‘Groundbreaking’ Resor Ultra-Luxury VASA UBUD Dimulai, Dibangun dengan Investasi Rp1 Triliun

(Baliekbis.com), VASA secara resmi melebarkan sayap
prestisiusnya ke Pulau Dewata dengan melakukan Groundbreaking Resor Ultra-Luxury VASA Ubud, Jumat (17/7).

Resor di atas lahan seluas 7,39 hektar tersebut dibangun dengan investasi Rp1 triliun yang digarap kontraktor PT. China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama.

“Kita pakai kontraktor dari Cina karena bisa lebih cepat, harga yang kompetitif serta pengerjaannya tetap menggunakan tenaga lokal,” ujar Hermanto Tanoko selaku Komisaris Utama PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk./RISE didampingi Devina Konatra (CEO VASA) dan Herman Heryadi Bunjamin selaku Direktur RISE saat upacara Groundbreaking VASA UBUD.

Prosesi peletakan batu pertama ini dihadiri jajaran direksi VASA dan manajemen RISE, bersama konsorsium profesional papan atas yang
bersinergi dalam pembangunan, di antaranya PT. China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama, Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape Consultant), Hadiprana (Interior & Lighting Consultant), Benjamin Gideon & Associates (Structural Engineer), Makesthi Enggal Engineering (MEP Consultant) serta Rekagriya (Quantity Surveyor). Turut pula hadir dalam upacara tersebut Camat Payangan I Wayan Widana,S.STP dan tokoh adat setempat.

Langkah VASA tersebut tidak terlepas dari sukses VASA Hotel sebagai ikon kemewahan bintang lima di Surabaya serta menyusul soft opening VASA Suite di pusat Kota Surabaya tahun ini.

Aksi korporasi strategis ini menandai langkah ekspansi masif dari PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk. (TANRISE) selaku perusahaan induk dengan kode emiten RISE di Bursa Efek Indonesia.

Mengusung visi besar membawa produk kebanggaan Indonesia ke panggung dunia, VASA UBUD berdiri di atas lahan suci yang berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung, Ubud.

“Kehadiran VASA, UBUD tidak hanya menjadi bukti nyata dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing di level tertinggi, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan wellness tourism kelas dunia di Bali,” tambah Hermanto.

Sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap kearifan lokal, rangkaian acara diawali dengan prosesi adat bersama tokoh masyarakat setempat pada pagi harinya.

Penyatuan Kemewahan Kontemporer dan Kosmologi Bali

Dirancang dengan kepadatan bangunan yang sangat rendah (low-density) untuk menjaga kemewahan ruang dan privasi mutlak, VASA UBUD akan menghadirkan 41 unit Private Luxury Villas dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran sangat luas mulai dari 48 m².

Kompleks properti ini ditargetkan selesai dalam waktu 30 bulan, sekaligus memperkuat portofolio aset premium dari RISE.

Pihak Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape Consultant) menjelaskan secara narasi arsitektur, properti ini mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja–Kelod, yang memaknai perjalanan spiritual manusia dari gunung (sumber kesucian) menuju laut.

Bangunan utama, The Sanctuary, ditempatkan dengan anggun di titik tertinggi kawasan, sementara elemen air mengalir puitis membelah lanskap tebing menuju lembah, menciptakan simfoni alam yang menenangkan.

Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang hidup harmonis bersama alam. Vila-vila mewah dibangun dengan sistem terasering, lengkap dengan vegetasi organik pada
atapnya (green roof) yang menyatu sempurna dengan kontur sawah khas Ubud.

Properti ini juga akan dilengkapi fasilitas
ultra-luxury yang siap menantang standar tertinggi industri saat ini, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung, hingga fasilitas helipad pribadi.

Arsitektur Progresif dan Komitmen Keberlanjutan

Keunikan arsitektur VASA, UBUD tercermin melalui konsep koridor pejalan kaki serta memberikan pengalaman magis menyusuri pemandangan dengan panorama visual yang berubah di setiap sudut.

Fasad bangunan menggunakan batu berundak modern yang terinspirasi dari formasi pilar monumental tradisional Bali. Lebih dari sekadar akomodasi mewah,
properti ini menerapkan prinsip sustainable design yang progresif, termasuk revitalisasi total saluran air alami di tengah kawasan, pemakaian solar panel, sistem daur ulang sirkulasi air cerdas antarkolam, serta pemanfaatan tanaman organikbmikro pada atap bangunan.

“Di Ubud, kami tidak sekadar membangun akomodasi mewah; kami sedang mengukir ‘legacy’—sebuah wadah di mana kemewahan modern tunduk pada keindahan alam dan kearifan lokal,” tegas Hermanto.

CEO VASA Devina Konatra menjelaskan setiap sudut resor ini dirancang berdasarkan filosofi kosmologi Bali. Pihaknya mengadopsi filosofi Kaja–Kelod, perjalanan spiritual dari gunung menuju laut.

“Bangunan utama kami, The Sanctuary berdiri di titik tertinggi untuk memberikan pemandangan terbaik. Bahkan, vila-vila kami dibangun dengan sistem terasering dan green roof agar tetap menyatu dengan kontur sawah khas Ubud yang ikonik,” jelasnya.

Herman Heryadi Bunjamin menjelaskan resor ini juga akan menjadi penggerak ekonomi lokal yang signifikan. “Kami menerapkan sistem panel surya, daur ulang air yang canggih, serta pastinya menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal Bali,” tambah Herman.

VASA, UBUD dirancang untuk menjadi tolok ukur baru bagi ‘transformative luxury’ dunia. Melalui komitmen keberlanjutan lingkungan, penciptaan lapangan kerja yang masif bagi masyarakat lokal, serta kurasi pengalaman menginap yang sangat autentik, VASA, UBUD siap berdiri tegak sebagai ikon baru pariwisata premium Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar