TrashStock Festival: Kolaborasi Komponen Musik, Artistik dan Plastik

(Baliekbis.com),
TrashStock Festival akan kembali digelar tahun ini tepatnya pada tanggal 4-5 Agustus di Kulidan Kitchen & Space, Desa Guwang, Gianyar.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun keempat ini, TrashStock Festival mengambil tema kearifan lokal masyarakat Bali yang menyampaikan cinta mereka kepada hewan-hewan melalui prosesi budaya yaitu “Tumpek Kandang”. “Untuk itu, segala macam kegiatan, pameran dan juga workshop akan dikaitkan untuk menambah cinta kita terhadap hewan-hewan dari bahaya sampah plastik,” ujar Hendra Arimbawa, Co-Founder TrashStock dalam jumpa pers, Selasa (31/7) di Ayucious Renon. Dijelaskan TrashStock Festival 2018 ini bisa memberikan suatu perspektif seni yang lebih kritis dalam menanggapi isu sampah yang telah merusak ekosistem seperti yang sempat terjadi di Nusa Penida belum lama ini. Itu dikarenakan habitat hewan yang seharusnya dijaga, terancam rusak oleh sampah. Padahal, manusia dan hewan harus hidup berdampingan dan saling memerlukan.

Terkait acara TrashStock tahun ini yang berdekatan dengan Tumpek Kandang menurut Hendra sebagai upaya untuk mengapresiasi hewan-hewan yang telah memberikan manfaat kepada manusia. “Realitanya, banyak dari kita melupakan cara kita menyayangi binatang,” terangnya. Sesuai dengan keunikan TrashStock selalu memadukan komponen musik, artistik dan plastik, festival ini juga akan mengadakan diskusi tentang sampah plastik dengan seniman pada acara Meet the Creator yang akan menghadirkan beberapa pemangku kepentingan bekerja sama dengan Kulidan Kitchen & Space. Tak hanya itu, TrashStock juga menghadirkan acara edukatif dan kesenian yang rarnah lingkungan. Para seniman akan mempersembahkan karya seni mereka yang dipadukan dengan kreativitas yang diwujudkan berupa lukisan, instalasi, video, fotografi, musik yang dibalut tema lingkungan. “Salah satunya ada instalasi dari Made Bayak. Instalasi ini cukup menarik karena Made Bayak membuat hiu menggunakan sampah sandal yang dipungutnya dari pinggir pantai Sukawati. Proses pengerjaannya sendiri memerlukan waktu saw bulan,” tambahnya.

Sesuai dengan jargon TrashStock yaitu musik, artistik, plastik, acara ini juga menampilkan pagelaran musik yang akan diramaikan oleh deretan musisi yaitu Geekssmile, Pluto, Lily Of The Valley, Supersoda, The Hillkillies, Antrabez, Cassadaga, Svaha, Spin Sugar, Marco PunxBali, Gia & friends, Alien Child, Nymphea, Matilda, dan Krisna Floop. TrashStock Festival 2018 di dukung juga oleh Bali Buda, Potato Head beach Club, Sustainable Suzy, Utama Spice dan Adhi Darma Cargo. Sementara Windu selaku voluntir dan musisi mengaku ia sudah terlibat sejak tahun lalu dan konsen dengan sampah. “Sampah plastik ini paling mengganggu. Namun kalau bisa dikelola sedemikian rupa bisa menjadi barang seni dan wujud lainnya yang berguna,” tegasnya. (bas)

:

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: