Sugawa Korry: Banyak Tokoh Golkar Maju Takkan Terjadi Perebutan Suara di Internal

(Baliekbis.com), Golkar Bali di Pileg 2019 ini optimis bisa meningkatkan jumlah suaranya. Bahkan untuk DPR RI, Partai berlambang pohon Beringin ini menargetkan bisa meraih tiga kursi dari 2 yang ada sekarang.

“Keyakinan kita itu didasari banyaknya tokoh-tokoh Golkar yang memiliki konstituen loyal ikut maju nyaleg sehingga bisa meningkatkan jumlah suara,” jelas¬†Sekretaris DPD Golkar Bali Sugawa Korry didampingi sejumlah pengurus lainnya di sela-sela acara Pembekalan Saksi Digital, Sabtu (16/2) di ruang rapat Kantor DPD Golkar Bali.

Sugawa yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini menegaskan di Golkar para tokoh semakin solid. Mereka juga sudah sanggat matang dan berpengalaman. “Sehingga kalau pun mereka maju serempak saat ini takkan terjadi saling serobot merebut suara di internal,” tambah Sugawa yang juga Caleg DPRD Bali dapil Buleleng ini.

Sugawa Korry.

Selain soliditas yang semakin kuat, menurut Sugawa para tokoh Golkar yang maju sekarang ini sudah memiliki pendukungnya sendiri-sendiri seperti dari saudara atau “kawitan”. “Jadi dengan kondisi seperti itu kita yakin takkan ada saling merebut konstituen,” jelasnya.¬†

Sebagaimana diketahui dalam pileg 17 April 2019 ini ada beberapa kader senior Golkar yang tampil di antaranya dua incumbent yakni Gede Sumarjaya Linggih alias Demer dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra yang akrab disapa Gus Adhi serta pendatang baru yakni mantan Ketua DPD Golkar Bali

Ketut Sudikerta dan Wayan Geredeg, mantan Bupati Karangasem. Tampilnya pentolan Golkar ini diyakini akan mampu mengatrol suara Golkar yang di pileg 2014 meraih sekitar 360 ribu suara menjadi 500 ribu.

Ditanya soal musdalub untuk mengisi jabatan Ketua DPD Golkar Bali, Sugawa Korry mengatakan akan dilakukan setelah pileg nanti. “Kita lihat kesiapan di daerah dan sudah tentu persetujuan DPP,” jelasnya. Namun Sugawa Korry menegaskan posisi Plt. Ketua DPD Golkar Bali yang saat ini dijabat Demer kewenangannya sama dengan posisi ketua hasil musda. Jadi prinsipnya tak masalah ketua diisi plt. Secara nasional tambah Sugawa Korry ada beberapa daerah yang masih dijabat Plt. seperti DKI, Sulsel, Jatim selain Bali.

Terkait pembekalan saksi digital yang diikuti dari seluruh kabupaten/kota se Bali ini tujuannya agar suara di TPS bisa terkawal dengan baik. Intinya jangan sampai ada kecurangan sehingga aspirasi rakyat bisa tersalur untuk memilih pemimpin yang terbaik, tegasnya. (bas)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.