UGM Partisipasi Dalam Asean University Network di Filipina

(Baliekbis.com), Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam kegiatan Asean University Network Ecological Education and Culture (AUN-EEC) di Ateneo de Manila University, Filipina pada tanggal 22-24 Agustus 2019.

Dalam AUN-EEC First Round Table Discussion tersebut UGM yang diwakili Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof.Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, yang juga merupakan Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) turut memberikan kontribusi ide, masukan, dan paparan pengembangan program yang selaras dengan konsep yang diusung AUN. Adapun konsep AUN berupa pendidikan dan kebudayaan ekologis dengan misi utama mengembangkan generasi muda ASEAN yang memiliki pola pikir dan kompetensi untuk melestarikan lingkungan.
Pada kesempatan itu Budi menyampaikan dukungan dan mengajak seluruh pimpinan universitas dalam payung AUN untuk bekerjasama dalam melaksanakan misi ini. Selain itu dia juga memaparkan tentang informasi jejak ekologis (ecological footprint) dari berbagai negara di ASEAN. Ecological footprint sendiri merupakan dampak dari aktivitas manusia terhadap lingkungan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup manusia.
“Hampir seluruh negara di ASEAN saat ini memiliki trend dimana nilai ecological footprint lebih tinggi dari nilai biocapacity per person, artinya apabila kita tidak mengubah cara pandang kita dalam mengelola lingkungan maka lingkungan sudah tidak memadai lagi untuk memenuhi kebutuhan manusia”tuturnya.
Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu universitas tertua di Indonesia telah memberikan berbagai macam kontribusi dan sumbangsih terkait isu ini. Telah mengawali berbagai macam hal kecil untuk menginisiasi pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan yang mengacu pada Sustainable Development Goals di Indonesia. Beberapa program strategis dari berbagai Fakultas di UGM terkait hal tersebut diantaranya seperti pengembangan mesin pengolah sampah plastik, pengelohan limbah di pasar buah menjadi biogas, pengembangan green energy, aktivitas budidaya melon ramah lingkungan, hingga inisiasi budaya pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan kampus.
Mengakhiri paparannya, Budi mengajak peserta AUN untuk berkolaborasi bersama dalam mengurangi nilai ecological value dan melaksanakan misi AUN-EEC ini sebaik mungkin. Sebab setiap aktivitas manusia tidak semata diukur dalam kacamata antroposentris, tetapi perlu pemahaman lingkungan dan keseimbangan ekosistem di dalamnya agar semua dapat lestari. (ika)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: