Perkuat Pertanian, Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata, PPIT Bali dan CPFFC Yunnan Tanda Tangani Kerja Sama

(Baliekbis.com), Memperkuat bidang pertanian, pendidikan, perdagangan, dan pariwisata, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok Bali (PPIT Bali) menjalin kerja sama dengan China People’s Association for Friendship with Foreign Countries Provinsi Yunnan (CPFFC Yunnan). Penandatanganan resmi kerja sama tersebut dilakukan oleh Ms. Wang Yu selaku Vice Chairman CPFFC Yunnan dan Agus Maha Usadha, Ketua Harian PPIT Bali sekaligus Ketua NCPI Bali, Rabu (12/8) di Denpasar. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali dan Konsulat Jenderal RRT di Bali.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk lebih memperkuat hubungan persahabatan antara Bali dan Provinsi Yunnan yang sudah terjalin sejak tahun 2003 melalui empat pilar utama, yakni pertanian, pendidikan, perdagangan, dan pariwisata.

Dalam penjelasannya, Agus Maha Usadha menyampaikan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pondasi untuk program berkelanjutan. Lebih lanjut, dalam pertemuan lanjutan, kedua belah pihak menyepakati untuk memperluas ruang kerja sama. Selain sektor pertanian, kerja sama akan dikembangkan secara lebih terintegrasi ke bidang pendidikan melalui program beasiswa dan kerja sama antarkampus di kedua provinsi, perdagangan, serta pariwisata.

Kerja sama PPIT Bali, NCPI Bali dengan CPFFC Yunnan ini diharapkan dapat menjadi jembatan strategis dalam membuka peluang investasi, peningkatan kapasitas SDM, serta promosi budaya dan produk unggulan Bali ke pasar Tiongkok, khususnya Provinsi Yunnan.

Sementara itu, Ms. Wang Yu dalam sambutannya pada Upacara Peluncuran Zona Demonstrasi Kerja Sama Pertanian dan Pariwisata Ramah Lingkungan Provinsi Bali “Heart to Heart, Yunnan Journey” mengatakan, sejak tahun 2024, program “Menghubungkan Hati: Perjalanan Yunnan” telah dilaksanakan di Indonesia untuk pertama kalinya, dengan fokus pada donasi bibit padi organik, pelatihan teknologi penanaman, dan pengembangan infrastruktur pariwisata pedesaan.

Selama dua tahun terakhir, lebih dari 1.000 orang telah mendapatkan manfaat, dengan peningkatan pendapatan tahunan rata-rata lebih dari 20%. Program ini telah menciptakan model bisnis baru seperti “kafe pedesaan” dan pengalaman pertanian, mendorong transformasi dari produksi pertanian tanaman tunggal menjadi ekowisata. Proyek ini berhasil dimasukkan dalam daftar hasil pertemuan tingkat tinggi kedua Forum Global tentang Pembangunan Bersama.

“Fase ketiga proyek yang diluncurkan hari ini merupakan peningkatan bertahap dalam kerja sama antara kedua belah pihak menuju transformasi energi baru. Selama pelaksanaan proyek, kami sangat merasakan ketekunan dan kebijaksanaan masyarakat Provinsi Bali, yang semakin memperkuat keyakinan kami dalam meningkatkan persahabatan dan memperdalam kerja sama,” ujarnya.

Ms. Wang menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Asosiasi Rakyat Provinsi Yunnan untuk Persahabatan dengan Negara Asing telah memfasilitasi pembentukan 119 hubungan kota kembar antara Yunnan dan 39 negara.

“Selama empat tahun terakhir, kami telah menyelenggarakan dan melaksanakan 187 proyek kesejahteraan masyarakat berskala kecil namun indah ‘Perjalanan Yunnan dari Hati ke Hati’ di 24 negara, yang bermanfaat bagi hampir 4,6 juta orang di negara-negara tetangga,” ujarnya.

Sebagai departemen yang berwenang untuk kota kembar internasional Yunnan dan kekuatan utama dalam diplomasi antarmasyarakat, Asosiasi Rakyat Provinsi untuk Persahabatan dengan Negara Asing akan terus menggunakan aksi praktis “berskala kecil namun indah” untuk membangun lebih banyak platform bagi pertukaran antarmasyarakat, kerja sama praktis, pertukaran budaya, dan pertukaran pemuda, memastikan hasil kerja sama bermanfaat bagi lebih banyak orang dan memberikan kekuatan lokal untuk pengembangan kemitraan strategis komprehensif yang sehat antara Tiongkok dan Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap Proyek Kerja Sama Pertanian dan Pariwisata Ramah Lingkungan Provinsi Bali 2026 sukses. “Semoga persahabatan yang mendalam antara Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali berlangsung selamanya,” harap Ms. Wang.

Dalam pertemuan lanjutan setelah penandatanganan kerja sama, kedua belah pihak sepakat untuk langsung menindaklanjuti beberapa program, di antaranya di bidang pertanian, di mana PPIT Bali sudah mengirim pengurus untuk mengikuti program seminar dan kunjungan ke perkebunan kopi modern serta manajemen agribisnis pada September 2026.

Selanjutnya, PPIT Bali akan melakukan kolaborasi dengan kampus di Bali, khususnya fakultas pertanian dan pariwisata, dengan universitas di Yunnan, China, termasuk program beasiswa ke depan. Selain itu, disepakati juga program bisnis, khususnya mengenai peluang teknologi pertanian dan machinery pertanian yang sudah melibatkan teknologi digital, serta menyangkut akses pasar.

Ms. Wang Yu mengaku sangat terkesan dan yakin kolaborasi kerja sama ke depan akan mendekatkan harapan untuk lebih suksesnya program pertanian dan fasilitas penerangan ramah energi, mengingat potensi link pasar yang lebih didekatkan lagi, khususnya di industri pariwisata.

Grup Seni Yunnan dan BWCC

Saat ini, terdapat tiga provinsi di Tiongkok yang telah menjalin hubungan persahabatan dengan Provinsi Bali. Di antaranya, Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali secara resmi menjalin hubungan persahabatan pada tahun 2003, menjadikan Yunnan sebagai provinsi pertama di Tiongkok yang membangun hubungan persahabatan dengan Bali.

Selama lebih dari dua dekade, hubungan antara kedua daerah terus berkembang melalui berbagai bentuk pertukaran dan kerja sama di bidang kebudayaan, pariwisata, pertanian, serta sektor-sektor lainnya.

Grup Seni Provinsi Yunnan juga telah berulang kali berpartisipasi dalam Bali World Culture Celebration (BWCC), turut mempererat hubungan kebudayaan dan persahabatan antara masyarakat Yunnan dan Bali.

Saat ini, hubungan antara Tiongkok dan Indonesia tengah memasuki tahap perkembangan yang semakin komprehensif, mendalam, dan dinamis. Di bawah bimbingan strategis para pemimpin tertinggi kedua negara, marilah kita bersama-sama melanjutkan capaian yang telah diraih, memperkokoh fondasi persahabatan, serta membuka lembaran baru dalam kerja sama bilateral.

Ke depan, kita akan terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan memperluas pertukaran antarmasyarakat di berbagai bidang, guna mendorong hubungan Tiongkok–Indonesia menuju tingkat yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi kedua bangsa dan masyarakat kedua negara.

Tentang PPIT Bali

Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok adalah organisasi yang berperan aktif dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar