Terhimpit Beban Finansial Keluarga dan Pribadi, Inilah yang Dialami ‘Generasi Sandwich’

(Baliekbis.com), Generasi Sandwich adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki tanggung jawab finansial untuk menghidupi keluarga sendiri yaitu anak dan pasangan, namun juga memiliki beban finansial untuk menghidupi keluarga besar seperti orang tua, kakak atau adiknya. Sandwich digunakan sebagai analogi karena terdiri dari beberapa lapisan roti yang saling menghimpit. Orang yang teridentifikasi sebagai Generasi Sandwich diibaratkan berada di bagian tengah dari tumpukan roti tersebut. Singkatnya, Generasi Sandwich meliputi generasi yang produktif yang harus menghidupi orang tua atau anggota keluarga lainnya. Selain harus memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri, generasi ini harus menanggung pula beban finansial orang tua atau saudaranya.

Seiring umur panjang orang tua dan keterlambatan anak dalam menjadi independen secara finansial, maka terjadilah fenomena generasi sandwich ini. Beban finansial mereka tentunya sangat berat mengingat banyak yang harus mereka tanggung dari pihak atas dan bawah. Masalah yang muncul adalah terkadang generasi sandwich ini tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi.

Sebuah polling dari Study Canada mengungkapkan bahwa generasi ini merasa wajib menurunkan standar hidupnya sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan generasi atas dan bawahnya. Hasil polling-nya sendiri menunjukkan bahwa 30% generasi ini mengambil lebih sedikit liburan, 43% mengurangi makan di luar, 36% terus mengambil tabungan masa mudanya, dan 37% bekerja dengan waktu lebih panjang. Sebuah studi oleh StatsCan menunjukkan bahwa 51% dewasa berusia 20 hingga 29 tahun masih tinggal dengan orang tuanya.

Untuk mengurangi stres dan beban finansial bagi generasi sandwich, maka penting untuk mempersiapkan lebih dini dan merencanakan kebutuhan orang tua serta anak-anak kita. Berikut tips memutus generasi sandwich:

1. Hadapi Stres dengan Tepat

Merupakan hal wajar bila kita merasa burn out dan stres bila dihadapkan dengan maslaah atau pengeluaran yang seakan tak ada habisnya, baik di tempat kerja maupun di rumah. Bila merasa keteteran, beberapa hal yang bisa dicoba adalah membuat daftar prioritas pekerjaan yang harus dilakukan dan pengeluaran yang harus dibayar, tidur yang cukup, jangan lupa olahraga, dan sisihkan waktu baik untuk personal time atau bersosialiasi dengan teman dan orang lain.

2. Jangan Merasa Bersalah

Jangan merasa bersalah bila merasa butuh keluar rumah untuk sekadar bertemu teman atau menghabiskan waktu sendirian. Hal ini penting agar tetap bisa fresh dan punya energi positif saat kembali ke rumah. Semua orang pun punya batasan masing-masing, merasa kurang maksimal menolong keluarga adalah hal yang normal, namun jangan biarkan rasa bersalah itu menggerogoti dari dalam.

3. Komunikasikan Secara Terbuka

Bila orangtua termasuk punya dana pensiun dan tabungan pribadi, coba ajak komunikasi dan diskusi dengan terbuka. Bila semua orang tahu kondisi finansial masing-masing, kita bisa lebih mudah membuat rencana finansial untuk orangtua kita sendiri. Namun, meskipun misalnya kita diberi tanggung jawab untuk mengatur keuangan orangtua, kita tetap harus ingat bahwa itu adalah uang hasil keringat mereka sendiri dan semua keputusan harusnya sesuai persetujuan atau pendapat dari mereka. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: