Dirjen Riza Damanik: UMKM Indonesia Tak Ada Lawan
(Baliekbis.com), Dirjen Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan Indonesia memiliki UMKM yang sangat besar yakni 56 juta unit. Jumlah tersebut 18 kali Thailand, 50 kali Malaysia bahkan 80 kali Vietnam.
“Jadi dari segi jumlah UMKM, Indonesia tak ada lawan,” ujar Damanik pada acara Onboarding UMKM “Rahayu” yang digelar Bank Indonesia Provinsi Bali pada Kamis (9/4) di The Meru Sanur, Denpasar.
Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya dalam transformasi digital.
Dijelaskan Damanik sektor UMKM berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 15,7 persen ekspor nasional.
Meski jumlahnya besar, UMKM Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di antaranya skala ekonomi masih terbatas, pemasaran terbatas, biaya produksi tinggi, terbatas akses pembiayaan, pasar, kemitraan, sertifikasi, inovasi serta teknologi.
“Produktivitas UMKM juga masih rendah. Jadi ke depan bukan menambah UMKM tapi kualitasnya.
Pemberdayaan UMKM tidak parsial tapi terintegrasi,” ujarnya.
Sebelumnya Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Roland D. Parluhutan dalam sambutannya mengatakan program ini dirancang sebagai pendampingan intensif selama satu tahun bagi UMKM terpilih agar menjadi binaan atau mitra Bank Indonesia. Fokus utama program adalah penguatan kapasitas digital.
Roland menjelaskan “Rahayu” merupakan singkatan dari Rintis, Akselerasi, dan Hebatkan Daya Saing UMKM.
Program ini menjadi rangkaian kegiatan terstruktur untuk mendorong UMKM go digital, mulai dari memahami hingga mengadopsi teknologi guna meningkatkan penjualan secara online.
Bank Indonesia secara konsisten melakukan pengembangan UMKM sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas harga dan juga penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong pencapaian sasaran inflasi nasional dan akselerasi pertumbuhan ekonomi, baik ekonomi di daerah dan selanjutnya mendukung ekonomi nasional.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia melakukan berbagai program antara lain pemberian bantuan sarana dan prasarana dan juga pengembangan UMKM ekspor, UMKM hijau, juga desa wisata, serta ekonomi syariah. (ist)

