Pameran Tunggal Handy Saputra “Dialog Between the Moon and Its Halo” di Santrian Art Gallery Sanur
(Baliekbis.com),Santrian Art Gallery menghadirkan ruang apresiasi seni berupa pameran tunggal seniman Handy Saputra yang bertajuk “Dialog Between the Moon and Its Halo” pada Jumat (6/11/2026) di Santrian Art Gallery Sanur, Denpasar.Pameran yang berlangsung hingga 31 Desember 2026 ini mengajak pengunjung menyelami beragam narasi visual yang merefleksikan fenomena kehidupan, hubungan antarmanusia, dinamika sosial, hingga persoalan filosofis dan psikologis.Karya-karya Handy menghadirkan figur manusia, topeng, totem, hingga representasi binatang dengan bentuk deformasi yang terkadang terlihat lucu, misterius, sekaligus menghadirkan kesan sureal. Pameran ini menghadirkan metafora hubungan antara bulan dan lingkaran cahaya atau halo yang saling melengkapi dan menjaga keindahan satu sama lain.
Pameran yang berlangsung hingga 31 Desember 2026 ini mengajak pengunjung menyelami beragam narasi visual yang merefleksikan fenomena kehidupan, hubungan antarmanusia, dinamika sosial, hingga persoalan filosofis dan psikologis.
Karya-karya Handy menghadirkan figur manusia, topeng, totem, hingga representasi binatang dengan bentuk deformasi yang terkadang terlihat lucu, misterius, sekaligus kesan sureal. Pameran ini menghadirkan metafora hubungan antara bulan dan lingkaran cahaya atau halo yang saling melengkapi dan menjaga keindahan satu sama lain.
Karya-karya Handy menghadirkan figur manusia, topeng, totem, hingga representasi binatang dengan bentuk deformasi yang terkadang terlihat lucu, misterius, sekaligus menghadirkan kesan sureal.
Melalui karya-karyanya, Handy mengajak pengunjung untuk tidak hanya melihat fenomena dari permukaan, tetapi juga merefleksikan kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Eksplorasi visualnya menghadirkan figur-figur manusia, makhluk imajinatif, objek simbolis, serta bentuk-bentuk abstrak yang membuka ruang interpretasi bagi setiap penikmat seni.
Dikenal dengan pendekatan Art Brut (Raw Art) dan Outsider Art, Handy Saputra menghadirkan karakter karya yang ekspresif, spontan, dan penuh energi. Ia mengeksplorasi berbagai medium, mulai dari tinta Tiongkok di atas kertas, cat akrilik di atas kanvas, litografi, seni cetak, hingga ukiran kayu. Pendekatan artistiknya yang otodidak menghasilkan karya-karya dengan ekspresi visual yang bebas dari batasan estetika konvensional.
Sejumlah karya yang ditampilkan mengangkat beragam tema kehidupan. Di antaranya Welcoming an Angel yang mempertemukan gambaran sakral dengan kompleksitas kehidupan duniawi, All Creatures Speak the Same Language – Praise yang merefleksikan kesamaan naluri dan keberadaan seluruh makhluk, serta Match Making in China yang menyoroti dinamika sosial dan beban emosional dalam tradisi perjodohan. Karya lainnya, seperti Remembering You, mengeksplorasi ingatan dan nostalgia keluarga melalui pendekatan visual yang ekspresif.
Melalui pameran ini, Handy Saputra menunjukkan perkembangan perjalanan kreatifnya, dari eksplorasi batin menuju pengamatan yang lebih terbuka terhadap berbagai fenomena di sekelilingnya. “Dialog Between the Moon and Its Halo” sekaligus menjadi undangan bagi masyarakat dan pencinta seni untuk menikmati karya seni kontemporer yang tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi mengenai kemanusiaan, kehidupan sosial, dan hubungan manusia dengan dunia di sekitarnya.
Sebagian besar lukisan yang dipamerkan merupakan karya terbaru sepanjang 2026 dengan eksplorasi medium akrilik di atas kanvas serta teknik seni cetak atau printmaking. Pameran ini menjadi perjalanan ketiga Handy dalam dunia seni rupa setelah sebelumnya menggelar pameran di Rumah Sanur pada 2020 dan Sika Gallery pada 2025.
Di balik eksplorasi artistiknya, The Moon and Its Halo turut membawa pesan tentang pentingnya seni dalam kehidupan manusia. “Seni bukan sekadar aktivitas kreatif, tetapi juga ruang terapi untuk melepaskan kejenuhan, menyegarkan pikiran, dan menjaga sisi kemanusiaan di tengah kesibukan dunia usaha. Seni merupakan salah satu alat untuk membantu mengasah sisi kemanusiaan kita,” ungkapnya.(ist)


Leave a Reply