas halte yang tersedia masih terbatas. Beberapa halte telah dibangun, di antaranya di kawasan Sudirman dan Matahari. Menurutnya, penambahan halte penting agar masyarakat dapat menunggu bus dengan aman dan terlindung dari panas maupun hujan.

Dalam aspek pelayanan, sistem pembayaran Trans Metro Dewata saat ini menggunakan kartu uang elektronik dan tidak melayani pembayaran tunai. Perusahaan terus melakukan sosialisasi serta menyediakan loket penjualan kartu di sejumlah titik pemberangkatan, termasuk Bandara dan Terminal Ubung. Sementara bagi penumpang lansia, tersedia tarif khusus dengan syarat melakukan pendaftaran terlebih dahulu agar data dapat dimasukkan ke dalam sistem.

Dalam sesi tanya jawab, turut dibahas sejumlah persoalan operasional di lapangan, di antaranya dugaan penumpang mengisap tembakau di toilet bus serta kondisi jalan yang padat. Terkait hal tersebut, pengemudi dituntut untuk semakin berhati-hati karena mengoperasikan kendaraan berukuran besar di tengah kepadatan lalu lintas.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PT Restu Mulya Mandiri berharap seluruh sopir dan kru semakin memahami pentingnya keselamatan, disiplin berlalu lintas, menjauhi narkotika dan minuman beralkohol saat menjalankan tugas, serta memiliki kemampuan melakukan tindakan awal ketika terjadi keadaan darurat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan transportasi yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab bagi masyarakat. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar