Penyerapan Aspirasi Dr. Mangku Pastika,M.M.: Penanganan Sampah Harus Diprioritaskan

Bali tak punya tambang seperti provinsi lain. Karena itu sumber daya alam yang ada seperti air dan hutan harus dipertahankan dan dijaga dengan baik”.

(Baliekbis.com),Masalah lingkungan hidup dinilai krusial bagi Bali khususnya bahaya sampah. Sampah mencemari sumber vital seperti laut, danau dan sungai.

“Padahal di banyak negara sampah itu bisa menjadi uang kalau bisa diolah dengan baik,” ujar Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. saat vidcon serangkaian penyerapan aspirasi, Rabu (5/8).

Vidcon selama dua jam yang dipandu tim ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja juga menghadirkan narasumber di antaranya Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja serta dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali.

Menurut mantan Gubernur Bali dua periode ini masalah sampah ini harus bisa diselesaikan dengan cepat. Sebab bahaya yang ditimbulkan sangat besar termasuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti limbah RS. “Ini PR saya yang tak selesai selama 10 tahun jadi gubernur,” ujarnya.

Menurut Mangku Pastika sebenarnya hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sampah ini kuncinya pada tipping fee dimana bagi yang buang sampah dipungut biaya. Kalau ini bisa dilakukan maka banyak yang berminat untuk mengolah sampah. Bahkan perusda juga bisa ambil bagian. “Di banyak negara sampah ini justru jadi uang. Sampah diolah jadi energi dan energi menghasilkan uang,” ujar Mangku Pastika.

Mantan Kapolda Bali ini mencontohkan Singapura yang luasnya hanya 1/7 Bali dengan penduduk 5 juta dan turisnya 30 juta namun bisa mengatasi sampah ini dengan baik. Dikatakan sampah di TPA Suwung saat ini hanya solusi yang sifatnya sementara. Sebab sampah hanya ditimbun, lalu dipadatkan dan ditutup serta ditanami.

I Made Teja

Sementara itu Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup I Made Teja mengakui pencemaran udara dari transportasi sejak 2015 indeks kualitas udara tergolong baik. Jadi Bali tak mengecewakan. Meski demikian harus dilakukan pengendalian serta dukungan infrastruktur agar udara makin bagus sehingga warga makin sehat.

Terkait masalah sampah yang belum diolah secara maksimal, diakui berdampak pada lingkungan air seperti laut danau dan sungai. Demikian halnya sampah B3 yang perlu ditingkatkan penanganannya. (bas)

.