Tips Menjaga Privasi Data Selama Physical Distancing

(Baliekbis.com),  Selama physical distancing, banyak orang yang semakin sering menggunakan internet, baik untuk berkomunikasi, belajar, bekerja, atau bahkan sekadar menghilangkan rasa bosan di rumah. Banyak orang membuat akun baru di Internet, membaca berita lebih sering, menonton lebih banyak video, dan melihat media sosial hampir setiap saat. Hal-hal tersebut merupakan cara yang menyenangkan untuk tetap terhubung dengan orang lain selama terpisah jauh secara fisik.

Namun banyak yang tidak menyadari aktivitas online mereka tidak terlepas dari risiko keamanan data pribadi lho. Pengguna Internet sudah sepantasnya selalu waspada akan privasi data meskipun tengah disibukkan dengan aktivitas menyenangkan di Internet. Bagaimana cara mudah menjaga privasi data di Internet selama physical distancing? Berikut tips mudahnya dari Mozilla.

1. Pilih kata sandi (password) yang unik dan kuat untuk setiap akun 

Pengguna Internet tentunya harus membuat akun dan kata sandi baru untuk dapat mengakses aplikasi streaming film atau pesan makanan atau kebutuhan secara online untuk pertama kalinya. Memang menggoda sih untuk menggunakan ‘belanja123’ sebagai kata sandi di situs belanja yang dikunjungi, atau ‘princess’ untuk akun situs nonton film karena mudah diingat kembali. Tetapi akan lebih cerdas jika pengguna menggunakan kata sandi yang kuat.

Kata sandi yang lemah dapat lebih mudah ditebak atau dibobol melalui serangan brutal atau “brute-force attacks” lewat jaringan internet. Kata sandi yang kuat adalah garis pertahanan terhadap upaya peretasan dan akses yang tidak sah atau tidak memiliki izin pada akun Anda.

2. Stop jika ada sesuatu yang mencurigakan

Malware dan phising merupakan bentuk ancaman terhadap keamanan di dunia maya yang terus-menerus terjadi, dan kita semua rentan terhadap ancaman-ancaman tersebut. Phishing adalah penipuan melalui surel yang dilakukan dengan menyamar menjadi pemberi layanan, seseorang atau perusahaan yang pengguna percayai. Sedangkan “Spear phishing” adalah jenis penipuan yang lebih handal dan memiliki target yang spesifik. Selain itu, penipuan jenis ini menggunakan informasi atau data yang lebih detail untuk mengelabui korban.

Penipuan seperti ini biasanya dilakukan melalui surel, tapi bisa juga terjadi lewat telepon, dengan mengaku sebagai perwakilan dari bank atau kartu kredit yang digunakan, lembaga keamanan, lembaga kesehatan, dan organisasi lainnya. Penipuan juga kadang terjadi dalam bentuk pesan singkat dengan menyertai sebuah tautan atau link yang tidak jelas. Modusnya dengan menyampaikan informasi seperti terdeteksi adanya aktivitas yang mencurigakan di akun pengguna, telat melunasi tagihan, hutang yang harus dibayar, hasil tes, dan sebagainya (baca lebih lanjut dari FTC).

Tujuan dari kejahatan ini adalah agar para korban tanpa sadar memasukkan kata sandi ke dalam situs web palsu, mengunduh program malware yang dapat menginfeksi perangkat korban melalui lampiran seperti gambar atau dokumen, atau meminta korban untuk memberikan informasi personal yang lebih detail untuk dapat mengakses ke akun mereka.

Jika menemukan hal mencurigakan, jangan klik dan jangan masukkan kata sandi, kode otentikasi atau informasi pribadi (seperti tanggal lahir, no identitas, rincian bank atau kartu kredit) di mana pun kalau Anda curiga. Sebaliknya, buka browser dan ketik alamat situs web perusahaan asli atau hubungi mereka secara langsung.

