Denpasar Terus Berinovasi Wujudkan Kota Layak Anak

(Baliekbis.com), Dalam mewujudkan kluster hak anak Kota Denpasar telah melakukan banyak inovasi dan terbanyak dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ini sangat perlu diapresiasi sehingga kedepannya semua kluster dapat terpenuhi. Demikian disampaikan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny N. Rosalin saat bertemu dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijya Mantra dalam kegiatan media trip yang diikuti media nasional, Selasa malam (27/12) di Denpasar.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan kepala satuan kerja perangkat daerah terkait (SKPD). Lebih lanjut Lenny N. Rosalin mengatakan media trip dilakukan di tiga kota di Indonesia yang meraih penghargaan Nindya untuk kota layak anak (KLA) yang diawali di Kota Denpasar dilanjutkan di Kota Surakarta dan terakhir di Kota Surabaya. Tiga kota ini sebagai pemenang tertinggi untuk KLA berdasarkan hasil evaluasi KLA terbaru tahun 2015 dimana Kota Denpasar, Kota Surakarta dan Kota Surabaya meraih predikat ini. Pres trip dilakukan untuk mendokumentasikan ketiga kota ini untuk dibagikan kota lain di Indonesia agar melakukan hal serupa untuk menjadi KLA dan menjadi inspirasi dalam mewujudkan hal tesebut. Penghargaan KLA ada lima katagori yaitu pratama, madia, nindya, utama dan KLA.

Sampai saat ini belum ada yang meraih penghargaan KLA dan ketiga kota ini tertinggi meraih penghargaan katagori nindya. Dalam mewujudkan KLA semua kemponen terlibat mulai dari perintah, mayarakat, LSM dan dunia usaha. Bahkan keterlibatan dunia usaha merupakan pertama kali didunia dalam mewujudkan KLA. “Indonesia telah menangani KLA secara holistik,” ujarnya. Lebih lanjut Lenny N. Rosalin menambahkan dari 31 kluster yang ditentukan menurut Lenny ada kluster yang harus dipenuhi seratus persen seperti akta kelahiran dan penekanan perkawinan anak usia dini harus nol. Kedua ini sangat mempengaruhi kesejahteraan dari anak itu sendiri.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengaku sangat berbahagia dengan adanya media trip ini untuk mengeksplor KLA di Kota Denpasar. Menurutnya di Kota Denpasar sendiri dalam mewujudkan KLA konsepnya secara holistik atau manajemen menyeluruh¬† antara KLA, inklusif dan lansia. Ketiga ini menjadi acuan dalam melaksanan program di Kota Denpasar. Menurut Rai Mantra, di Kota Denpasar selalu menyiapkan semua kebutuhan yang perlukan anak-anak dalam memenuhi hak anak. Dengan demikian anak-anak benar-benar mendapat akses sehingga dapat dicarikan solusinya. “Intinya pemikiran pemenuhan hak anak sangat simpel, bagimana memecahkan permasalahan anak dan meberikan akses yang luas pada anak,” ujar Rai Mantra. Di Kota Denpasar melalui SKPD telah melakukan berbagai program seperti supercam termasuk juga memberikan pendidikan anak yang orang tuanya bekerja di pasar meskipun orang tuanya tidak memiliki KTP Denpasar.(gst/ist)