WHDI Denpasar Dharma Yatra ke Pura Jagatkartta

(Baliekbis.com), Dharma Yatra ke Pura Jagatkartta Gunung Salak, Bogor diikuti oleh peserta Munas dari WHDI Kabupaten/Kota dari Provinsi Bali usai Penutupan Munas pada hari Minggu, (19/11) yang diantaranya diikuti oleh Ny.Antari Jaya Negara selaku Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny.Selly Dharmawijaya Mantra selaku Penasehat WHDI Kota Denpasar, Ny. Bintang Puspayoga selaku Ketua WHDI Provinsi Bali dan Ny. Putriningsih Wirna, Ketua WHDI Tabanan. Sebelumnya, di sela-sela berlangsungnya Munas, WHDI Kota Denpasar berkesempatan pula melaksanakan dharmayatra ke dua pura yang ada di Jakarta. Tepatnya pada tanggal 17 Nopember 2017, sebelum diadakan Pembukaan Munas yang bertempat di Hotel Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, dharmayatra dilakukan di Pura Agung Taman Sari yang berada di Kompleks Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma. Pura yang berada di atas lahan seluas 1,5 hektar yang status tanahnya merupakan milik TNI AU ini, letaknya berbatasan dengan persawahan, kebun dan tambak ikan yang jauh dari keramaian sehingga menambah kesejukan dan ketenangan pikiran.Dharmayatra pada saat hari kedua Munas, dilaksanakan pada tanggal 18 Nopember 2017 ke Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur yang merupakan pura terbesar di Jakarta yang dibangun pada tahun 1972. Walaupun berada di tenah hiruk pikuk kota, lokasi pura ini sangat tenang dan mampu memberikan suasana yang tenang dan nyaman bagi umat yang bersembahyang di pura tersebut. Selain melakukan dharma yatra ke pura di Jakarta, pada hari terakhir usai penutupan Munas tanggal 19 Nopember 2017, dharma yatra dilakukan ke pura Jagatkartta Gunung Salak Bogor. Ny.Antari Jaya Negara selaku ketua WHDI Kota Denpasar mengatakan, “Dengan mengikuti Munas kami berharap dapat mengetahui perkembangan kegiatan keumatan khususnya wanita Hindu di seluruh Indonesia, sedangkan dengan mengikuti dharma yatra selain dapat meningkatkan sradha bakti juga dapat mengetahui pura-pura yang berada di luar Bali sebagai salah satu implementasi program kerja WHDI di bidang agama dan bidang kebudayaan.”

 Di sisi lain, dharma yatra ini juga dilakukan untuk memohon agar program kerja WHDI yang merupakan hasil Munas dapat terlaksana dengan baik dan wanita Hindu dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan khususnya kegiatan keumatan di masa yang akan datang, lanjutnya. Sementara itu, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, penasehat WHDI Kota Denpasar yang turut hadir dalam dharma yatra sangat mengapresiasi semangat yang tinggi dari para peserta Munas karena di tengah agenda persidangan yang padat, para peserta Munas sangat antusias untuk mengikuti seluruh kegiatankhususnya dharma yatra walau di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Iapun mengharapkan dengan mengikuti Dharma Yatra ke Pura Gunung Salak yang diikuti oleh peserta Munas dari kabupaten/kota seluruh Bali dapat mempererat tali persaudaraan antara sesama pengurus WHDI se-Bali. Ny.Bintang Dharmawati Puspayoga selaku Ketua WHDI Provinsi Bali yang memprakarsai kegiatan dharma yatra ke Gunung Salak tersebut menyatakan bahwa persembahyangan dilaksanakan selain sebagai rasa syukur atas terlaksananya Munas dengan lancar dan telah membuahkan hasil diantaranya rencana program kerja WHDI 2017-2022, juga sebagai upaya untuk meningkatkan kerukunan dan keharmonisan tidak hanya bagi sesama pengurus WHDI tetapi juga tercipta hubungan selaras bagi seluruh pumat. (Eka)