Ketahui tanda-tanda email atau pesan yang mencurigakan:

  • Menampilkan kesalahan tata bahasa atau ejaan

  • Tampak mendesak atau mengejar waktu

  • Alamat “Dari” pengirim tidak terlihat lazim

  • Menjanjikan sesuatu yang tampaknya tidak realistis

  • Meminta pengguna untuk masuk atau log in melalui surel

  • Meminta pengguna untuk membuka atau mengunduh dokumen yang tidak dikenal

Hal ini juga terjadi di situs web. Baru-baru ini penjahat dunia maya membuat situs palsu dengan memanfaatkan peta COVID-19 untuk menarik orang-orang yang sedang mencari topik tersebut. Situs palsu ini meniru situs web peta COVID-19 yang dibuat oleh Johns Hopkins University, tetapi situs web palsu ini dibuat untuk menyebarkan malware ke komputer dan mencuri kata sandi. The Hacker News menjelaskan lebih lanjut tentang hal tersebut.

3. Cek ulang berita tentang COVID-19

Saat ini, pengguna Internet harus membaca berita dengan hati-hati. Hal tersebut disebabkan banyaknya misinformasi dan berita hoax yang beredar di Internet. Di masa-masa yang cukup mengkhawatirkan seperti sekarang, pengguna Internet cenderung menjadi kurang bijak dalam memilih dan membagikan berita. International Federation of Library Associations membagikan infografis menarik untuk membantu pembaca mengkritisi pemberitaan:

Pada pertengahan Maret lalu, organisasi nirlaba Poynter Institute yang berfokus pada praktik jurnalisme dan media yang jujur, meluncurkan tujuh cara untuk menghindari misinformasi selama pandemi COVID-19:

  1. Pelajari pemahaman dasar dari penyakit tersebut

  2. Abaikan semua konten yang mengatakan bahwa penyakit tersebut telah direncanakan

  3. Buktikan semua gambar dan video yang beredar

  4. Cek kembali data mengenai kasus, jumlah korban dan tingkat kematian

  5. Hindari usaha-usaha yang meremehkan ancaman dari penyakit tersebut

  6. Hindari membagikan metode pencegahan dan pengobatan penyakit tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan sumber resmi

  7. Cari info mengenai hal-hal yang belum diketahui

4. Rutin perbarui software dan aplikasi di perangkatmu

Masa-masa beraktivitas dari rumah seperti sekarang adalah waktu yang cocok untuk memperbarui software dan aplikasi di perangkat. Memperbarui software di komputer, tablet dan smartphone penting untuk dilakukan agar perangkat tetap aman. Pembaruan tersebut dapat memperbaiki bugs, kerentanan software dan masalah keamanan. Memperbarui aplikasi di smartphone dan sistem operasi secara rutin membuat perangkatmu lebih aman.

Lebih baik lagi jika pengguna dapat memperbaruinya dengan otomatis. Pengguna dapat menyalakan pengaturan pembaruan otomatis di komputer, browser, aplikasi dan smartphone, sehingga tidak tertinggal pembaruan yang baru tersedia. Pada Firefox, pengguna dapat mengatur menu pembaruan otomatis di bagian ‘Firefox Updates’ yang terdapat di ‘Menu – Options – General’. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengecek dan mengatur ulang perizinan, pengaturan, dan pemilihan aplikasi di smartphone pengguna.

Menjaga keamanan privasi data di dunia digital dapat dimulai dari hal-hal sederhana lho. Apalagi di saat semua aktivitas sangat bergantung pada dunia digital seperti sekarang, keamanan data pengguna tetap harus jadi prioritas. Mozilla, organisasi nirlaba pelopor dan pendukung konsep Open Web, sangat peduli dengan keamanan data penggunanya. Maka dari itu Mozilla selalu menganjurkan penggunanya untuk senantiasa memulai memerhatikan privasi data dimulai dari hal-hal sederhana. Mozilla membangun Firefox Personal Data Promise, berisi prinsip yang dipegang oleh organisasi dan usaha yang dilakukannya untuk menjaga privasi pengguna pada setiap produk yang mereka ciptakan. Jaga selalu kesehatan fisik dan keamanan datamu di Internet ya! (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: