Pameran Filateli International di Bali, Hadirkan Surat Terpanjang di Dunia Karya Imam Muhayat
(Baliekbis.com), Pameran Filateli Internasional di Bali menghadirkan surat terpanjang di dunia karya H. Imam Muhayat. Eksibisi Filateli Internasional yang terselenggara atas kerja sama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar dan Al Hayat Foundation resmi dibuka pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Grand opening Eksibisi Filateli Internasional yang digelar di Aula STAI Denpasar ini dihadiri masyarakat, lintas agama, sivitas akademika, dan para jurnalis.
Hadir pada kesempatan tersebut Waket III, Dr. Sudarsono; Ketua MUI Provinsi Bali, Drs. H. Mahrusun, M.Pd.I.; staf Pos Indonesia Renon, Fitri; Direktur Lembaga Pendidikan Al-Ma’ruf Modern Denpasar; serta akademisi dan advokat Prof. Dr. Nurianto RS, S.H., S.T., M.H., Ph.D.
“Tentu saya berharap eksibisi Filateli Internasional memberikan manfaat yang berkaitan dengan akademis, historis, dan lain sebagainya. Karena filateli bernilai sejarahnya. Saya berterima kasih kepada STAI Denpasar yang telah memberikan ruang dan support atas terselenggaranya pameran ini,” ujar H. Imam Muhayat.
“Kalau surat terpanjang di dunia itu sudah tercatat di Museum Rekor MURI. Dalam proses penciptaannya saya hitung kurang lebih 1.001 malam. Terbitan seri perangko, meterai tempel, meterai kertas, postcard, surat-surat filateli, dan benda-benda filateli menjadi media kajian tafsir-tafsil dalam Hermeneutics Filateli nasional dan internasional,” jelas dosen senior di STAI Denpasar ini.
Prof. Dr. Nurianto RS, S.H., S.T., M.H., Ph.D. mengatakan begitu penting acara ini sebagai ajang silaturahmi selain kegiatan kognitif akademik. Tercermin nilai-nilai inovatif, kreatif, dan solutif dalam berbagai sektor kehidupan pada proses perspektif bedahan berfilateli ini.

Prof. Nurianto juga terkesan dengan surat terpanjang di dunia karya Imam Muhayat. Menurutnya, proses inovasi dan kreatif memerlukan waktu yang sangat panjang.
“Tentu perlu proses panjang dan kesabaran,” sambungnya.
“Sebuah produk karya tidak hanya bernilai selembar sertifikat penghargaan, lebih daripada itu bermakna rentang cermin panjang yang dapat menjadi wahana edukasi kapan waktu yang tepat dihadirkan.
“Benar, Pak Imam Muhayat mengambil keputusan tepat dengan tidak hanya menerima sertifikat asli, kemudian menyerahkan bukti karya tersebut untuk koleksi museum yang ada di Indonesia. Jika hal tersebut terjadi, tentu hari ini tidak bisa kita saksikan bersama lewat Eksibisi Filateli Internasional yang diselenggarakan di STAI Denpasar hari ini,” pungkasnya.
Di tengah-tengah acara berlangsung, seorang perupa senior Bali, Teguh Ritma Iman, membuat sket di atas dua lembar kertas. Hasil karyanya tersebut dihadiahkan kepada Prof. Nurianto dan Imam Muhayat.
“Pameran kali ini terdapat prangko separatif dari suratnya, 307 prangko dalam negeri dan 301 prangko luar negeri dari sejumlah belahan benua di dunia yang dilakukan filatelis sendiri, Imam Muhayat,” kata Ketua Panitia Pameran Filateli Internasional, Kambali Zutas.
“Surat tercatat dalam negeri sebanyak 18 lembar dan berasal dari luar negeri berjumlah 13 lembar. Sedangkan meterai tempel berjumlah 31 dan kertas meterai dua lembar. Dalam bentuk postcard dalam negeri berjumlah lima buah, dan dari luar negeri satu lembar,” ujarnya.
Kambali menambahkan, eksibisi dalam Falsafah Hermeneutics dalam Khazanah Sejarah Dunia Filateli Imam Muhayat 2026 di STAI Denpasar ini juga sebagai aktualisasi tafsir atas berbagai bentuk fenomena ruang kehidupan.
Sebagai wujud tafsir dari perspektif filatelis sendiri, tentu terdapat berbagai bidikan menyangkut konsepsi intelektual, sosial, kinestetik moralis, dan spiritual-religi internal yang tidak kehilangan referensi keagungan karakter, literasi atas fondasi kinerja yang profesional dalam berbagai bidang, selain tidak menisbikan tafsir lain di luar diri, yang tentu disadari masih lebih banyak yang memuat edukatif dan konstruktif lainnya.
Dijelaskan, pameran ini bagian dari momentum semarak 81 Tahun Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Pelaksanaan berlangsung pada Sabtu (15/8) sampai dengan Sabtu (22/8).
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dari kalangan jurnalis dan PT Pos Indonesia Bali,” kata Kambali.
Pada akhir agenda acara Eksibisi Filateli Internasional, Direktur Lembaga Pendidikan Al-Ma’ruf Modern Denpasar, Dr. Jumari, S.Pd., M.Pd., mewakili yayasan memberikan penguatan semangat sukses pelaksanaan acara dan bermanfaat bagi masyarakat. Acara ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Provinsi Bali, Drs. KH. Mahrusun, M.Pd.I. (ist)


Leave a Reply