Trauma Bisa Sebabkan Bunuh Diri, Ini Sebabnya

(Baliekbis.com), Mungkin Anda sering mendengar seseorang mengidap PTSD (post-traumatic disorder). Ternyata penyakit ini sangat berbahaya sampai membuat penderitanya berkeinginan untuk bunuh diri. Mari kita pahami lebih dalam mengenai penyakit ini!

Post-traumatic stress disorder atau PTSD adalah gangguan psikologis yang dipicu oleh peristiwa mengerikan yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan, seperti kecelakaan, insiden yang mengancam nyawa, kekerasan dalam hubungan, dan perang. Peristiwa tersebut merupakan sesuatu yang traumatis bagi para penderitanya. Tetapi gejala PTSD tidak selalu muncul langsung setelah kejadian traumatis itu terjadi.

Penyakit ini didiagnosis setelah seseorang mengalami gelaja kurang lebih selama satu bulan setelah kejadian traumatis. Namun, ada beberapa orang yang bisa saja baru merasakan dan mengalami gejalanya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah mengalami kejadian traumatis. Kebanyakan orang yang mengalami kejadian traumatis akan menghadapi kesulitan dalam menjalani kehidupannya, tetapi seiring berjalan waktu dan perawatan rutin, kesulitan itu dapat berkurang.

Penderita penyakit ini biasanya menghidupkan peristiwa traumatis tersebut seakan-akan peristiwa tersebut terjadi lagi (kilas balik). Ingatan traumatis tersebut bahkan sering kali hadir dalam mimpi buruk. Hal ini dapat menyebabkan penderita tertekan dan menimbulkan reaksi fisiologis yang kuat saat dipaparkan dengan pengingat akan kejadian traumatis seperti keringat dingin dan halusinasi.

Penderita biasanya cenderung akan mengelak dan menghindar dari segala yang yang berkaitan dengan peristiwa traumatis tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut. Biasanya penderita penyakit ini cenderung menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, penderita akan kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Penderita akan lebih suka menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain dan juga akan susah berpikir positif dan percaya dengan orang lain. Tak sedikit penderita yang ingin bunuh diri karena tidak mampu menahan itu semua.

Setelah melewati peristiwa traumatis tersebut, banyak orang yang mengalami gejala yang mirip dengan PTSD pada awalnya, seperti tidak dapat berhenti memikirkan apa yang terjadi. Namun, kebanyakan orang yang mengalami trauma dapat mengatasi kejadian tersebut dan tidak mengalami gangguan stres pasca-trauma jangka panjang. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan mencari bantuan dan dukungan yang tepat waktu. Hal ini bertujuan agar reaksi stres normal tidak semakin buruk dan berkembang menjadi PTSD.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dengan berbicara kepada keluarga, teman, atau terapis mengenai kejadian traumatis yang kamu alami. Dukungan dari orang lain dapat membantu dan mencegah seseorang beralih ke pola hidup yang tidak sehat. Anda juga disarankan untuk fokus pada hal yang positif, termasuk ketika sedang mengalami kejadian yang traumatis. Misalnya saat mengalami kecelakaan, anda harus berpikir bersyukur karena kamu selamat dari kecelakaan tersebut. (ist)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.