Aksi Sosial Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi di Kabupaten Karangasem.

(Baliekbis.com), Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster melakukan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi di Kabupaten Karangasem. Sedikit berbeda dengan aksi sosial sebelumnya, Aksi Sosial kali ini selain bekerjasama dengan mitra kerja PKK dan Perangkat Daerah Provinsi Bali namun juga dilaksanakan secara marathon dan menyeluruh di seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem selama dua hari yaitu 21-22 April 2023.

Pada hari pertama pelaksanaannya, Jumat (Sukra Paing, Ugu), 21 April 2023, Aksi Sosial yang digawangi oleh Bunda Putri ini menyasar empat desa di empat kecamatan berbeda di Kabupaten Karangasem yaitu Desa Bukit Kec. Karangasem, Desa Tista Kec. Abang, Desa Baturinggit Kec. Kubu dan Desa Sibetan Kec. Bebandem. Sementara itu jumlah total bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Karangasem pada hari pertama aksi sosial ini mencapai 200 paket bantuan dengan total bantuan yang disalurkan mencapai 4 ton beras, 200 krat telur, 320 kotak susu untuk balita serta 320 kotak susu untuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas serta kader PKK. “Masing-masing mendapatkan 20 kg beras, 1 krat telur, 8 kotak susu untuk balita, 2 kotak susu untuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas serta kader PKK,” ungkap Bunda Putri.

Di sisi lain Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali turut menyerahkan bantuan dengan total bantuan yang diserahkan pada hari pertama mencapai 40 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita, 200 bibit tanaman pohon kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem, 280 ekor bibit ayam beserta 280 kg pakan, 2000 bibit tanaman sayuran, pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata baca gratis sebanyak 400 pcs kepada masyarakat Karangasem oleh RS Mata Bali Mandara serta pembagian 40 paket berisi susu kepada ibu hamil oleh IBI Bali.

Dalam sambutannya Bunda Putri menyampaikan bahwa kegiatan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. “Visi PKK adalah mewujudkan masyarakat sehat, cerdas, berguna, berlandaskan akhlak mulia yang dimulai dari keluarga,” jelasnya. Tugas ini bukanlah tugas yang mudah sehingga ia tidak lelahnya mensosialisasikan kepada masyarakat termasuk salah satunya adalah mengenai kebijakan dan program kerja Pemerintah Provinsi Bali. Seperti halnya terkait dengan stunting atau gangguan tumbuh kembang pada anak. Bunda Putri berpesan kepada perangkat desa agar selalu memantau tumbuh kembang anak khususnya balita yang ada di desanya. “Kalau ada yang terindikasi stunting langsung laporkan agar dapat segera ditangani,” jelas Bunda Putri. Ia juga tak henti mengingatkan para perempuan dan ibu untuk selalu menjaga kesehatan serta pemenuhan gizi anaknya khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan.

Disamping itu Bunda Putri juga berpesan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Satu hal yang saya titip pesan terkait kebersihan lingkungan di Pura Besakih. Bapak Gubernur selalu mengajak kita untuk tidak meninggalkan sampah di parahyangan atau areal pura lainnya,” ungkap Bunda Putri. Ia juga meminta agar masyarakat tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai, sedotan plastik maupun Styrofoam apalagi saat melakukan kegiatan persembahyangan di pura. “Sisa bunga dan dupa bawa kembali. Jadi umat hindu ketika sembahyang tidak meninggalkan sampah di tempat suci walaupun sehelai bunga pun,” tegas Bunda Putri.

Selain Bunda Putri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom juga menyampaikan mengenai pentingnya pemberian makanan tambahan kepada balita KEK agar tidak jatuh dalam stunting. Salah satu penyebab stunting menurut Gede Anom adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) oleh dialami oleh balita. Selain masalah stunting, ada beberapa penyakit yang juga perlu diperhatikan secara khusus oleh masyarakat antara lain adalah rabies dan meningitis.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyampaikan bahwa produksi pangan di Bali masih cukup. “Untuk Tahun 2022 ketahanan pangan kita sangat cukup. Kita memiliki beras 510 ribu ton sementara kebutuhan kita total 418 ribu ton per tahun. Jadi kita masih surplus 92 ribu ton,” jelasnya. Ia mengajak masyarakat Bali khususnya masyarakat Karangasem untuk memanfaatkan pekarangan yang ada untuk melaksanakan sistem pertanian organik sesuai dengan Perda Bali No. 8 Tahun 2019. Menurutnya sistem pertanian organik memiliki berbagai manfaat positif. Selain hasil pangan lebih sehat juga harga jual yang ditawarkan juga lebih tinggi.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja juga turut mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan salah satunya adalah lingkungan pura. Ketika melakukan persembahyangan masyarakat diharapkan dapat menjaga kesucian pura dengan tidak membuang sampah sembarangan di areal pura. Jika memungkinkan agar sampah dapat dibawa kembali dan menjadi tanggung jawab masing-masing. Begitupun dengan sarana persembahyangan, ia meminta masyarakat untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai. “Bawalah bokoran atau keben sesuai dengan anjuran agama,” tegasnya.

Sementara itu Direktur RS Mata Bali Mandara, dr. Ni Made Yuniti mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan mata dan melakukan pengecekan mata ke Puskesmas ataupun ke rumah sakit jika mengalami kesulitan dalam penglihatan sehingga dapat mencegah terjadinya kebutaan baik yang disebabkan oleh katarak maupun glukoma.

Ia meminta agar kader PKK membantu menyampaikan kepada masyarakat terkait pentingnya memeriksakan mata dan membantu jika ada masyarakat sekitar yang mengalami kendala penglihatan dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Jika nantinya diperlukan tindakan operasi, pihak Puskesmas akan berkoordinasi dengan rumah sakit.

Hadir pula pada kesempatan kali ini Ketua Pengurus Daerah (Ikatan Bidan Indonesia) Provinsi Bali Luh Putu Sukarini yang menyampaikan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan bagi ibu hamil dan asupan gizi yang baik di 1000 hari pertama kelahiran (periode emas). Selama kehamilan, ibu hamil juga diharapkan memeriksakan kehamilannya paling tidak 6 kali ke bidan atau dokter dan melahirkan di tenaga kesehatan . Dengan demikian diharapkan tumbuh generasi yang sehat dan bebas dari stunting. (pem)