Jimbafest Pekan CERIA Digelar, Ratusan Siswa SD Jimbaran Tuangkan Impian Lewat Lomba Mengarang

(Baliekbis.com),Sekitar dua ratus anak sekolah dasar di  Jimbaran Badung diajak menuangkan gagasan dan impian mereka tentang masa depan desa melalui lomba mengarang bertema “Impianku untuk Desa Jimbaran yang Terbaik”, Kamis (29/10). Kegiatan yang melibatkan siswa kelas IV hingga VI SD dari sekolah yang ada di kawasan Jimbaran ini menjadi bagian dari Jimbafest Presents: Pekan CERIA di Jimbaran Hub.

Pekan CERIA (Children and Environment: Stories of Sustainability) digelar untuk mendorong kreativitas anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan sejak dini. Melalui tulisan, anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan harapan mengenai Jimbaran yang lebih baik.

Selain lomba mengarang, pembukaan Pekan CERIA juga diisi penampilan angklung dari SLB Negeri 1 Badung serta lokakarya interaktif, mulai dari pengenalan Asta Kosala Kosali, Terra Cards, literasi finansial bersama blu by BCA Digital, hingga sesi Read Aloud.

Kegiatan ini digagas Yayasan Jimbaran Hijau bersama UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung serta Desa Adat Jimbaran. Pekan CERIA menjadi bagian dari gerakan edukasi lingkungan dan budaya yang mengarah pada penyelenggaraan Jimbafest 2027.

CEO dan Founder Jimbaran Hijau, Dr. Putu Agung Prianta, B.Eng (Hons.), MA, MH, menekankan pentingnya keotentikan dalam membangun ruang hidup.

“Kami membangun Jimbaran Hijau dengan visi keotentikan sebagai kawasan ‘live and learn’ yang berakar kuat pada ide keberlanjutan. Pekan CERIA adalah wujud nyata bagaimana ruang publik dapat menjadi wahana belajar yang hidup bagi generasi penerus,” ujarnya.

Tak hanya merayakan kreativitas anak, Pekan CERIA juga menghadirkan ruang dialog kritis dan solutif melalui serangkaian talkshow inspiratif dan NGO Showcase. Acara ini mempertemukan publik dengan berbagai gerakan nirlaba seperti Five Pillar Initiative, Bersama Adya, Terratide, Maha Bhoga Marga, Rotary Club District 3420, Yayasan Penyu Indonesia, Umah Pupa, Suaka dari Youth Urban Participation, hingga Green Books.

Agung yang juga Founder Natadesa Resort Residence ini
menambahkan bagi Jimbaran Hijau, acara ini sejalan dengan visinya sebagai kawasan yang memfasilitasi pembelajaran sepanjang hayat, atau lifelong learning.

“Selama 13 tahun, Jimbaran Hijau konsisten menanamkan kepedulian lingkungan dan pendidikan karakter hijau kepada anak-anak sejak dini,” ujar Agung.

Jimbaran Hijau juga mengajak lembaga nirlaba, komunitas, dan pemerintah berkolaborasi membangun ekosistem kawasan yang sirkular dan berkelanjutan.

Di tengah laju pembangunan, menjaga keotentikan Bali tetap menjadi pegangan. “Pembangunan modern harus berjalan seimbang dengan akar budaya dan kelestarian alam, sesuai filosofi Tri Hita Karana,” tegasnya.

Pekan CERIA menjadi momentum aksi nyata bersama yang bakal dirayakan puncaknya pada Jimbafest 2027. Ini adalah langkah selanjutnya dengan harapan anak-anak Jimbaran tumbuh sebagai penjaga alam dan budayanya sendiri.

Jimbaran Hijau mengusung pembangunan berkelanjutan di Bali Selatan dengan nilai Tri Hata Karana, mengubah kawasan yang sebelumnya kering menjadi pusat pariwisata hijau (green tourism dan quality tourism).
Berbagai topik mulai dari konservasi ekologi, restorasi lingkungan, hingga gagasan kota sirkular dibedah bersama para ahli dan pegiat.

Ketua Yayasan Jimbaran Hijau, Yusea Eka Prasetya, mengatakan pelibatan anak-anak dalam pendidikan lingkungan merupakan bagian dari komitmen Jimbafest. “Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keberlanjutan diharapkan tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari generasi muda,” ujarnya.

Tahun ini, perhatian diarahkan pada sektor pendidikan melalui lomba mengarang. Sebelumnya, Jimbafest juga menghadirkan berbagai kompetisi, seperti menggambar, menari, dan baleganjur.

“Setiap tahun kami mengeksplorasi tantangan yang ada dan mencari format terbaik untuk mewadahi berbagai isu tersebut. Tentunya, kegiatan ini tidak bisa lepas dari kolaborasi dengan UMKM, organisasi nirlaba, NGO, serta masyarakat sebagai pelaku utama,” jelasnya.

Ia menegaskan, Jimbafest merupakan kegiatan yang dibangun dari dan untuk masyarakat. Melalui kolaborasi berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong Desa Jimbaran menjadi lebih baik dari tahun ke tahun sekaligus memberikan dampak positif bagi Bali secara keseluruhan.

Ketua Dewan Juri Lomba Mengarang, Yudha Bantono, mengapresiasi gagasan dan imajinasi peserta yang dituangkan dalam tulisan. Karya-karya tersebut mencerminkan harapan serta kepedulian anak-anak terhadap masa depan Desa Jimbaran.

Selain kegiatan edukasi, Pekan CERIA menghadirkan talkshow dan NGO Showcase yang melibatkan sejumlah organisasi nirlaba. Berbagai isu dibahas, mulai dari konservasi ekologi, restorasi lingkungan hingga konsep kota sirkular.

Rangkaian acara berlanjut pada 30–31 Oktober 2026 melalui Jimbaran Weekend Market Special Edition. Pengunjung dapat menikmati pasar lokal, mengikuti lokakarya seni seperti Cake Painting, Beading Party, dan pembuatan bandana Halloween, serta menyaksikan hiburan musik dan penampilan DJ.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jimbaran Hub menjadi ruang interaksi bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat kesadaran terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang diterapkan dalam kurikulum saat ini, terutama melalui kemitraan dalam pembelajaran.

Jimbaran Hijau dinilai turut mendukung dunia pendidikan dengan menyediakan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan gagasan tentang lingkungan tempat tinggal mereka.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi dikenal lebih luas. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar