LPD Mulai Berbenah Dalam Mengeluarkan Kredit

LPD Mulai Berbenah Dalam Mengeluarkan Kredit

(Baliekbis.com), LPD memiliki peran yang cukup strategis di dalam membantu pembangunan Desa Adat, dimana dari keuntungan yang diperoleh, LPD menyisihkan 20% diserahkan untuk Desa Adat.

Untuk memperoleh keuntungan, LPD sangat tergantung dari bunga kredit yang merupakan pendapatan utama dalam operasional LPD. Agar keuntungan tetap terjaga dengan baik maka LPD harus menjaga kualitas kreditnya agar tetap sehat dengan cara melakukan analisis kredit dengan prinsip kehati-hatian.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi para pejabat kredit untuk menjaga kualitas kredit agar sehat, LPD Renon bersama empat LPD lainnya di wilayah Denpasar Selatan, yaitu LPD Sesetan, LPD Sidakarya, LPD Sanur dan LPD Penyaringan melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan di bidang analisis kredit pada Sabtu, 1 Desember 2018 bertempat di ruang Diklat LPD Renon.

“Kami membutuhkan pelatihan analisa kredit berbasis aplikasi yang dapat diaplikasikan untuk mempercepat proses kredit dan mempertajam analisis kredit yang sudah ada sebelumnya,” ujar Wayan Madia selaku Kepala LPD Renon yang juga Koordinator Pelatihan. “Pelatihan yang diperoleh selama ini hanya bersifat teoritis dan kurang aplikatif,” imbuhnya.

Pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, materinya diberikan oleh Ketut Supamuda,S.E. yang sudah berpengalaman di industri perbankan lebih dari 34 tahun. Menurutnya Analisis Kredit hanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh pejabat kredit. Agar penyaluran kredit dapat menghasilkan kualitas kredit yang sehat, pejabat kredit wajib menerapkan prinsip kehati-hatian dan memahami faktor 5C’s dalam proses kredit. Di samping itu juga dibutuhkan integritas yang tinggi dalam proses pemberian kredit.

“Hindarkan diri dari benturan kepentingan dan jangan meminta imbalan kepada nasabah atas pencairan kredit karena dapat menjadi bumerang pada saat terjadinya kredit bermasalah,” ujarnya lagi.

Kesan-kesan yang diperoleh oleh peserta selama pelatihan adalah mereka merasa ada perbedaan yang mendasar dibandingkan dengan pelatihan-pelatihan analisa kredit sebelumnya yang hanya membahas teori saja dan berharap akan dapat pelatihan berbasis aplikatif lainnya seperti penyelamatan kredit melalui Restrukturisasi Kredit atau 3R dari Ketut Supamuda,S.E. selaku narasumber. (ksu)