Tingkatkan Pemahaman Ngaben, 350 Pemangku Ikuti Seminar

(Baliekbis.com), Sebanyak 350 pemangku mengikuti seminar tentang tata cara pelaksanaan upacara ngaben yang menghadirkan tiga narasumber yaitu Ida Pedanda Gede Buruan yang mengangkat tema tentang ketatwaning ngaben, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti mengngkat tema dilema ngaben, meluruskan traidisi-tradisi yang memberatkan umat dan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda yang membawakan materi susahnya mati ditanah Bali kremasi sebagai salah satu solusi.  Seminar yang berlansung sehari dibuka Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra Minggu, (16/9) di Gedung Wanitha Santhi Graha.

Dalam sambutannya Rai Iswara menyampaikan Pemerintah Kota Denpasar menyambut baik terhadap kegiatan seminar ini. Mengingat pembangunan sekarang ini berorientasi pada good governance (pemerintahan yang baik). Untuk mewujudkan semua ini didukung oleh tiga komponen penting, yaitu pemerintah, swasta dan lembaga sosiali masyarakat.  Sinergi ketiganya ini sangat perlu dilaksanakan. Mengingat Kota Denpasar bersandar pada visi budaya yang artinya tidak hanya bersandar pada seni melainkan tujuh unsur kebudayaan salah satunya agama dan tata ruang termasuk juga kesenian, bahasa dan etika. Salah satu unsur yang dibahas sekarang mengenai keagamaan dalam hal ini prosesi pengabenan.

 Lebih lanjut Rai Iswara menambahkan melalui pelaksanaan pengabenan bisa membangkitkan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana pelaksanaan ekonomi kreatif merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya yaitu  yadnya yang dilaksanakan ada ada ornamen spiritualitas sehingga menimbulkan nilai damai, termasuk juga ada nilai etika dan estika kemudian ekonomi kreatif dan terakhir pelaksanaan yadnya harus dilaksanakan dengan tulus. Bila kelima unsur ini dilaksanakan dapat melaksanakan upacara yadnya dengan baik. “Melalui prosesi pengabenan juga dapat meningkatkan dan menggerakan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sementara Kertua Pinandita Sanggraha Nusantara Pinandita I Gede Suranata menyampaikan seminar ini dilaksanakan karena tuntutan masyarakat karena sering dibingungkan dengan arus informasi yang cepat dan bebas serta tuntutan kehidupan yang semakin komplek yang dibatasi waktu dan ruang. Untuk itu perlu ada solusi prosesi ngaben di jaman melineum ini sehingga tidak memberatkan masyarakat termasuk juga meningkatkan pemahaman tata cara ngaben sehingga ritual ngaben dapat bermakna puput dan patut. Melalui seminar ini diharapkan para peserta dalam hal ini para pemangku sebagai ujung tombak ritual keagamaan dapat mensosialisasikan tatwaning ngaben yang dapat menyejukan masyarakat serta mengharmoniskan hubungan antar umat beragama.

Ketua Panitia I Wayan Dodi Aryanta menyampaikan seminar ini  mengangkat upacara ngaben mengingat karena banyak permasalahan pengabenan terutama pelaksanaan ngaben yang patut dan puput. Untuk itu melalui seminar ini dapat memberikan pemahaman yang benar untuk pelaksanaan ngaben. Sehingga pengabenan bagaimana yang benar sesuai dengan sastra agama. Hal ini perlu dipahami oleh semua pihak termasuk para pemangku yang merupakan ujung tombak pelaksanaan yadnya di masyararakat. (gst)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: