Suiasa: Jadikan Subak Abian Sebagai Daya Tarik Pariwisata

Wakil  Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Anggota DPRD Badung Dapil Pecatu I Made Sumertha saat menghadiri  penilaian Lomba Subak Abian di Subak Abian Puluk-Puluk Desa Adat Pecatu Kuta Selatan Kabupaten Badung, (26/10).
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Anggota DPRD Badung Dapil Pecatu I Made Sumertha saat menghadiri penilaian Lomba Subak Abian di Subak Abian Puluk-Puluk Desa Adat Pecatu Kuta Selatan Kabupaten Badung, (26/10).

(Baliekbis.com), Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen tetap menjaga dan melestarikan keberadaan subak di Badung. Komitmen tersebut telah diwujudkan dengan berbagai program kegiatan yang sangat membantu petani seperti melaksanakan upacara nangluk marana, mapahayu jagat, mrateka marana, serta  memberikan pembinaan serta bantuan subak setiap tahunnya. Untuk itu kedepan diharapkan kepada masyarakat khususnya petani untuk tetap melestarikan, memberdayakan dan mengembangkan subak baik subak yeh maupun abian.

Demikian yang sampaikan Wakil  Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri  penilaian Lomba Subak Abian di Subak Abian Puluk-Puluk Desa Adat Pecatu Kuta Selatan Kabupaten Badung. Acara dilaksanakan di Wantilan Bali Subak Puluk-Puluk Banjar Dinas Karang Boma Pecatu Kuta, (26/10). Turut hadir Anggota DPRD Badung Dapil Pecatu I Made Sumertha, Ketua Tim Penilai Kabupaten Badung yang juga Kadispenda dan Pesedahan Agung Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Tim Penilai Lomba Subak, Kadis Peternakan, Perikanan dan Kelautan I Made Badra, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya serta Forum Pekaseh dan Kelian Subak Kuta Selatan dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa  menyampaikan, dalam upaya  melestarikan keberadaan subak sebagai penopang pariwisata budaya di Bali dan Badung khususnya Pemerintah Kabupaten Badung yang didukung DPRD Kabupaten Badung wajib memberikan pembinaan-pembinaan untuk tetap menjaga kehidupan subak tani maupun abian di Kabupaten Badung. warisan budaya subakabian maupun yeh ini juga dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Wabup Suiasa mengharapkan krama subak abian Puluk-puluk Desa Adat Pecatu tetap memelihara keberadaan parhyangan subak dengan melaksanakan bhakti melalui upacara di abian dan petegalan, krama subak agar selalu meningkatkan rasa “sagilik saguluk, paras paros sarpanaya salunglung sabaya antaka” serta memberdayakan sekaa-sekaa, kelompok tani, usaha produktif yang ada di wilayahnya. krama subak yeh maupun abian dapat melaksanakan program sistem pertanian terintegrasi (Simantri) dan program Petani Mandiri Sejahtera (Tanimas).
Kadispenda dan Pesedahan Agung Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan,  “Lomba ini tidak hanya mencari para juara namun bagimana Pemerintah Kabupaten Badung tetap dapat menjaga kelangsungan hidup para anggota subak yeh maupun abian itu dalam desakan kebutuhan pemukiman yang mengepung akhir-akhir ini. Dalam lomba ini diharapkan dapat menjaga kelestarian budaya persubakan di Kabupaten Badung. Sebelum pelaksanaan lomba, masing-masing subak telah diberikan pembinaan mengenai pelaksanaan Tri Hita Karana. Lomba subak diikuti empat subak abian dan empat subak yeh yang merupakan duta masing-masing kecamatan se Kabupaten Badung, dimana pemenang lomba ini nantinya akan mewakili Kabupaten Badung untuk berlomba di tingkat Provinsi Bali, ” jelasnya. (ist)