Dorong Pendalaman Pasar dan Inklusi Keuangan Masyarakat, OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana

(Baliekbis.com), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya meningkatkan pendalaman pasar dengan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal, khususnya melalui instrumen reksa dana. Program ini juga diharapkan dapat mempercepat akses keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peluncuran PINTAR Reksa Dana dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin.

Friderica menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia yang menekankan bahwa penguatan integritas tidak hanya didukung oleh kualitas tata kelola, tetapi juga perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor di pasar modal.

“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica.

Dalam sambutannya, Purbaya menyatakan kondisi pasar modal Indonesia saat ini sudah membaik dan aman bagi investor untuk terus menambah investasinya, termasuk melalui program PINTAR Reksa Dana.

“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik. Ke depan, ini adalah tempat yang aman untuk berinvestasi,” kata Purbaya.

Menurutnya, tata kelola atau integritas merupakan hal mutlak dalam pengelolaan pasar modal Indonesia. Dengan pasar yang bersih, investor domestik akan merasa aman dan investor global akan melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel.

Sementara itu, Airlangga Hartarto juga menyambut baik Program PINTAR Reksa Dana yang dinilai dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk generasi muda.

“Pemerintah senantiasa berupaya memperkuat perekonomian, salah satunya dengan memperluas akses pasar. Kami juga berharap pasar modal tidak hanya dibangun untuk hari ini, tetapi untuk masa depan generasi muda. Pasar modal diharapkan lebih inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” kata Airlangga.

Momentum Strategis

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan peluncuran Program PINTAR Reksa Dana menjadi momentum strategis dalam upaya OJK dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong serta mempercepat inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui sinergi seluruh stakeholders. Program PINTAR Reksa Dana yang dikolaborasikan dengan Program SIMUDA merupakan langkah konkret untuk memperluas akses dan mendorong partisipasi masyarakat lebih luas, termasuk investor pemula,” kata Hasan.

Hasan menambahkan, OJK juga mendorong partisipasi aktif asosiasi dalam melakukan mekanisme self control serta mengenali perilaku market conduct anggota sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi praktik yang tidak sesuai ketentuan.

“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah investor, tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar. Pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Hasan.

PINTAR Reksa Dana diharapkan terus berkembang menjadi program dan kampanye nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Di masa depan, program ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas dalam membangun kebiasaan berinvestasi yang sehat sejak dini.

Menurut Hasan, pelaku industri yang telah berkomitmen bergabung dalam Program PINTAR Reksa Dana meliputi 30 Manajer Investasi dan 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Pekan Reksa Dana 2026

Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga dilakukan bersamaan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Pekan Reksa Dana berlangsung dari 25 April hingga 1 Mei 2026 dan akan menjadi agenda rutin tahunan.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan partisipasi masyarakat agar menjadi investor di pasar modal, khususnya melalui reksa dana.

Ketua Presidium APRDI Lolita Liliana menyampaikan bahwa industri reksa dana masih membutuhkan inovasi dan kreativitas agar dapat membentuk produk-produk yang sesuai serta diminati masyarakat. Dukungan dan insentif juga masih dibutuhkan untuk membangun budaya berinvestasi.

“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menggerakkan masyarakat agar mulai berinvestasi rutin dan terencana untuk mencapai tujuan keuangan masa depan,” kata Lolita.

Ia menambahkan, dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang reksa dana, APRDI bersama OJK dan SRO telah melakukan rangkaian edukasi di enam kota, yaitu Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang. Rangkaian program ini telah mengedukasi 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.