Reses Dr. Mangku Pastika, M.M.: Usaha Daur Ulang Sampah di Kawasan Wisata Dukung Citra Pariwisata

(Baliekbis.com), Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil Bali Dr. Made Mangku Pastika, M.M. mengingatkan agar citra pariwisata yang sudah baik harus benar-benar terus dijaga.

“Pariwisata itu hidup salah satunya dari image (citra). Ini yang mesti dirawat dan dijaga dengan baik. Kalau citranya jelek, tidak akan ada yang mau datang,” ujar Mangku Pastika saat mengadakan kegiatan reses di Pantai Jerman, Kabupaten Badung, Sabtu (8/10). Reses dengan tema “Pemberdayaan Perekonomian Berbasis Desa Adat” dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja.

Oleh karena itu, mantan Kapolda Bali ini mengajak berbagai pihak terkait senantiasa memberikan pelayanan yang ramah kepada wisatawan serta tetap menjaga keamanan. “Termasuk pula ketika menawarkan daftar makanan dan minuman juga harus jelas standarnya agar mereka tidak merasa kapok. Kita harus pandai jualan dan ambassador-nya itu para wisatawan yang datang. Kalau mereka menerima pelayanan yang jelek, juga bisa langsung viral,” ucap Mangku Pastika yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua BK DPD RI ini.

Terkait usaha daur ulang sampah yang dilakukan, Mangku Pastika mendorong agar pelaku pariwisata di kawasan Pantai Jerman, Kabupaten Badung menyebarluaskan informasi usaha daur ulang sampah tersebut untuk mendukung citra pariwisata Bali sekaligus meningkatkan ekonomi.

“Kegiatan daur ulang sampah menjadi produk kerajinan ini harus dijual karena memang sedang menjadi perhatian dunia dan memiliki nilai ekonomi tinggi selain melestarikan lingkungan,” tambahnya. Mangku Pastika mengaku salut dengan kreativitas yang telah dilakukan pengelola usaha di pantai yang lokasinya tak jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu untuk menarik kunjungan wisatawan.

Selain dilakukan berbagai penataan untuk mempercantik wajah pantai, pihak pengelola juga mengajak masyarakat setempat untuk mengolah berbagai sampah anorganik menjadi papan dalang (daur ulang) untuk barang kerajinan dan sejumlah produk furnitur. “Apalagi KTT G20 juga isunya tentang permasalahan lingkungan. Jadi, ini sekaligus bentuk kontribusi kita pada dunia,” ucap mantan Gubernur Bali dua periode itu. Pastika mengusulkan pengelola dapat mengundang para selebriti agar mau bicara soal upaya dari pengelola Pantai Jerman tersebut sehingga bisa menjadi lebih cepat diketahui publik. Termasuk juga membuat brosur-brosur kecil yang bisa dengan mudah dibaca oleh setiap wisatawan yang datang.

Sementara itu Ketua Pengelola Unit Pantai Jerman Wayan Astika mengatakan pihaknya terus berbenah agar dapat menarik kunjungan wisatawan ke kawasan pantai yang pada saat pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai itu menjadi tempat bermukimnya para konsultan proyek dari Jerman.

“Sebelum pandemi COVID-19, maupun sampai sekarang, wisman yang datang itu dominan dari Australia,” ucapnya. Guna lebih menarik minat wisman ke Pantai Jerman, ia berencana menggandeng Kedutaan Besar Jerman untuk melakukan pertukaran budaya dan akan ditampilkan dalam festival.

Terkait upaya daur ulang sampah anorganik menjadi papan daur ulang untuk produk kerajinan dan furnitur meja itu telah dilakukan sejak Agustus 2022. Papan daur ulang tidak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi dari berbagai sampah anorganik lainnya seperti kain, sepatu, bahkan bekas pampers dan masker. Sampah-sampah tersebut diolah menggunakan mesin khusus bantuan dari BPPT.

Menurut Astika, setelah pandemi COVID-19 mulai mereda pihaknya juga melakukan penataan pada kios-kios makanan yang ada, dengan diberikan kemudahan pembayaran sewa maupun listrik. Juga tengah disiapkan sarana playground dan aktivitas bagi para lansia sehingga Pantai Jerman juga menjadi tempat wisata yang ramah keluarga. (ist)