Tahun 2020, Unud Menerima 7.200 Mahasiswa Baru

(Baliekbis.com),Tahun 2020 mendatang, Universitas Udayana (Unud) akan menerima 7.200 mahasiswa baru dari yang berminat sekitar 12 ribuan. Mahasiswa baru tersebut akan ditempatkan di 54 progam studi yang ada.

Berdasarkan peraturan penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2020 oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Universitas Udayana melaksanakan tiga jalur penerimaan.

“Tiga jalur tersebut, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan kuota minimum 20% dari daya tampung PTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan kuota minimum 40%, dan Seleksi Mandiri maksimum 30%,” ujar Rektor Unud Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi dalam jumpa pers, Senin (2/12/2019) di kampus Unud Jimbaran.

Jumpa pers terkait SNMPTN, SBMPTN, Jalur Mandiri & Beasiswa KIP Kuliah Universitas Udayana Tahun 2020 ini juga dihadiri Wakil Rektor I dan II, Kepala Biro kemahasiswaan serta pejabat terkait.

Dikatakan Rektor, pada pelaksanaan SNMPTN 2020, terdapat beberapa hal baru di antaranya pemeringkatan siswa pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dilakukan oleh sekolah. Kuota jumlah siswa yang masuk pemeringkatan berdasarkan akreditasi sekolah, yaitu sekolah terakreditasi A sebanyak 40% yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya, sekolah terakreditasi B sebanyak 25%, dan sekolah terakreditasi C serta lainnya sebanyak 5%.

Peserta yang mendaftar jalur SBMPTN akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 yang dilaksanakan selama satu minggu dengan 14 sesi (dua sesi setiap hari) dan dilaksanakan di 74 Pusat UTBK PTN. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes sesuai dengan kelompok tes yang diikuti, yaitu Saintek, Soshum, dan Campuran.

Menurut Rektor Prof. Raka Sudewi, hasil UTBK 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2020 dan hasilnya akan diberikan pada peserta secara individu. “Hasil ini dapat digunakan oleh PTN dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri 2020,” jelasnya.

Rektor juga mennambahkan tahun 2020 akan diterapkan kebijakan Single Sign On (SSO) bagi calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Hal ini merupakan tahap awal pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Setiap peserta diwajibkan memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi akun melalui laman http://portal.ltmpt.ac.id Bagi siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (Adik).

Siswa pendaftar terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran program KIP-K dan Adik yang dapat dilihat melalui laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ dan http://adik.kemdikbud.go.id/.

Terkait prodi yang sepi peminat seperti jurusan Sejarah, Antroplogi, Fisika dan Sastra Jawa Kuno menurut Rektor akan diupayakan semacam pemberian beasiswa sehingga peminatnya akan meningkat. Sebab jurusan tersebut dinilai cukup strategis. Demikian pula fasilitas akan disiapkan bagi disabilitas.

Informasi resmi terkait tahapan seleksi, persyaratan, maupun ketentuan pelaksanaan SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020 dapat diakses pada laman resmi LTMPT http://ltmpt.ac.id atau melalui Call-Center 0804 1 450 450 (mulai Senin, 18 November 2019) dan Helpdesk http://halo.ltmpt.ac.id/ serta menghubungi Humas PTN. (bas)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: