BFC ke-4 Kembali Digelar, Hadirkan 23 Desainer Lokal hingga Internasional

(Baliekbis.com),Bali Fashion Celebration (BFC) ke-4 tahun ini kembali digelar, Sabtu (24/10) di Swiss Belhotel Rainforest Sunset Road Kuta dengan menghadirkan 23 desainer lokal, nasional, hingga internasional serta melibatkan sekitar 300 model dari berbagai daerah termasuk Bali.

Pagelaran mode tahunan yang mengusung tema “Botanera: Future of Bloom” ini menawarkan konsep berbeda melalui perpaduan busana, tata cahaya, dan tata suara yang menggambarkan taman masa depan.

Founder Bali Fashion Celebration dari BaliSatu EO & Trans, Gery mengatakan BFC yang diselenggarakan sejak 2023 ini menjadi wadah bagi para desainer untuk menampilkan karya sekaligus sharing pengalaman dan pengetahuan di bidang mode.

“Setiap tahun kami berusaha menghadirkan sesuatu yang berbeda. Tahun ini kami mengangkat tema Botanera, seperti taman-taman di masa depan, dengan permainan pencahayaan, suara, dan audiovisual,” ujarnya.

Menurutnya, BFC tahun ini melibatkan desainer dari Bali dan sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, dan Palembang. Juga ikut desainer dari Amerika Serikat dan Rusia.

Jumlah desainer sengaja dibatasi agar penampilan di atas panggung tidak berlangsung terlalu terburu-buru. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati setiap koleksi yang ditampilkan secara lebih leluasa. “Kami ingin penikmat mode bisa menikmati setiap karya yang ditampilkan, tetapi tetap dalam satu tema,” katanya.

Sesuai tema Botanera, sejumlah koleksi akan mengangkat unsur bunga dan taman, baik melalui rancangan yang sederhana untuk penggunaan sehari-hari maupun karya dengan eksplorasi desain yang lebih berani.

Salah satu penampilan yang dinantikan adalah kolaborasi guest designer House of S2 dengan Hindro, yang dikenal sebagai penata rambut dan perias senior. Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan perpaduan menarik antara busana dan tata rias.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, BFC tahun ini juga memperkenalkan dua ikon, yakni Kay Givari dari Palembang dan Kalista Helena dari Karawang, Jawa Barat. Keduanya terlibat dalam sesi pembukaan dan peragaan busana.

Kay Givari mengaku bersyukur mendapat kepercayaan sebagai ikon BFC 2026. Untuk mempersiapkan penampilannya, ia mengikuti latihan catwalk dan menjalani pemotretan bersama Kalista dengan mengusung tema Botanera.

Kay juga membawa empat desainer dari Palembang, termasuk ibunya yang turut menampilkan karya dalam pergelaran tersebut. “Saya berharap bisa terus terlibat dalam Bali Fashion Celebration dan memperkenalkan karya desainer lokal, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kalista Helena menyebut kesempatan menjadi ikon BFC sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensinya di dunia mode. Sebelumnya, ia pernah menjadi ikon Putri Batik pada 2025.

Dalam BFC 2026, Kalista tampil pada sesi pembukaan bersama Kay, kemudian memperagakan koleksi dari sejumlah desainer, di antaranya House of S2 dan Caspian.

Pengalaman tersebut juga menumbuhkan ketertarikannya untuk mendalami dunia desain busana. Ia berharap kelak dapat menjadi desainer yang dikenal luas dan berpartisipasi dalam berbagai pergelaran mode berskala besar.

Gery berharap BFC dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang memberikan ruang bagi desainer untuk menunjukkan kreativitas serta memperluas jaringan di industri mode. Ia juga mengungkapkan adanya tawaran untuk menangani sebuah acara internasional pada tahun mendatang.

Sementara itu desainer asal Rusia, Elizaveta Kopyshenko yang akrab disapa Liza mengaku antusias mengikuti BFC  ini menurutnya menjadi wadah penting bagi para desainer, penyelenggara acara, dan model dari berbagai negara untuk membangun koneksi, menjalin kemitraan, serta menciptakan kolaborasi baru di industri mode.

Liza hadir sebagai perwakilan desainer dari kawasan yang mencakup Rusia, Kazakhstan, dan Armenia. Ia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai merek dan desainer dari negara-negara tersebut.

Kehadirannya dalam BFC ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti festival tersebut, meskipun sebelumnya ia telah beberapa kali berpartisipasi dalam acara di Indonesia. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar