Pelantikan Pengurus DPW NCPI Bali, Gubernur Koster: Kontribusi Pariwisata Capai 66 persen, Jadi Harus Dirawat Baik-baik

(Baliekbis.com), Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali mencapai 66 persen. Karena itu pariwisata Bali harus dirawat baik-baik.

Demikian disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW NCPI Bawa Cita Pariwiwisata Indonesia) Bali periode 2025-2030, di Bali Internasional Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Rabu (18/2/2026).

Acara pelantikan yang dihadiri mantan Gubernur Bali dua periode Made Mangku Pastika, mantan Wagub Bali yang juga Ketua PHRI Bali Cok Ace serta puluhan tokoh dan praktisi pariwisata dirangkai dengan Seminar Bali Economic Investment Forum 2026 bertema “Penguatan Investasi Hijau menuju Indonesia Emas 2045” dengan menghadirkan sejumlah narasumber.

Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya sekaligus membuka BEIF 2026 mengingatkan tantangan serius yang dihadapi Bali mulai dari penyusutan lahan, alih fungsi sawah, hingga ketergantungan pangan dari luar daerah.

“Tadinya, luas Bali 5.640 kilometer persegi, sekarang jumlah lahan Bali berkurang, bahkan jumlah sawah juga menyusut. Kalau tidak kita kendalikan, alih fungsi lahan ini akan mengancam sumber pangan dan subak kita semakin tergerus. Saya tidak ingin Bali bergantung pada sumber pangan dari luar karena itu membahayakan,” ucapnya.

Ia menegaskan prioritas pemerintah daerah ke depan adalah memastikan kebutuhan pangan, air, dan energi dapat dipenuhi secara mandiri di Bali.

Disisi lain, pertumbuhan ekonomi Bali tetap kuat dengan capaian 5,82 persen dan kunjungan wisatawan asing mencapai 7,05 juta orang yang dipantau melalui Bandara Ngurah Rai.

“Bali itu tidak sepi. Saya terus pantau jumlah wisatawan ke Bali wisatawan datang berapa dan pergi berapa melalui Bandara Ngurah Rai. Itu 7,05 juta adalah angka capaian tertinggi selama wisatawan asing berada di Bali. Jadi, tiap hari saya pantau dengan GM Angkasa Pura,” kata Gubernur Koster.

“Jangan main-main dengan Bali. Kecil pulaunya, kecil penduduknya, tapi khasiatnya besar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali mencapai 66 persen. Karena itu pariwisata Bali harus kita rawat baik-baik,” tambahnya.

Menurutnya, 66 persen sumber ekonomi Bali berasal dari aktivitas pariwisata secara keseluruhan. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan di Bali harus kompak menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Gubernur mengajak Dewan Pengurus Wilayah NCPI Provinsi Bali untuk bersama-sama merawat ekosistem pariwisata Pulau Dewata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Gubernur mengatakan saat ini tengah intens berkoordinasi dengan sejumlah menteri di Jakarta, termasuk Menteri Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Perhubungan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Bali.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2024, sumbangan devisa dari Bali tercatat mencapai Rp167 triliun. Sementara total devisa nasional pada tahun yang sama sebesar Rp312 triliun. Artinya, sekitar 53,6 persen devisa nasional berasal dari Bali.

Meski kontribusinya besar terhadap nasional, Koster menilai pembangunan infrastruktur melalui APBN masih bersifat normatif dan belum memperhitungkan kebutuhan spesifik daerah seperti Bali.

“Saya lama di Badan Anggaran DPR selama tiga periode. Belum ada rumusan yang memperhatikan kebutuhan daerah secara spesifik sesuai karakter daerah,” tandasnya.

Koster menegaskan, Bali secara alami berkembang menjadi destinasi wisata dunia dan berkontribusi besar terhadap Indonesia. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat tidak membiarkan Bali menghadapi tantangan pembangunan sendirian. “Bali tidak mampu membangun infrastruktur skala besar hanya dengan APBD,” tegasnya.

Ketua Umum DPP NCPI Gusti Kade Sutawa menegaskan kepengurusan baru harus selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Dengan dilantiknya pengurus NCPI Bali, ia harapkan segera bisa bekerja untuk mendukung semua program-program apa yang pak Gubernur Bali sudah canangkan. “Jadi, NCPI Bali harus mendukung semua kebijakan Pak Gubernur Bali,” kata Gusti Kade Sutawa.

Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha menilai BEIF menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi investasi hijau sekaligus menjawab persoalan infrastruktur dan pengelolaan sampah.

“Kunci Bali semuanya itu di insfratruktur. Kalau kita bicara jumlah kunjungan wisatawan ke Bali 7,05 juta kemarin itu sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi,” kata Agus Maha Usadha.

Forum ini juga menyoroti meningkatnya persaingan regional dengan destinasi Asia Tenggara lain yang berkembang sebagai pusat distribusi wisata.

Ia mengatakan kunjungan wisatawan ke Bali pada tahun 2025 sebesar 7,05 juta, berpotensi bisa ditingkatkan jika didukung infrastruktur memadai.

Lebih jauh, Agus menambahkan melalui Bali Economic Investment Forum 2026, pihaknya ingin menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan pariwisata. “Mari kita bersatu menjaga Bali, agar ekonomi bisa terus bertumbuh,” jelasnya.

Forum tersebut menjadi momentum untuk membangun kesamaan arah antara pelaku usaha, pemerintah, dan organisasi di bawah Kadin guna memperkuat posisi tawar strategis Bali di tingkat nasional.

“Kita ingin menyuarakan visi yang sama dan mendampingi pemerintah menjadi strategic bargaining untuk pusat. Infrastruktur ini harus kita dorong bersama, hand in hand seluruh stakeholder,” tandasnya.

Agus Maha kembali terpilih sebagai Ketua NCPI Bali masa bhakti 2026-2031 berdasarkan hail musyawarah mufakat pada Jumat (19/12/2026). Dalam kepengurusan Agus Maha didampingi Agus Mulyadi sebagai Wakil Ketua, Sekretaris Febe Lie Indah Rahayu dan Made Karyani sebagai Bendahara. (ist)