Aksi Nyata di Peringatan International Zero Waste Month, Ubah Botol Bekas Jadi Rumah Nursery

(Baliekbis.com), Bulan Januari diperingati secara global sebagai International Zero Waste Month. Menyambut momentum penting ini, Yayasan Jati Nusa Lestari berkolaborasi dengan SMAS Katolik Thomas Aquino Tangeb menyelenggarakan aksi lingkungan unik di tengah kemeriahan turnamen basket Thomas Aquino Cup (28 Januari – 1 Februari 2026).

Gerakan ini tidak hanya sekadar mengumpulkan sampah, tetapi membawa misi edukasi mendalam: mengajak siswa menjadi “Pemulung Kreatif”. Melalui inisiatif ini, Yayasan Jati Nusa Lestari memaknai “mulung” sebagai sebuah gerakan dan tindakan mulia untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam konteks International Zero Waste Month, menjadi pemulung dimaknai sebagai tindakan mengambil tanggung jawab penuh atas jejak plastik yang kita hasilkan.
“Kami ingin mengikis stigma negatif. Memulung adalah pekerjaan mulia yang menuntut ketelitian, kerendahan hati, dan kepedulian tinggi terhadap ekosistem,” ujar Ignatia Kirei Orevilly, panitia inti Thomas Aquino Cup yang sekaligus relawan aktif di Yayasan Jati Nusa Lestari.

“Melalui kolaborasi di tengah ajang olahraga ini, kami ingin membuktikan bahwa semangat kompetisi bisa berjalan beriringan dengan semangat konservasi. Menjadi ‘pemulung’ di sekolah sendiri adalah bentuk kepemimpinan lingkungan yang nyata.”

Dari Botol Bekas Menuju Rumah Nursery

Seluruh botol plastik yang dikumpulkan oleh para siswa merupakan tahap awal dari program lingkungan jangka panjang. Material tersebut akan dialokasikan sebagai bahan baku pembangunan rumah nursery (pembibitan) serta pembuatan pot bibit untuk program penghijauan Yayasan Jati Nusa Lestari.

Sebagai sekolah yang meraih predikat Clean and Green School 2025, SMAS Katolik Thomas Aquino Tangeb menjadikan momentum ini untuk memperkuat identitasnya. Kepala SMAS Katolik Thomas Aquino Tangeb, Dra. Luh Putu Udayati, M. Pd., menyambut baik sinergi ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap SMAS Katolik Thomas Aquino semakin dikenal oleh masyarakat luas, sehingga ke depan semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah ini. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan Yayasan Jati Nusa Lestari kepada masyarakat sebagai mitra sekolah dalam upaya membangun kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.”

Melalui gerakan ini, Yayasan Jati Nusa Lestari menegaskan bahwa peringatan International Zero Waste Month bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk membangun kesadaran lingkungan yang kolaboratif dan berkelanjutan berbasis komunitas sekolah. (ist)