Video Klip Tebarkan Kedamaian, Kakanwil Agama: Ingin Bali Jadi Contoh

(Baliekbis.com), Sub. Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, melaunching video klip yang mengajak seluruh umat beragama di Indonesia agar tiada henti dan lelah untuk selalu menebar kedamaian. Launching video klip dilakukan saat Kanwil Agama Provinsi Bali Bidang Bimas Islam menggelar temu konsultasi pimpinan ormas islam Provinsi Bali di Hotel Nirmala Jalan Mahendradata Denpasar, Jum’at (23/5) sore. Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra S.Pd, M.Ag, disela-sela kegiatan menerangkan saat ini euforia kehidupan bermasyarakat tengah menunjukkan ritme yang agak panas dan pihaknya ingin mengumandangkan gema perdamaian dimana-mana. “Kita berharap penebar kedamaian untuk Indonesia dimulai dari Bali. Apalagi posisi Bali yang strategis dimana jarum jatuh saja akan terdengar hingga seantero dunia. Karena itulah maka kita mulai menebar kedamaian dengan membuat video klip berjudul Tebarkan Kedamaian yang diproduksi oleh tim kreatif kita,” terangnya.

Terkait dengan mengangkat tema “Tebar Kedamaian”, Kakanwil menjelaskan hal tersebut selaras dengan program Kementerian Agama RI. “Sejak Hari Amal Bakti kemarin bapak Menteri Agama melaunching sebuah jargon yakni tebar kedamaian secara terus menerus. Dan sekarang jargon kami gunakan untuk membuat video klip,” jelasnya. Sementara itu sutradara video tebarkan kedamaian, H. Saefudin mengatakan, film pendek tersebut bercerita tentang seorang nenek tua pecinta NKRI yang tengah galau menyaksikan para pemuda lintas agama saling berseteru satu sama lain. Namun ketegangan seketika mencair dikala melihat kehadiran anak-anak kecil dengan wajah polos membagikan merpati kertas simbol perdamaian.

“Pemuda merasa malu dan kerukunan tercipta di seluruh sektor mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dalam video juga terdapat pesan bahwa dengan adanya kerjasama dan saling tolong menolong antar umat berbeda agama terbukti membawa kedamaian yang bermuara terhadap kesejahteraan bangsa. Nenek tua (Ibu Pertiwi) tersebut akhirnya tersenyum gembira,” terangnya. Meski berdurasi hanya sekitar empat menit, H. Saefudin mengaku untuk memproduksi video klip tersebut bukan perkara mudah. Dengan mengambil lokasi pengambilan gambar di Gong Perdamaian Desa Budaya Kertalangu, Denpasar Timur, pihaknya membutuhkan waktu hingga dua hari hanya untuk syuting.

“Dua hari itu mulai jam 3 sore hingga matahari terbenam. Kita tidak bisa mengambil gambar pagi hari karena cuacanya tidak mendukung. Pemeran yang kita pakai juga tokoh dari elemen seluruh agama. Lumayan capek menjadi sutradara dalam video ini. Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar dan video ini bisa kami persembahkan untuk pesan perdamaian,” tutur pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama, Kanwil Agama Bali ini. Adapun yang terlibat dalam pembuatan video klip Tebarkan Perdamaian yakni sutradara H. Saefudin, skenario dan pencipta lagu Ida Bagus Krisna, pemusik Ida Bagus Weda Adnyana dan Ida Bagus Arijaya, aktor pendukung terdiri dari para Ketua Majelis Agama Provinsi Bali, karyawan-karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dan pemuda-pemudi lintas agama.(ist)