Kunjungi CV TaGaShi, Dr. Mangku Pastika,M.M. Dorong Pengusaha Jadikan Buleleng Sentra Industri Kreatif

(Baliekbis.com), Kayu dan bambu menjadi bahan andalan untuk aneka perabotan rumah tangga yang dikembangkan CV TaGaShi. Selain menjadi hiasan ruangan juga peralatan dapur (kitchenware) yang bernilai ekonomi tinggi.

Menurut Direktur CV TaGaShi Kadek Putrawan, ia memanfaatkan kayu jati dan bambu menjadi aneka produk multiguna yang diekspor ke sejumlah negara.

“Produk untuk peralatan dapur paling banyak disukai warga Jepang, Korea serta beberapa negara lainnya. Selain alami, produk dengan bahan kayu dan bambu tahan lama dan artistik,” ujar Putrawan saat menerima kunjungan Anggota DPD RI Dapil Bali Dr. Made Mangku Pastika,M.M., di tempat produksinya Kerobokan Badung, Kamis (27/4).

Kadek Putrawan

Dalam kunjungan lapangan yang mengangkat tema “Pemanfaatan Kayu dan Bambu sebagai Produk Ekonomi Kreatif: Tantangan dan Solusi Pemasaran”, Mangku Pastika didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja.

Putrawan menuturkan bisnisnya dengan branding ‘Taga’ yang artinya ‘enjoy’ dan ‘berusaha’ itu dirintis sejak tahun 2002 dengan pasar utama buyer Jepang. Ia memilih bahan baku kayu (jati) dan bambu karena bahan tersebut tidak sulit didapat dan kuat sehingga bisa tahan lama. “Apalagi di Bali sangat banyak ada bambu. Kalau kayu jati dipasok dari Perhutani agar terjaga kualitasnya,” jelas Putrawan yang mengaku sebelumnya sempat bekerja bersama orang Jepang ini.

Selain itu, dengan menggunakan kayu dan bambu sekaligus membantu mengurangi limbah dari produk plastik.
Menurutnya dengan bahan kayu dan bambu pilihan, barang yang dihasilkan bisa lama dipakai bahkan seumur hidup. “Kita selalu berinovasi agar bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Putrawan.

Melihat potensi besar tersebut, Mangku Pastika bahkan mendorong agar Putrawan agar mau mengembangkan usahanya ke kampung halamannya di Singaraja. Usaha ini bisa berdayakan SDM lokal juga sumber daya alamnya.

“Kalau mau di Buleleng saya siapkan tempat, termasuk modal bisa kerja sama. SDM Buleleng bagus ini terbukti banyak yang kini kerja di luar. Bahan bakunya juga banyak. Kalau bisa bangun di Buleleng akan lebih efisien baik waktu dan cost,” ujar Mangku Pastika.

Untuk pasar dikatakan tidak masalah, sebab dengan teknologi digital bisa dilakukan dari mana saja. Jadi perlu dekatkan pada pekerja dan bahannya. Membangun usaha harus integrated dan holistik. “Bikin Buleleng jadi sentra industri kreatif.
Pasarnya bisa di Badung yang banyak turisnya atau daerah lain,” tandas mantan Gubernur Bali dua periode ini. (bas)