Momentum Tumpek Uduh 2026, Yayasan Jati Nusa Lestari menggelar Program “Satu Desa Satu Hutan” di Desa Adat Besan
(Baliekbis.com), Dalam rangka memperingati Hari Raya Tumpek Uduh yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2026, Yayasan Jati Nusa Lestari menyelenggarakan kegiatan peluncuran dan implementasi program Satu Desa Satu Hutan Jati Nusantara yang dipusatkan di kawasan Puncak Sari, Pura Puseh, Desa Adat Besan, Bali.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Jati Nusa Lestari dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan berbasis budaya, spiritualitas, dan pendidikan masyarakat. Momentum Tumpek Uduh dipilih karena memiliki makna mendalam dalam filosofi kehidupan masyarakat Bali sebagai hari penghormatan terhadap tumbuhan, pepohonan, dan alam semesta. Tradisi ini juga merupakan implementasi nyata nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
Melalui program Satu Desa Satu Hutan, Yayasan Jati Nusa Lestari mendorong terbentuknya kawasan hijau berbasis masyarakat adat dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi model konservasi lingkungan yang tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran ekologis dan penguatan budaya lokal. Lokasi penananam dilakukan di pinggir tebing, sebagai bagian dari mitigasi bencana untuk mencegah terjadinya longsor pada kontur tanah di lingkungan desa.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelaksanaan program Sekolah Alam Jati Nusantara bersama SDN Besan yang melibatkan siswa-siswi dalam edukasi lingkungan, pengenalan ekosistem hutan, serta praktik penanaman pohon secara langsung. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian terhadap alam sejak usia dini sekaligus memperkuat hubungan generasi muda dengan warisan budaya dan lingkungan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Guru Osila selaku perwakilan SDN Besan sekaligus pelopor penggerak pelestarian lingkungan di Desa Besan turut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada para siswa di luar ruang kelas.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran anak-anak terhadap lingkungan sejak dini. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan dan budaya Bali,” ujar Pak Guru Osila.
Ketua Yayasan Novi Dwi Jayanti menyampaikan bahwa gerakan “Satu Desa Satu Hutan” merupakan langkah nyata dalam membangun masa depan desa yang lestari melalui kolaborasi antara masyarakat adat, lembaga pendidikan, komunitas lokal, dan generasi muda.
“Tumpek Uduh bukan hanya seremoni budaya, tetapi momentum untuk mengingat kembali hubungan suci manusia dengan alam. Melalui program Satu Desa Satu Hutan dan Sekolah Alam, kami ingin menghadirkan gerakan kolektif menjaga bumi dimulai di desa dan dilakukan oleh generasi muda untuk alam Bali dan Indonesia,” ujar Ketua Yayasan.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Puncak Sari, Pura Puseh, Desa Adat Besan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai desa lainnya di Bali maupun wilayah Nusantara.
Tentang Yayasan Jati Nusa Lestari
Yayasan Jati Nusa Lestari merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang lingkungan, pendidikan, kebudayaan, dan mitigasi bencana berkelanjutan dengan pendekatan berbasis kearifan Nusantara.

