Peringati Hari Bumi: The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection Tanam Pohon yang Terinspirasi dari “Panca Maha Bhuta”
Penanaman pohon di Hari Bumi ini terinspirasi dari filosofi Panca Maha Bhuta, yang merepresentasikan keseimbangan lima elemen alam yakni tanah, air, api, udara, dan alam semesta.
(Baliekbis.com), The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection merayakan Hari Bumi dengan aksi nyata penanaman berbagai jenis pohon di Ethnobotanical Garden yang berada di kawasan “The Sanur”, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, Rabu (21/4/2026).
Hadir dalam penanaman tersebut Ed Brea selaku General Manager of The Meru Sanur and Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Caitie Younghwa Lee, Vice President Operations & Customer Relations, serta undangan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga bagian dari langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan melalui upaya pengurangan emisi karbon dari penggunaan dry amenities yang tersedia di setiap kamar The Meru Sanur.
Inisiatif ini mencerminkan dedikasi berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya, sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Inisiatif ini dilaksanakan bersama The Heritage Associates serta karyawan yang telah mendedikasikan puluhan tahun pengabdian sejak era Grand Inna Bali Beach.
Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi luar biasa mereka, The Heritage Associates diundang untuk menyaksikan perkembangan Ethnobotanical Garden serta turut berpartisipasi dalam penanaman pohon, yang melambangkan jembatan antara warisan masa lalu dan keberlanjutan di masa depan.
Berakar pada filosofi Panca Maha Bhuta, setiap elemen dihadirkan secara harmonis dalam kegiatan ini. Berpijak pada Pertiwi (tanah), diwakili oleh tanaman Badung, Kecacil, dan Buni yang melambangkan kekuatan akar, kestabilan hidup, dan energi pembumian yang mengalir.

Apah (air) mencakup tanaman delima, ceruring, dan belimbing buluh, yang merepresentasikan pemurnian, keseimbangan emosi, dan detoksifikasi alami. Menyala dalam Teja (energi), diwujudkan melalui tanaman kepundung merah, asam, dan bila yang melambangkan kekuatan, transformasi, dan semangat hidup.
Bernapas melalui Bayu (udara) menghadirkan tanaman sabo, jeruk bali, dan sentul, memberikan kesegaran, kejernihan, dan prana (energi kehidupan). Terhubung dalam Akasa (ruang semesta) diwakili oleh tanaman kaliasem, kelengkeng, juwet, dan cemara yang melambangkan ketenangan, kesadaran tinggi, dan koneksi spiritual.
Setiap unsur tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari alam, tetapi juga sebagai fondasi keseimbangan hidup manusia. Dipandu oleh kearifan Taru Pramana, warisan pengetahuan penyembuhan tradisional Bali, setiap tanaman yang ditanam dan dirawat menjadi bagian dari perjalanan penyembuhan holistik yang menutrisi tubuh dan menyeimbangkan energi.
Lebih dari sekadar ruang hijau, ini adalah sebuah perjalanan untuk kembali selaras dengan alam, menemukan koneksi yang lebih dalam dengan diri sendiri, dan merayakan harmoni kehidupan secara menyeluruh.
Setiap pohon yang ditanam di Ethnobotanical Garden bukan sekadar penghijauan, melainkan simbol keseimbangan hidup yang berakar pada Pertiwi, mengalir bersama Apah, menyala dalam Teja, bernapas melalui Bayu, dan terhubung melalui Akasa, menghadirkan harmoni Tri Hita Karana dalam sebuah ruang wellness yang hidup.
Menambah makna dari kegiatan Hari Bumi ini, The Meru Sanur juga dengan bangga menerima Sertifikat Pengurangan Emisi Karbon pada tahun 2025 dari GUAVA International, sebuah organisasi global yang berfokus pada pengembangan solusi keberlanjutan yang terukur dan berdampak.
Sertifikasi ini mengakui keberhasilan The Meru Sanur dalam mengurangi emisi karbon sebesar 20 kg CO2e melalui optimalisasi dry amenities kamar yang lebih ramah lingkungan, sebuah langkah nyata dalam mentransformasikan operasional hotel menjadi lebih bertanggung jawab.
