Tingkatkan Kesadaran “Don’t Drink and Drive”, Diageo Indonesia Gelar Pelatihan Mengemudi Defensif Berbasis Perilaku di Bali

(Baliekbis.com), Diageo Indonesia menggelar Pelatihan Mengemudi Defensif bagi puluhan karyawannya di Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertujuan mengubah perilaku dan pola pikir saat mengemudi kendaraan bermotor secara aman, tertib, dan berempati terhadap pengguna jalan lainnya setiap saat berada di jalan raya.

Pelatihan ini adalah salah satu dari program edukasi ‘Don’t Drink and Drive’ yang merupakan bagian dari komitmen Diageo Indonesia dalam menyebarluaskan sikap ‘minum yang bertanggung jawab’ yang terus dilakukan oleh Diageo secara global. 

Untuk mewujudkan misi menjadi perusahaan barang konsumsi yang dipercaya dan dihormati, Diageo gencar mempromosikan sikap responsible drinking (minum yang bertanggung jawab) dan bekerja sama dengan pemerintah, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengurangi isu penyalahgunaan minuman beralkohol dan berbagi informasi serta best practices kepada masyarakat luas. 

Dendy A. Borman

“Tidak terkecuali kepada karyawan yang kami percaya punya tanggung jawab dan kekuatan untuk memberi pengaruh yang baik bagi masyarakat di sekitarnya dengan mempraktekkan dan menyebarkan informasi tentang ‘perilaku mengemudi defensif’ khususnya saat berada di jalan raya. Pemberian pelatihan kepada karyawan Diageo Indonesia di Bali adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan sikap ‘minum yang bertanggung jawab’ dari dalam,” ujar Presiden Direktur Diageo Indonesia Mr. Christophe Beau didampingi
Corporate Relations Director Diageo Indonesia Dendy A. Borman di sela-sela pelatihan mengemudi bagi karyawan Diageo, Selasa (23/4) di PT. Langgeng Kreasi Jayaprima, Jl. Raya Kaba-Kaba No.88 Kediri, Kabupaten Tabanan.


Dikatakan Christophe, Bali menjadi tempat pelatihan pertama kali bersama para karyawan Diageo Indonesia yang berlokasi di Tabanan. “Karyawan adalah duta perusahaan dalam mempromosikan sikap minum yang bertanggung jawab, tidak mengemudi setelah mengonsumsi alkohol, termasuk mempromosikan sikap yang baik dan bertanggung jawab saat mengemudi,” ujarnya.

Ditambahkan, Diageo memiliki jejak rekam yang panjang dalam upaya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan minum minuman beralkohol berlebihan. Program edukasi Don’t Drink and Drive juga melibatkan konsumen yang cukup umur (di atas 21 tahun) untuk tidak pernah berkendara setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Di tingkat global, Diageo terus menggelar kampanye ‘Join the Pact’ untuk mencegah masyarakat dari kebiasaan minum minuman beralkohol sambil mengemudi yang paktanya telah ditandatangani oleh lebih dari lima juta orang di seluruh dunia.  

“Diageo juga meningkatkan peran para frontlines, para bartender, untuk mempromosikan sikap ‘minum yang bertanggung jawab’ melalui program ‘Diageo Bar Academy’ yang telah diikuti oleh lebih dari 500 bartender di Indonesia tahun 2018 lalu,” jelas Christophe seraya mengatakan pentingnya konsumsi secara kualitas (minuman berkualitas) bukan kuantitas. “Kita bangga minuman kita yang sangat berkualitas dan sesuai standar internasional,” jelasnya. 

Sementara Dendy A. Borman mengatakan pelatihan ini untuk melatih para karyawan meningkatkan kesadaran dan sikap positif saat mengendarai mobil maupun motor. Pelatihan tentang mengemudi defensif menekankan pada teknik-teknik yang benar saat mengemudi atau sebagai penumpang, serta pemahaman tentang aturan-aturan lalu lintas yang penting dan kesadaran akan situasi di sekitar. 

Pelatihan pertama ini melibatkan 50 karyawan di kantor Diageo Indonesia di Bali. Dendy menambahkan, Diageo Indonesia terus meningkatkan kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan untuk selalu memastikan berlangsungnya praktik minum dan penjualan yang bertanggung jawab. “Kami akan terus memperluas jangkauan kampanye ini dan melakukan lebih banyak inisiatif melalui edukasi Don’t Drink and Drive kepada para konsumen untuk memastikan konsumen kami menikmati minuman beralkohol secara bijak dan bertanggung jawab,” tutup Dendy.

Dikatakan Diageo saat ini beroperasi di 180 negara dengan mempekerjakan sekitar 33 ribu karyawan. Di Bali sendiri ada empat brand yang diproduksi yakni
Smirnoff, Smirnoff Ice, Captain Morgan dan Gilbey’s yang masing-masing memiliki sejumlah varian. (bas)

Baca Juga :   Jelang Nataru & Galungan, Dinas Ketahanan Pangan Bali Pantau Harga Pangan di Pasar Kreneng

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: