Ekonomi Bali 2025 Tumbuh 5,82 Persen, Gubernur Koster Paparkan Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor
(Baliekbis.com), Pemerintah Provinsi Bali mencatat capaian kinerja ekonomi dan pembangunan makro yang sangat baik sepanjang tahun 2025. Berbagai indikator utama menunjukkan tren positif dan melampaui target nasional. Demikian antara lain terungkap dalam Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar DPRD Bali di Ruang Sidang Utama, Rabu (25/3/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya didampingi Wakil Ketua I dan II dihadiri
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Nyoman Giri Prasta serta undangan. Agenda utama rapat adalah Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 serta Pidato Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 20 Februari 2025-20 Februari 2026.
Gubernur Wayan Koster dalam pidatonya menyampaikan pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen. “Pertumbuhan ekonomi Bali secara kumulatif sebesar 5,82%, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 5,48%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,11%, serta merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir,” ujar Gubernur.
Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,42 persen. “Merupakan tingkat kemiskinan terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 8,25%,” tegasnya. Tingkat pengangguran juga menurun menjadi 1,45 persen. “Merupakan tingkat pengangguran terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 4,85%,” lanjutnya.
Dari sisi pemerataan ekonomi, Indeks Gini Rasio Bali tercatat sebesar 0,333. “Artinya pendapatan masyarakat semakin merata dan semakin baik, serta lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 0,363,” jelasnya. Pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp72,66 juta, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37 dan usia harapan hidup sebesar 75,46 tahun.

Di sektor kesehatan, prevalensi stunting sebesar 7,2 persen. “Merupakan yang terendah secara nasional dan satu-satunya provinsi yang mencapai angka di bawah 10%,” ungkap Gubernur. Ia menegaskan capaian tersebut mencerminkan kinerja pembangunan yang melampaui target. “Pencapaian indikator makro hasil pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja sangat baik, melampaui target yang direncanakan,” tegasnya.
Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, Gubernur juga memaparkan capaian pembangunan di berbagai sektor prioritas. Di bidang regulasi, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan 10 peraturan daerah strategis, 6 peraturan gubernur, serta sejumlah instruksi dan surat edaran yang mendukung perlindungan budaya, lingkungan, dan penguatan ekonomi daerah.
Pada sektor pariwisata, penerimaan dari pungutan wisatawan asing mencapai Rp369 miliar dari 2,46 juta wisatawan yang membayar. Pemerintah juga memperkuat penertiban wisatawan serta menjaga pariwisata berbasis budaya yang berkualitas dan bermartabat.
Di bidang ekonomi riil, Pemprov Bali mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor pertanian organik, UMKM, industri lokal, serta pengembangan ekonomi kreatif dan digital. Sementara itu, pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis terus berjalan, di antaranya pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani, rencana underpass Jimbaran, serta pengembangan transportasi publik dan kendaraan listrik.
Dalam pengelolaan lingkungan, pemerintah menargetkan penutupan total TPA Suwung pada tahun 2026 serta menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pemprov menargetkan penutupan total TPA Suwung pada Agustus 2026.
Mulai April 2026, sampah organik tidak boleh lagi dibuang ke TPA, dan hanya residu yang diperbolehkan hingga Juli sebelum penutupan total. Sebagai solusi, Pemprov menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas 1.200 ton per hari.
Di bidang energi, Bali juga mendorong percepatan pemanfaatan energi bersih melalui pembangunan pembangkit listrik dan penggunaan PLTS atap. Bali diarahkan menuju kemandirian energi berbasis ramah lingkungan. Saat ini pasokan listrik Bali mencapai 1.450 MW, dengan sebagian masih disuplai dari Jawa. Ke depan, akan dibangun pembangkit baru hingga total
1.550 MW dengan energi bersih berbasis gas.
Selain itu, pembangunan Bali sebagai pulau digital juga terus diperkuat melalui pengembangan infrastruktur teknologi, termasuk Turyapada Tower sebagai pusat konektivitas dan ekonomi baru di Bali Utara. Gubernur menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sebagai arah pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, tahun pertama kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan Bali ke depan. Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Bali. (ist)