Pencapaian ini semakin diperkuat melalui proses verifikasi independen oleh KPMG yang memastikan setiap pengukuran dan pelaporan emisi dilakukan secara transparan, akurat, dan sesuai dengan standar internasional.
Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga bukti konkret bahwa praktik keberlanjutan dapat diintegrasikan secara strategis dalam operasional perhotelan modern.
Melalui kolaborasi ini, The Meru Sanur menegaskan posisinya sebagai destinasi wellness yang tidak hanya berfokus pada pengalaman tamu, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan visi untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi bumi dan generasi mendatang.
“Pada Hari Bumi ini, kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam fondasi dari sebuah ekosistem hidup yang mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan. Ethnobotanical Garden akan menjadi ruang yang bermakna di kawasan The Sanur, di mana alam, penyembuhan, dan komunitas berpadu bagi para tamu, tenant, dan pasien kami,” ujar Caitie Younghwa Lee, Vice President Operations & Customer Relations.
“Memperingati Hari Bumi melalui inisiatif ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan destinasi yang tidak hanya menawarkan keramahan kelas dunia, tetapi juga melestarikan serta merayakan warisan alam dan budaya Bali. Bersama The Heritage Associates, kami bangga dapat melanjutkan sebuah warisan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan melalui aksi yang bermakna,” jelas Ed Brea, General Manager of The Meru Sanur and Bali Beach Hotel, The Heritage Collection.
Lebih dari sekadar ruang hijau, Ethnobotanical Garden dihadirkan sebagai tempat untuk kembali menemukan keseimbangan dengan bumi, dengan diri sendiri, dan dengan kehidupan. “Setiap pohon menjadi simbol harmoni, merepresentasikan esensi Tri Hita Karana dalam sebuah lingkungan wellness yang hidup,” tambah Ed Brea.
Di sela-sela acara, Melody Siagian selaku Director of Marketing Communications The Meru Sanur, Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Bali Beach Convention, mengatakan kegiatan kali ini memang sangat spesial karena mengundang karyawan yang sudah bekerja sejak era Grand Inna Bali Beach.
“Kami menamai kelompok karyawan tersebut Heritage Associates untuk ikut serta memeriahkan Hari Bumi ini. Jadi, kami mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam penanaman pohon di Ethnobotanical Garden yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur ini, yang akan segera diluncurkan. Semoga tidak ada hambatan,” ujar Melody.
Dijelaskan, ada 30 tanaman yang ditanam hari ini. Selain itu, The Meru Sanur juga mendapatkan sertifikat Carbon Emission Reductions dari GUAVA International karena telah menggunakan dry amenities di kamar yang nonplastik.
“Karena memang di Hari Bumi kita harus memberikan sesuatu kepada bumi, bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan hidup ini. Jadi, ini merupakan salah satu inisiatif Hari Bumi untuk menanam pohon. Pohon adalah source of life, sumber kehidupan. Dengan adanya pohon, emisi karbon CO2 di udara dapat berkurang, dan udara menjadi lebih bersih,” jelasnya.
Ethnobotanical Garden yang luasnya 5 hektare saat ini memiliki sekitar 200 tanaman obat dan tanaman langka dari total luas kawasan sekitar 41 hektare. Ke depannya, tanaman obat tersebut akan dimanfaatkan untuk spa dan restoran yang nantinya ada di Ethnobotanical Garden, serta menjadi sarana edukasi bagi tamu.
Tentang GUAVA International
GUAVA International adalah pemimpin global dalam menghadirkan pengalaman berkelanjutan yang dapat dikembangkan secara luas (scalable). Perusahaan ini bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pemerintah, destinasi wisata, jaringan hotel internasional, maskapai penerbangan, perusahaan pelayaran, serta korporasi multinasional untuk mengubah keberlanjutan dari sekadar pusat biaya menjadi pendorong nilai, pendapatan, dan pengalaman tamu.
Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi nirlaba, museum, dan lembaga konservasi alam terkemuka, GUAVA International menghadirkan produk, solusi, dan pengalaman tamu yang inovatif untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan loyalitas pelanggan, sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas lokal. (ist)

