Yosep Diaz: Sepi Peminat, Pemerintah Harus Cari Solusi ‘Selamatkan’ Bus Trans Sarbagita

(Baliekbis.com), Pemerintah daerah perlu lebih serius mengelola bus Trans Sarbagita agar nasib angkutan massal tersebut tak semakin terpuruk.

“Saya lihat pengguna bus Trans Sarbagita belakangan ini makin sedikit. Padahal Bali perlu angkutan massal untuk mengurangi kemacetan selain melayani masyarakat dengan transportasi yang nyaman dan murah,” ujar tokoh Flobamora yang akrab disapa Yusdi ini, Rabu (24/10) di Denpasar.

Ia mengaku prihatin dengan nasib angkutan yang direncanakan bisa melayani warga Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) ini sekarang makin sepi peminat. Padahal bus yang dioperasikan dengan anggaran daerah cukup besar ini didukung dengan fasilitas yang memadai. Namun kini kondisinya nyaris tenggelam.

“Warga sekarang cenderung menggunakan angkutan yang dipesan secara online dan kendaraan pribadi karena dianggap lebih cepat. Meski dalam hitungan ekonomi jatuhnya lebih mahal,” ujar Yusdi yang kini maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Bali Dapil Kota Denpasar dari Partai Gerindra nomor urut 7 ini.

Yusdi menambahkan pada awal beroperasi busTrans Sarbagita disambut antusias warga. Selain nyaman, tarif angkutan ini relatif murah. Tak jelas kalau kemudian secara perlahan peminatnya makin sedikit. Padahal kebutuhan angkutan terus meningkat. “Jadi hal ini yang perlu dicarikan solusinya agar ‘barang’ cukup mahal itu tak sampai mangkrak. Sebab di kota besar angkutan massal masih banyak diminati,” ujar Yusdi.
Perlu tekad dan keseriusan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi (Pemrov) maupun Pemerintah di Kabupaten/Kota yang masuk kawasan Sarbagita ini untuk melakukan terobosan agar angkutan ini kembali diminati. Di sisi lain, Yusdi mengamati saking sepinya aktivitas angkutan ini, berdampak pada keberadaan halte yang kini lebih banyak dijadikan tempat sekadar istirahat. “Saya optimis kalau dikelola lebih serius, masyarakat ke depannya masih sangat membutuhkan angkutan massal ini,” tambah Yusdi. (sus)