ITB Stikom Bali Mendukung Penuh Mantan Wakil Rektor Didiksa Menjadi Sulinggih
(Baliekbis.com), Sosok akademisi yang dikenal luas di dunia pendidikan tinggi Bali, Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana, mantan Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, resmi menjalani Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih pada Redite Umanis Merakih, Minggu (4/1/2026). Upacara suci ini dilaksanakan di Banjar Dinas Desa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dan berlangsung dengan penuh khidmat.
Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih juga diikuti oleh sang istri, Ida Bhawati Pasek Lily Marheni, sebagai bagian dari prosesi penyucian dan pengukuhan untuk menjalani swadharma sebagai sulinggih. Kehadiran mantan Wakil Rektor III STIKOM Bali dalam prosesi ini menjadi perhatian, mengingat perjalanan hidup beliau yang sebelumnya banyak diabdikan di dunia akademik dan pendidikan tinggi.
Prosesi upacara dipuput oleh sejumlah sulinggih terkemuka di Bali. Bertindak sebagai Pinaka Nabe Napak adalah Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Sandhika Yoga dari Griya Sunia Amertha Tengah Padang, Denpasar. Pinaka Nabe Waktra dipercayakan kepada Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda dari Griya Mumbul Sari Serongga, Gianyar. Sedangkan Pinaka Nabe Saksi diemban oleh Ida Pandita Mpu Nabe Siwananda Wira Dharma Jaya Dangkara dari Griya Santhi Bhuwana Asram, Mayong, Buleleng.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA ini dihadiri para sulinggih, jro mangku, Bupati Buleleng beserta jajarannya, tokoh masyarakat adat, dinas, serta krama dan semeton Pasek dari berbagai daerah. Hadir juga Pembina Yayasan Widya Dharma Santi Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA.; Ketua Yayasan Widya Dharma Santi Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak.; Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan; serta jajaran pimpinan dan civitas akademika STIKOM Bali. Kehadiran unsur pimpinan yayasan dan perguruan tinggi tersebut mencerminkan kedekatan dan penghormatan dunia pendidikan terhadap pengabdian spiritual yang dijalani Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Made Bandem, MA., menyampaikan apresiasi atas perjalanan hidup dan pengabdian Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana, khususnya selama menjabat Wakil Rektor III STIKOM Bali. Prof. Bandem menilai beliau sebagai sosok profesional yang kreatif, inovatif, menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan keteladanan, serta banyak mencetuskan ide dan terobosan cerdas untuk memajukan ITB STIKOM Bali. Rektor ITB STIKOM Bali juga menyampaikan doa dan harapan agar Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana beserta istri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan lahir-batin, serta mampu mengemban swadharma dengan penuh kebijaksanaan demi kemajuan umat dan masyarakat Hindu di Bali, Nusantara, dan dunia.
Rangkaian upacara berjalan sesuai tuntunan sastra dan dresta, sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan penghormatan kepada Ida Batara Kawitan. Prof. Bandem menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih ini, Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana dan Ida Bhawati Pasek Lily Marheni diharapkan mampu mengabdikan diri sepenuhnya dalam bidang spiritual serta memberikan tuntunan dharma bagi umat Hindu dan masyarakat luas.
Pihak PHDI Kabupaten Buleleng menyatakan bangga karena berdasarkan penilaian Sisya Turiksa dari MGPSSR Buleleng dan Diksa Pariksa dari PHDI Buleleng, Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana dan Ida Bhawati Lily Marheni dinyatakan sebagai calon sulinggih terbaik. Setelah prosesi Diksa Nyeda Raga selesai, PHDI Buleleng menetapkan Abhiseka bagi Ida Bhawati I Made Sarjana sebagai Ida Pandita Mpu Acharya Sandhikajaya Nanda, sedangkan Ida Bhawati Lily Marheni mendapat abhiseka sebagai Ida Pandita Mpu Istri Sandhikajaya Nanda.
Sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan pimpinan ITB STIKOM Bali, pada sesi penutupan upacara, secara simbolis Pembina dan Ketua Yayasan WDS serta Rektor ITB STIKOM Bali menyerahkan punia CSR berupa superangkat Siwa Krana (pakaian kebesaran sulinggih dan alat-alat upakara sulinggih), yang diikuti penyerahan punia dari Bupati Buleleng. (ist)

