Webinar Dwijendra University, Tingkatkan Kesejahteraan dengan Menggerakkan Koperasi Petani

(Baliekbis.com),Dwijendra University kembali menyelenggarakan International Webinar yang bertemakan “Achieving Sustainable and Regenerative Development Goals”. Rektor Dwijendra University, Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA. yang memiliki jaringan internasional mengundang koleganya di Jepang, Vietnam dan Malaysia untuk menjadi narasumber atau presenter.

Ketiga narasumber adalah Naori Miyazawa , Ph.D (Nagoya University, Japan), Hai Dai Nguyen (Vietnam/USA), Director of Wow Bali, dan Asst. Prof. Dr. Irina Safitri Zen (Kuliyah Architecture & Environmental Design, Deputy Director Sejahtera Center for Sustainability & Humanity, International Islamic University Malaysia.

Pada webinar tersebut Rektor Dwijendra juga tampil sebagai presenter.
Sejumlah 182 orang mengikuti acara Webinar tersebut yang berasal dari kalangan profesi dosen yang tersebar dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dari ujung Barat Indonesia (Daerah Istimewa Aceh) sampai ujung Timur (Papua) selain dari kalangan birokrat.

Naori Miyazawa yang memiliki pengalaman meneliti subak dan pertanian di Bali menyampaikan gagasan-gagasan untuk membangun pertanian guna mensejahterakan para petaninya dengan membandingkan pengalaman pemerintah di negaranya di dalam mengembangkan sektor pertanian. Salah satunya adalah membentuk dan menggerakkan koperasi petani, seperti koperasi di Subak Guama, Tabanan.

Sementara itu, Prof. Irina menyampaikan komponen Sustainable Development Goals (SGDs) dan menekankan pada aspek kesehatan, khususnya efek Covid-19 terhadap lingkungan serta penanganan Covid-19 di berbagai Negara di dunia.

Sementara itu, Hai Dai menguraikan pengalamannya dalam membangun kerangka kerja WOW’s regenerative yang menyangkut kerangka kerja kurikulum, mobilitas manusia dan aspek lingkungan dalam kaitannya dengan keberlanjutan pembangunan.

Gede Sedana menekankan aspek pembangunan pertanian berkelanjutan yang berlandaskan pada local wisdom di Bali, yaitu sistem subak yang memiliki filosofi Tri Hita Karana. Local wisdom ini tidak saja memberikan manfaat bagi subak dan para petani tetapi berdampak positif pada masyarakat yang lebih luas serta terjaganya kualitas lingkungan guna menjamin pengelolaan pertanian di masa mendatang.

Rektor Dwijendra University memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para koleganya di luar negeri dan juga seluruh peserta Webinar yang tetap mengikuti hingga acara ditutup oleh moderator, Dr. I Ketut Suaradnyana, SS.,M.Hum. Gede Sedana berharap agar peserta dapat saling berbagi pengalaman untuk selanjutnya berkontribusi kepada pemerintah khususnya di dalam membangun dalam koridor keberlanjutan atau sustainable. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: