Tim Medis Amatra “Ngayah” Pengobatan Gratis di Pura Alas Arum Batur, Gus Adhi: Jangan Cemas dengan Corona

(Baliekbis.com),Tim Medis Amatra yang terdiri dari empat dokter dan empat paramedis serta sejumlah relawan “ngayah” memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobatan gratis kepada krama yang tengah melaksanakan Karya Pujawali di Pura Alas Arum Batur Kintamani.

Pengobatan yang dikoordinir dr. A.A. Liliana Mahendra Putri yang berlangsung seharian pada Minggu (8/3/2020) sejak pagi dipadati seratusan krama untuk memeriksakan kesehatannya. Tampak krama begitu antusias memeriksakan kesehatannya.

“Pada umumnya krama mengalami gangguan pernafasan dan sejumlah penyakit lainnya,” ujar Panitia Karya Pujawali Nengah Armida di sela-sela acara pengobatan tersebut.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI AAB Adhi Mahendra Putra yang juga hadir mengatakan
pengobatan ini penting untuk meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh krama.

Terlebih saat ini sedang melaksanakan upacara sehingga memerlukan daya tahan tubuh yang baik. “Karena itu kita harapkan tim medis juga bisa membantu memberikan vitamin kepada krama agar daya tahan tubuhnya lebih meningkat,” jelas Ketua SOKSI Bali ini.

Di sisi lain, Gus Adhi begitu kerap politisi Golkar ini disapa, menjelaskan pula tentang isu virus Corona yang saat ini tengah merebak di sejumlah negara. Gus Adhi mengajak warga agar selalu menjaga kesehatannya dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Rajin cuci tangan dengan sabun dan banyak minum air putih. Krama tak perlu takut atau khawatir dengan virus ini sepanjang bisa menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan dengan baik,” ujar Gus Adhi.

Gus Adhi juga memuji warga yang dilihatnya tak ada memakai masker. Karena sejatinya masker itu efektif digunakan bagi warga yang sakit (flu dan batuk). Jadi tak perlu sampai berebut membeli masker.

Karya Pujawali di Pura Alas Arum Batur Kintamani menurut panitia Nengah Armida sudah dimulai sejak 16 Pebruari 2020 yakni Redite Paing Dunggulan dengan nuasen karya rompok/tetaring. Puncak karya jatuh pada tanggal 11 Maret (Buda Umanis Medangsia) dan Ida Bathara Mesineb pada tanggal 17 Maret (Anggara Paing Pujut). Dijelaskan Pura Alas Arum Batur disungsung sekitar 900 KK. (bas)