TPID Provinsi Bali dan Sumatera Selatan Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

(Baliekbis.com), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan melakukan kunjungan studi ke TPID Provinsi Bali, sekaligus melaksanakan High Level Meeting pada 28 Juli 2022. Acara dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, TPID Kabupaten Bangli, serta OPD terkait dari TPID Provinsi Bali dan Sumatera Selatan.

Drs. Dewa Made Indra, M.Si, Sekretaris Daerah Provinsi Bali menyampaikan apresiasi kepada TPID Provinsi Sumatera Selatan serta kabupaten/kota yang mendampingi atas kunjungan ke TPID Provinsi Bali. Dewa Indra menyampaikan strategi pengendalian inflasi di daerah pada prinsipnya berangkat dari strategi 4K: (1) Ketersediaan dan kecukupan pasokan, (2) Keterjangkauan harga, (3) Kelancaran Distribusi, dan (4) Komunikasi efektif. Perbedaan pada tahap implementasi terjadi karena adanya variasi pola konsumen, distribusi, dan faktor-faktor lain di masing-masing daerah. Hal ini kemudian menyebabkan adanya perbedaan tingkat efektivitas di masing-masing daerah. Dewa Indra menyampaikan kunjungan dari TPID Sumatera Selatan diharapkan mampu memperkuat kerja sama dan bertukar pengalaman.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ir. H. Mawardi Yahya menyampaikan pemilihan Provinsi Bali sebagai tujuan studi banding karena Bali dinilai tangguh walaupun diterpa Covid-19 selama hampir 3 tahun. Mawardi berharap kegiatan ini mampu memberikan masukkan dan peluang-peluang untuk melaksanakan kerja sama antar daerah. Hal ini mengingat Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang luar biasa, namun masih mengalami pertumbuhan yang agak lambat.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Diah Utari menyampaikan perekonomian Bali pada triwulan I 2022 tercatat tumbuh 1,46% (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,51% (yoy). Hal ini didukung dengan 12 dari 17 lapangan usaha telah tumbuh positif. Berdasarkan survei Bank Indonesia, tingkat keyakinan konsumen terhadap penghasilan, kondisi kegiatan usaha, dan ketersediaan lapangan kerja semakin meningkat pada triwulan II 2022. Sejalan dengan peningkatan optimisme tersebut, pengeluaran konsumen untuk pembelian durable goods juga semakin meningkat.

TPID Provinsi Bali dan TPID di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Bali telah secara aktif melakukan upaya pengendalian harga melalui kerangka kebijakan 4K. Selama tahun 2022, telah terdapat 10 High Level Meeting dan 4 rapat koordinasi di wilayah Provinsi Bali. HLM Provinsi yang dilaksanakan pada 22 Februari 2022 telah menghasilkan rekomendasi untuk pembentukan BUMD Pangan dan melakukan kerja sama antar daerah. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilaksanakannya studi banding beberapa

TPID di Provinsi Bali ke TPID Provinsi DKI Jakarta, serta penandatanganan kerja sama antara Food Station Jakarta dengan Perusda Dharma Shantika Tabanan.

Pada penilaian TPID award 2012 — 2020, TPID Provinsi Bali telah memperoleh TPID terbaik Provinsi pada 2015 dan 2016. Sementara TPID Kabupaten Badung memperoleh TPID Berprestasi pada 2016, 2018, dan 2020. Sedangkan, Kabupaten Bangli memperoleh TPID Berprestasi pada 2016 dan 2017. Diah juga menyampaikan beberapa potensi untuk kerja sama daerah di Provinsi Bali dilihat dari kondisi surplus dan defisit dari neraca pangan.

Staf Ahli Perekonomian Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika menyampaikan bahwa Kabupaten Bangli merupakan kawasan yang berpotensi dikembangkan untuk perkebunan dan kehutanan. Kabupaten Bangli merupakan salah satu daerah yang memiliki keunggulan dan kesuburan lahan yang didukung dengan iklim yang cukup baik. Oleh karena itu, Kabupaten Bangli menjadi salah satu pemasok terbesar komoditas bawang merah, telur ayam ras, kubis, jeruk dan kopi arabika di Bali. TPID Kabupaten Bangli juga senantiasa melakukan kegiatan rutin yang terdiri dari (1) rapat, (2) monitoring, (3) kegiatan teknis, serta (4) sosialisasi dan pelatihan.

Kegiatan HLM dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Sari Pertiwi, Desa Songan, Kabupaten Bangli. Acara dibuka oleh Kepala Bagian Perekonomian Provinsi Bangli, Dwi Wahyuni. Kunjungan dilakukan dengan melihat teknologi penyiraman menggunakan sprinkle di kebun bawang. Kunjungan dilanjutkan dengan melihat proses pembuatan bibit bawang merah di rumah bawang. (ist)